Ilustrasi pasien kanker (sumber gambar : National Cancer Institute/unsplash)

Ini Perbandingan Tiga Alat Skrining Deteksi Kanker Serviks

16 June 2022   |   21:30 WIB
Image
Dewi Andriani Hypeabis.id

Genhype tentu sudah tahu bahwa kanker serviks menjadi salah satu penyebab  kematian paling umum yang dialami oleh wanita di dunia. Namun, sering kali kanker serviks ini jarang diketahui padahal jika dapat terdeteksi lebih dini maka faktor risikonya pun akan lebih berkurang.

Nah, untuk membantu mengurangi angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks maka vaksinasi dan skrining untuk Human papillomavirus (HPV) menjadi suatu yang penting.

Lisa Wong, dokter Konsultan Onkologi Ginekologi di Mount Elizabeth Medical Centre, menjelaskan bahwa vaksinasi dan skrining HPV sangat penting karena DNA HPV hadir dalam 99 persen spesimen kanker serviks.

“Ada hubungan sebab akibat yang kuat antara HPV dan kanker serviks. Infeksi HPV adalah penyebab yang diperlukan untuk pembentukan kanker,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Hypeabis.id, Kamis (16/6/2022).

Lisa  menguraikan tiga alat skrining utama untuk kanker serviks yaitu pap smear konvensional, sitologi berbasis cairan, dan tes HPV. Dia lmembandingkan ketiganya serta mencatat kelebihan dan kekurangannya:


1. Pap smear konvensional:

Dibatasi oleh sensitivitas yang buruk (50 persen-60 persen) dan dipengaruhi oleh metode pengumpulan, tetapi spesifisitas yang sangat baik (97,1 persen) dan nilai prediksi positif yang tinggi


2. Sitologi berbasis cairan:

Peningkatan kualitas sampel, sensitivitas tinggi (75 persen-85 persen), dan tingkat negatif palsu yang lebih rendah, tetapi spesifisitas yang lebih rendah


3. Tes HPV

Sensitivitas yang jauh lebih tinggi (98 persen-99 persen), tetapi tidak mendeteksi lesi pra-kanker. Kelemahan utama adalah spesifisitas yang lebih rendah (93,3 persen), tetapi nilai prediksi negatif yang sangat baik.

Sementara itu, Wong Chiung Ing, Senior Consultant Medical Oncologist di Parkway Cancer Center (PCC), menjelaskan beberapa gejala penyakit yang menjadi gejala kanker serviks seperti pendarahan vagina yang tidak normal, pendarahan yang tidak normal setelah berhubungan, dan keputihan yang bernoda darah.

Menurutnya, salah satu penyebab utama kanker serviks adalah infeksi HPV yang ditularkan secara seksual. Orang yang memiliki banyak pasangan seksual atau yang memulai hubungan seksual pada usia muda memiliki risiko yang jauh lebih besar. Faktor risiko lain termasuk merokok dan sistem kekebalan yang lemah seperti pasien HIV, dan pasien yang telah menjalani transplantasi.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pengobatan kanker serviks sangat tergantung pada stadium penyakit ketika terdeteksi.

Wong Chiung Ing memberi pandangan sekilas tentang empat tahap kanker dan bagaimana penyebarannya dan tingkat kelangsungan hidup lima tahun:

Tahap 1: Terbatas pada serviks; 85 persen tingkat kelangsungan hidup.
Tahap 2: Menyebar ke luar serviks, tetapi tidak ke dinding panggul atau sepertiga vagina; 65 persen tingkat kelangsungan hidup.
Tahap 3: Menyebar ke dinding panggul atau sepertiga bagian bawah vagina; 35 persen tingkat kelangsungan hidup.
Tahap 4: Invasi kandung kemih, rektum, atau metastasis; Tingkat kelangsungan hidup 7 persen.


Editor: Indyah Sutriningrum
SEBELUMNYA

4 Film Berkisah tentang Orang Pintar & Permasalahannya

BERIKUTNYA

Sutradara Joko Anwar Tidak Sabar Tayangkan Pengabdi Setan 2: Communion

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: