Salah satu pengunjung mengamati lukisan karya perupa Nashar di Galeri Seni Lantai 1, Gedung Panjang, Taman Ismail Marzuki (TIM).. (Sumber gambar : Desyinta Nuraini)

Dewan Kesenian Jakarta Tampilkan Arsip Ali Sadikin Hingga Maestro Seni Rupa di Taman Ismail Marzuki

19 June 2022   |   08:00 WIB

Pameran Cipta! Kapita Selekta Cikini Raya 73 resmi dibuka Sabtu (18/6/2022). Menampilkan koleksi seni rupa dan arsip Dewan Kesenian Jakarta, pameran ini berlangsung di Galeri Seni Lantai 1, Gedung Panjang, Taman Ismail Marzuki (TIM).

Koleksi Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) merupakan salah satu koleksi publik yang berperan penting dalam perkembangan ekosistem dan wacana seni rupa di Jakarta dan juga Indonesia sejak didirikan tahun 1968.

Sejak awal masuk, pengunjung disuguhkan arsip sejarah perjalanan TIM dan DKJ. Tampak satu meja kaca penyimpanan arsip, khusus menunjukkan foto Gubernur DKI Jakarta ke-7 Ali Sadikin dan kliping media cetak. "Bang Ali dan Seniman," tulis keterangan pada kumpulan foto dan kliping tersebut saat Hypeabis.id berkunjung. 
 

Salah satu arsip yang ditampilkan DKJ.

Salah satu arsip yang ditampilkan DKJ.



Ali Sadikin memang tidak bisa dilepaskan dari pameran ini. Dialah yang memprakarsai pendirian Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki pada masa awal jabatannya. Dia juga dikenal dengan seniman dan mendukung visi kebebasan berkesenian. 

Baca juga: Pameran The Theater of Me Tampilkan 30 Tahun Perjalanan Artistik Seniman Agus Suwage

Di sekitar meja arsip "Bang Ali", tampak poster-poster pameran yang pernah digelar di TIM. Tidak hanya lukisan, poster tersebut juga berisi pameran foto hingga keramik. 

Di area tengah, ada arsip rekaman wawancara maupun diskusi dari para perupa Tanah Air. Namun yang tidak kalah menarik dan tentu menjadi point of view dari pameran ini adalah bertenggernya karya-karya pelukis seperti Affandi, S. Sudjojono, Agus Djaja, D.A. Peransi, Kusnadi, Zaini, Rusli, Oesman Effendi, Nashar, Srihadi, Popo Iskandar, Umi Dachlan, A.D Pirous, dan Jeihan. 

Di hari pembukaan, panitia juga menyuguhkan pertunjukan unik berupa arsip multimedia bertajuk Cut and Rescue yan dibawakan John Navid dan Adipati. Pertunjukkan ini menampilkan kolaborasi rekaman pertunjukkan hingga pidato yang dieksplorasi dengan musik.

Ketua Komite Seni Rupa DKJ Aidil Usman menyampaikan "Cipta! Kapita Selekta Cikini Raya 73" menampilkan koleksi lukisan dan grafis DKJ serta arsip poster berbagai kegiatan yang diselenggarakan di TIM dari 1960an hingga akhir 1980an.

"Kita ingin menelusuri jembatan masa lalu," ujarnya saat membuka pameran ini.

Dalam pernyataannya, Aidil menyebut ini adalah bentuk penghormatan terhadap dedikasi para seniman yang lima puluh tahun lebih sudah menjadi bagian dari Dewan Kesenian Jakarta. Menurutnya koleksi seni DKJ menjalani proses panjang hingga dapat kita lihat dan maknai terus menerus.
 

Pengunjung membaca pengantar dari para kurator (Sumber gambar : Desyinta Nuraini)

Pengunjung membaca pengantar dari para kurator (Sumber gambar : Desyinta Nuraini)

Ketua Komisi Arsip dan Koleksi Farah Wardani menuturkan memang tidak semua koleksi ditampilkan karena memang jumlahnya yang cukup banyak. Program Identifikasi Koleksi Benda Seni DKJ yang diselenggarakan 2013 mencatat sebanyak 393 karya mencakup seni lukis, seni grafis, dan seni patung. DKJ juga menyimpan ribuan koleksi arsip seni rupa berbentuk poster, foto, rekaman audio, dan kliping media cetak. 

"Untuk melestarikan dan menyelamatkan harta karun ini bukan hanya milik TIM tapi milik publik," tuturnya.

Ya, untuk melakukan pengarsipan dan restorasi koleksi bukan hal yang mudah. Melalui pameran ini, dia berharap agar semakin luasnya dukungan dalam melestarikan seni milik bangsa tersebut. 

"Butuh dukungan semua. Kerja sama agar arsip ini bisa diakses publik luas," tambahnya. 

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

Cocok Buat Mulai Usaha, Ini 7 Franchise Ayam Geprek yang Lagi Ngetren

BERIKUTNYA

5 Kiat Membuat Mezzanine di Rumah Mungil

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: