Ilustrasi mezzanine dalam sebuah rumah. (Sumber gambar: Unsplash)

5 Kiat Membuat Mezzanine di Rumah Mungil

19 June 2022   |   08:45 WIB

Selama beberapa tahun terakhir, elemen mezzanine menjadi tren dalam  desain rumah. Desain ini umumnya dibangun di antara dua lantai dengan sebuah ruang terbuka, di mana umumnya mezzanine digunakan pada bangunan industri, pusat perbelanjaan, dan restoran.

Kini, beberapa rumah berukuran mini atau kecil sepeti tipe 21, 36, hingga 54 banyak dibangun oleh sejumlah pengembang properti di Indonesia. Beberapa tipe ini umumnya memiliki langit-langit rumah yang tinggi, sehingga cocok untuk pembangunan mezzanine yang difungsikan untuk tempat tidur hingga ruang kerja mini.

Bagi Genhype yang ingin memiliki ruang fungsional berupa lantai atas yang terbuka tapi tidak terlalu tinggi, simak beberapa kiat membangun mezzanine untuk rumah mungil.

(Baca juga: 13 Kiat Menciptakan Eco House yang Ramah Lingkungan dan Estetik)
 

1. Kenali ukuran yang sesuai

Umumnya, mezzanine harus memiliki ruang di bawah platform mezzanine minimal 2,2 meter. Lalu, angka ini ditambah dengan ketebalan lantai sekitar 25 cm dan ruang ke bagian atas mezzanine sebesar 1,6-1,8 meter. Jika sebuah ruang tidak memiliki standar tersebut, pembangunan mezzanine tambahan bukan solusi yang praktis.

Jangan lupa juga untuk memeriksa perizinan pembangunan untuk beberapa properti, mengingat pembangunan mezzanine tambahan pada bangunan yang sudah jadi harus sesuai dengan izin pengembang atau pemilik bangunan.

 

2. Rencanakan ruang di bawah mezzanine

Biasanya, ruang di bawah mezzanine memiliki ruang yang tidak setinggi ruang pada umumnya. Untuk ruang di bagian bawah, beberapa rekomendasi ruangan yang bisa digunakan adalah ruang penyimpanan, kamar mandi, atau ruang belajar. Alternatif lain untuk pemanfaatan ruang pada bagian ini adalah dapur kecil yang tidak memerlukan ruang yang tinggi.

Idealnya, mezzanine bekerja dengan baik untuk mengambil sebagian dari ruang yang besar sehingga penggunaan furnitur yang sesuai kebutuhan dan fungsi ruang juga harus dipertimbangkan.

 

3. Pertimbangkan desain struktur

Struktur bangunan dalam pembuatan ruang mezzanine harus mulai dipertimbangkan dari berbagai sudut pandang. Hal ini disebabkan karena mezzanine didukung dari tiga sisi sebagai pertimbangan keamanan atau menggunakan penopang dari satu dinding jika tidak terlalu dalam.

Struktur ini meliputi ukuran penopang, tangga, hingga penambahan ruang pada atap dan jendela tambahan di bagian atap. Tujuannya bisa untuk perspektif yang lebih unik dari mezzanine ke luar rumah serta menciptakan mezzanine yang aman dan terang.

 

4. Pilih furnitur sesuai kebutuhan dan ruang

Dengan kecenderungan mezzanine yang memiliki ruang lebih kecil dibandingkan ruangan pada umumnya, pemilihan furnitur menjadi faktor penting di dalam mendesain interior untuk mezzanine. Beberapa pertimbangannya adalah berat dan jumlah pada furnitur karena hal ini akan memengaruhi kesan nyaman pada ruangan dan saat pemindahan barang.

Tidak hanya itu, harmonisasi estetik pada ruangan mezzanine juga harus dipertimbangkan. Tujuannya agar kesan konsisten pada desain dan konsep ruang agar tetap terjaga.

 

5. Gunakan tangga yang mudah dipakai dan aman

Desain dan letak tangga merupakan elemen yang harus dipikirkan dalam pembangunan mezzanine. Idealnya, tangga yang digunakan harus aman dengan adanya pegangan tangan dan anak tangga yang cukup lebar untuk pijakan kaki. Tangga ini bisa dibangun dengan menempel pada dinding maupun dibuat seperti tangga biasa di bagian tengah.

Editor: Nirmala Aninda
SEBELUMNYA

Dewan Kesenian Jakarta Tampilkan Arsip Ali Sadikin Hingga Maestro Seni Rupa di Taman Ismail Marzuki

BERIKUTNYA

Kenalan dengan Tren Fesyen Cewek Kue, Cewek Mamba, dan Cewek Bumi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: