Pendiri Dapur Cokelat Ermey Tristiarty di Hotel JW Marriot. (Sumber gambar :Desyinta Nuraini)

21 Tahun Tetap Eksis, Ini Rahasia Bisnis Dapur Cokelat

02 June 2022   |   22:05 WIB

Usia puluhan tahun bukan waktu yang mudah untuk mempertahankan dan mengembangkan sebuah usaha.  Pasti ada masa kala usaha tersebut jatuh alias merugi, namun bagi mereka yang memiliki tekad kuat, pasti bisa bertahan atau bangkit lagi dari keterpurukan.

Seperti itulah yang dialami pasangan pengusaha pastry Ermey Tristiarty dan Okky Dewanto yang mendirikan Dapur Cokelat. Pada usia 21 tahun usaha toko pasetry ini mampu bertahan di tengah gempuran persaingan dan tren baru dalam bisnis kue.

Ermey mengungkapkan resep usahanya tetap eksis hingga saat ini adalah tekad yang kuat. "Harus tahan banting dan berusaha bangkit. Itu yang biasa saya berikan saran pada pemula. Saya selalu bilang kalau jatuh bangun," ujarnya dalam perayaan 21 tahun Dapur Cokelat, Kamis (2/6/2022). 

Dia menyebut biasanya usaha yang sehat, masih wajar apabila belum berkembang dalam waktu 3 bulan, 6 bulan, hingga 1 tahun. "Kalau sampai 2 tahun tidak jalan, ada yang salah dengan konsep atau manajemen," tegas Ermey.

Kendati demikian pada saat itu jangan sampai menyerah. Ermey menyebut justru saatnya membenahi konsep atau manajemen usaha dan kesempatan pun masih tetap ada. 
 

Salah satu gerai Dapur Cokelat/dapurcokelat.com

Salah satu gerai Dapur Cokelat/dapurcokelat.com


Begitu pula yang disampaikan Okky. Direktur utama Dapur Cokelat ini menyampaikan bahwa mereka yang mampu bertahan terutama di sektor makanan dan minuman adalah yang memiliki gairah dalam berbisnis. "Passion-nya di sini atau bukan. Kalau passion-nya bukan pastrie dan F&B, ya jangan masuk," sebutnya.

Seorang pengusaha juga harus tahan banting. Apabila mengalami hal sulit, harus bisa putar otak dan bangkit kembali.

"Jangan cengeng. Apalagi pada masa kompetisi yang kuat. Pesan saya harus tahan banting," tegas Okky.

Berawal dari kecintaan Ermey Tristiarty akan cokelat dan mimpinya untuk membuka gerai yang mengkhususkan diri pada cokelat dan produk turunannya, Dapur Cokelat sekarang telah memiliki 29 outlets dan 45 delivery points di seluruh wilayah Indonesia.

Ermey tahu bahwa cokelat adalah passion-nya, dan memantapkan diri untuk menimba ilmu tentang cokelat dan secara konsisten memperdalamnya ke manca negara. 

Sempat bekerja di beberapa perusahaan besar selepas lulus kuliah, Ermey dibantu kakak tercinta, Gusnidar, menerima pesanan membuat chocolate praline dari dapur rumah. Inilah cikal bakal Dapur Cokelat.

Pada 2001 Ermey membuka Toko Cokelat didampingi oleh kakak dan suaminya, Okky Dewanto. Toko Cokelat yang dibuka dengan peralatan terbatas menjelma menjadi Dapur Cokelat yang kita kenal sekarang ini.

Selama 21 tahun Dapur Cokelat fokus pada konsep awal yaitu toko cokelat yang menyediakan pastry, snack, dan minuman berbasis cokelat. Didukung oleh tim yang solid, kreativitas dan inovasi terus menerus, Dapur Cokelat menciptakan produk baru seiring perkembangan jaman.

Layanan prima Dapur Cokelat untuk mewujudkan kepuasan konsumen serta digitalisasi usaha dan adaptasi yang mumpuni di era pandemi, sukses membuat Dapur Cokelat tidak hanya bertahan, bahkan terus berkembang.

Editor: M R Purboyo
SEBELUMNYA

Transaksi Digital & Pembayaran Paylater Tumbuh Pesat

BERIKUTNYA

Studi Ini Sebut Ada 4 Perubahan Cara Hidup Manusia Akibat Pandemi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: