Sebanyak 6 seniman asal Indonesia berhasil memenangkan penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year (sumber gambar ilustrasi : Pexels/Deeana Arts)

Yuk Kenalan dengan Pemenang Penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year

27 April 2022   |   12:49 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

UOB Indonesia kembali mengadakan ajang kompetisi  bagi para seniman perupa di dalam negeri, yakni UOB Painting of The Year Indonesia 2022. Ajang yang berlangsung setiap tahun ini telah mengantarkan sejumlah seniman dari dalam negeri menjadi pemenang ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year.  

Maya Rizano, Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, mengatakan ajang yang telah diadakan lebih dari 10 tahun ini sudah mendukung banyak seniman Indonesia dalam mengembangkan talenta dan membantu untuk terhubung dengan lebih banyak peluang baik di dalam maupun luar negeri. 

Seniman akan mengikuti kompetisi tingkat regional, yakni UOB Southeast Asian Painting of the Year setelah memenangkan penghargaan di UOB Painting of the Year tingkat Indonesia. Di ajang tingkat regional tersebut, karya seniman Indonesia akan dikompetisikan dengan karya dari pemenang UOB Painting of the Year dari Singapura, Malaysia, dan Thailand. 

Berikut para seniman kategori established dari Indonesia yang berhasil memenangkan ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year.
 

1. Prabu Perdana

Seniman Prabu Perdana memenangkan ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year pada 2020 silam. Dia berhasil menjadi pemenang melalui karya lukisan berjudul Isolated Garden dengan medium Akrilik di atas Kanvas berukuran 100 x 150 cm. 

Di Isolated Garden, seniman membayangkan dirinya bekerja di sebuah taman, dan dikelilingi oleh tanaman hijau bersama dengan beberapa barang pribadinya. Sang seniman ini terinspirasi oleh Stone Garden di kabupaten Bandung, di dataran tinggi di mana suasananya mewakili ketenangan dan kesunyian.
 

2. Anagard

Seniman Anagard berhasil menjadi pemenang UOB Southeast Asian Painting of the Year 2019 dengan karyanya yang berjudul Welcome Perdamaian, Goodbye Kedengkian (Welcome Peace, Goodbye Hostility). Karya ini menggunakan medium cat semprot stensil pada alumunium dengan ukuran 176 x 96 cm. 

Karya seni sang seniman terinspirasi dari rumah doa di Bukit Rhema, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, yang merupakan simbol perdamaian dan persatuan di antara orang-orang dari berbagai agama dan kelompok. Karya seni ini mengungkap makna cinta dan kedamaian dalam keragaman, di atas segala perbedaan.
 

3. Suvi Wahyudianto

Seniman Suvi Wahyudianto adalah seniman asal Indonesia yang memenangkan penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year 2018. Sang seniman berhasil memenangkan penghargaan tingkat regional dengan karya berjudul Angs't (ANGST). 

Karya tersebut menggunakan media campuran di atas plat aluminium (Resin, plastik, enamel dan pigmen) dengan ukuran 100 x 150 cm. 

Karya ini menceritakan pengalaman pribadi dan memori sosial kolektif terhadap konfil dengan fokus pada peran penting empati. Bagi sang seniman, terlepas dari perbedaan ras dan budaya kami, pada dasarnya setiap individu adalah sama. 
 

4. Gatot Indrajati

Seniman Gatot Indrajati berhasil memenangkan penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year 2016. Karya yang mengantarkan sang seniman menjadi pemenang berjudul Right or Wrong My Home dengan media campuran (logam dan akrilik) di atas kayu.

Karya sang seniman bercerita tentang kota yang menjadi simbol pusat ekonomi, pemerintahan, budaya, dan kejahatan di setiap negara. Melalui proliferasi teknologi digital dan gaya hidup baru, budaya asing berkembang dan warga secara tidak sadar mengadopsi pola pikir dan perilaku yang homogen dan robotik. 

Dalam berbagai peristiwa kehidupan suatu bangsa, tetap ada sikap yang patut kita banggakan untuk bertahan dan bangkit dari cobaan.
 

5. Anggar Prasetyo

Anggar Prasetyo memenangkan penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year 2015. Sang seniman berhasil memenangkan penghargaan melalui karya berjudul Exploitaton of Fish dengan medium media campuran. 

Melalui karya ini sang seniman menyampaikan pesan bahwa kita harus melindungi laut dari keserakahan manusia atau risiko mewarisi ruang hitam yang terfragmentasi di mana lautan seperti yang kita kenal sekarang telah surut menjadi kenangan belaka.
 

6. Antonius Subiyanto

Seniman Antonius Subiyanto berhasil memenangkan penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year pada 2014 silam. Karya yang mengantarkannya sebagai pemenang berjudul Old Stock Fresh Menu dengan media akrilik di atas kanvas. 

Melalui karya ini, sang seniman ingin menunjukkan bahwa gaya hidup yang didorong oleh konsumsi massa hanyalah ilusi.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Sana TWICE Positif Covid-19 Pasca Tur Dunia di Jepang

BERIKUTNYA

Kasus Terus Meningkat, Akses Pengobatan Hemofilia di Indonesia Perlu diperluas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: