Didiet Maulana, perancang busana dan pegiat wastra, memberikan workshop kepada penenun Ikat Sikka dalam program pendampingan dan pelatihan oleh Pendopo; Selasa, 21 Juni 2022, di Kantor Bappeda Kabupaten Sikka (Sumber gambar: Pendopo)

Desainer Didiet Maulana Berikan Pelatihan pada Komunitas Tenun Sikka

22 June 2022   |   13:22 WIB

Like
Perusahaan retail produk lokal, Pendopo, menggandeng desainer Didiet Maulana mengadakan program pelatihan dan pendampingan terhadap komunitas penenun di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Pelatihan yang dimulai sejak 21 Juni 2022 ini diikuti oleh lebih dari 90 anggota dari 2 kelompok tenun.

Tasya Widya Krisnadi, Direktur Pendopo, mengatakan program pelatihan dan pendampingan ini termasuk dalam rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi budaya Indonesia.

Melalui kegiatan ini, lanjut Tasya, pihaknya mendukung pelestarian kain tenun Ikat di Kabupaten Sikka sebagai salah satu warisan wastra (kain adat) yang mengandung nilai dan cerita tentang adat di masyarakat Kabupaten Sikka.

"Saat ini program sudah berada dalam fase pelatihan dan pendampingan, yang dilakukan secara berkala sejak awal Desember 2021," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Hypeabis.id, Rabu (22/6/2022).

Baca jugaKolektor Torang Sitorus Meluncurkan Buku Tentang Kain Ulos

Program yang telah dijalankan pada September 2021 ini telah dimulai dengan beberapa fase, yaitu social mapping dan baseline survey yang menyasar 2 kelompok penenun, antara lain kelompok tenun Bliran Sina dan kelompok tenun Na’ni House. Selain itu, turut menggandeng juga komunitas penenun muda Remaja Flores Creative.

Adapun, saat ini program sudah berada dalam fase pelatihan dan pendampingan, yang dilakukan secara berkala sejak awal Desember 2021. Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan SDM (termasuk regenerasi penenun), penyusunan laporan keuangan, manajemen produksi dan penerimaan pesanan, pembuatan demplot pewarnaan alam (re-planting), hingga pembukaan akses pasar melalui Pendopo.
 

h

Didiet Maulana, perancang busana dan pegiat wastra, memberikan workshop kepada penenun Ikat Sikka dalam program pendampingan dan pelatihan oleh Pendopo; Selasa, 21 Juni 2022, di Kantor Bappeda Kabupaten Sikka (Sumber gambar: Pendopo)

Desainer sekaligus pegiat wastra, Didiet Maulana, mengatakan selain pelatihan teknis, diadakan juga workshop untuk menggali potensi, menghadirkan inovasi, mengeksplorasi produk turunan dari tenun ikat Sikka serta mendukung proses regenerasi pengrajin.

Dalam prosesnya, papar Didiet, beberapa hal dirasa perlu untuk disesuaikan dengan selera masa kini namun tetap berpegang pada nilai-nilai warisan leluhur yang menjadi ciri khas wastra. "Harapan saya, pelatihan dapat membantu warisan tenun ikat Sikka semakin bisa dinikmati, tidak hanya oleh pecinta wastra, namun juga oleh masyarakat umum," ujar Didiet.

Baca jugaTetap Modis! Intip 5 Outfit Artis Kenakan Wastra Indonesia saat Lebaran

Kain Tenun Sikka sendiri merupakan hasil karya budaya asli Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang telah dikerjakan oleh para perempuan setempat sejak dahulu dengan cara ikat dan tenun menggunakan alat-alat tradisional.

Fungsi dari Kain Tenun Sikka ini biasanya sebagai pakaian sehari-hari dari masyarakat Sikka. Namun, kain tenun ini juga kerap dijadikan sebagai mas kawin (belis) dan upacara-upacara adat masyarakat Sikka. Kain tenun biasa dipakai untuk sarung perempuan (utang), sarung pria (lipa) dan ikat kepala (lensu).

Motif-motif yang dihasilkan juga sangat bervariasi. Dalam catatan Pemerintah Kabupaten Sikka, sebanyak 52 motif tenun ikat Sikka yang telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual.  Proses pembuatan yang lama, membuat Kain Tenun Sikka dibanderol dengan harga yang cukup mahal yakni hingga Rp5 juta per lembar. Harga itu sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan pengrajin untuk membuat kain tenun selama berbulan-bulan.


Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

Deretan Drama Korea yang Sukses Dibintangi Lee Min Ho

BERIKUTNYA

Rayakan HUT Jakarta dengan Mencicip Bubur Ase Betawi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: