.

Retrospeksi Keluarga Seniman Tohny Joesoef

13 June 2022   |   19:40 WIB

Di Indonesia sangat jamak dijumpai profesi seniman yang dilakukan secara turun-temurun. Lihat saja keluarga seniman Affandi, atau keluarga Bagong Kussudiardjo. Darah berkesenian ternyata mampir di keluarga pelukis asal Bandung, alm. Tohny Joesoef.

Meski mengambil cabang seni yang berbeda, tetapi bakat berkesenian Tohny menurun kepada keempat anaknya mulai dari Hassan Pratama, Syarief Hidayat, Arya Pandjalu, dan Arya S. Putra.

Semasa hidupnya, Tohny—murid maestro lukis S. Sudjojono—dikenal sebagai seniman ternama di Bandung. Dia aktif dalam berkesenian dengan mendirikan Sanggar Linggar Sari dan Sanggar Olah Seni.

Baca juga: Histori di Balik Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh

Rekam jejak berkeseniannya dimulai dengan melawan arus utama di Bandung yakni melukis dengan aliran realis. Tema lukisan yang dipilihnya adalah pemandangan alam dan figur manusia. Sementara, pada waktu itu seniman dari Kota Paris van Java ini melukis dengan aliran abstrak.

Setelah ’kepergian’ seniman pendiri seni Sanggar Linggar Sari dan Sanggar Olah Seni, anak-anak Tohny menggelar pameran bertajuk Pada Cermin di Galeri Nasional Jakarta, pada 30 April-12 Mei 2015 silam.

Kurator pameran Rizky A. Zaelani menuturkan dua ciri khas tema yang dipilih almarhum saat berkarya, dapat lekat terlihat pada lukisan yang dipamerkan. Lukisan berjudul Landscape Sedang (minyak pada  kanvas, 100 x 90 cm, 1989), begitu detail melukiskan pemandangan pegunungan.

Begitu pula dengan karya berjudul Teratai (minyak pada kanvas, 88 x 65 cm, 1984), dan Pagi yang Cerah (minyak pada kanvas, 150 x 100 cm, 1972). Tema tersebut menurut Rizki, terinspirasi dari kondisi Bandung saat Tohny masih aktif melukis.

Di sisi lain, seniman asal Tasikmalaya itu seperti ingin mengenalkan  tanda-tanda yang diberikan alam melalui medium kanvas. Lukisan lain yang keluar dari tema sentral, adalah lukisan tokoh nasional.
 

.

.

Pada lukisan berjudul Chaerul Saleh (minyak pada kanvas, 94 x 74 cm, 1964), merupakan bukti kekagumannya kepada wakil perdana menteri di Orde Lama tersebut.  Meskipun setia dengan lukisan realis, tetapi Tohny juga cukup lihai dalam melukis realis dan sketsa, sebagai selingan.

Beberapa karya lukisan abstrak dari Tohny a.l. Gejolak Hati (minyak pada kanvas, 825 x 30 cm, 1989), Komposisi (minyak pada kanvas, 30,5 x 23 cm, 1977), dan Cermin (minyak pada kanvas, 45 x 32,5 cm, 1985).

Baca juga: Keunikan Lukisan Karya Seniman Perempuan yang Dibuat di Bundaran HI

Sementara itu, untuk sketsa dapat dilihat pada karya berjudul Pepohonan (tinta pada kertas, 37,5 x 26 cm, 1994), Sebuah Taman (tinta pada kertas, 40 x 33,5 cm, 1993), dan Potret Diri (arang pada kertas, 29 x 39,5 cm, 1952).  

Catatan redaksi: Artikel diambil dari publikasi Bisnis Indonesia Minggu edisi 10 Mei 2015.

Editor: Fajar Sidik
 
SEBELUMNYA

Mantul! Album SEVENTEEN Face The Sun Masuk 10 Besar Top 200 Albums Billboard

BERIKUTNYA

3 Perbedaan Mengisi Ban Mobil dengan Angin Biasa & Nitrogen

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: