Metode biopsi untuk mengambil jaringan kelenjar (Sumber gambar : National Cancer Institute)

Waspada Benjolan di Leher dan Ketiak, Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

26 March 2022   |   15:36 WIB

Benjolan abnormal bisa tiba-tiba muncul di tubuh. Walaupun ada yang terbilang jinak, namun ada baiknya kalian tidak mengabaikannya, terutama jika benjolan tersebut muncul di leher dan ketiak. Bila dirasa mengkhawatirkan, tidak ada salahnya untuk memeriksakannya.

Spesialis Bedah Onkologi dari Eka Hospital BSD, Febriyanto Kurniawan menyampaikan bahwa leher, ketiak, dan lipatan paha merupakan tempat berkumpulnya kelenjar getah bening. Kelenjar ini berperan penting dalam sistem kekebalan. Dia bertindak sebagai simpul antara pembuluh limfatik yang merentang di seluruh tubuh. Sel-sel kekebalan yang berkumpul di simpul-simpul ini siap untuk menyerang bakteri, virus, atau zat asing lainnya yang masuk ke dalam tubuh.

Febri menyebut jika beragam patogen itu masuk dan menginfeksi tubuh, kelenjar getah bening akan membesar. Nah, biasanya kelenjar ini akan mengempis jika infeksi tersebut mereda setelah diberi obat seperti antibiotik dan obat radang. Namun apabila setelah mendapat pengobatan benjolan tidak kunjung hilang dan ukurannya semakin membesar, itu yang perlu diwaspadai.

Khusus untuk kelenjar getah bening, kata Febri jika dokter mendiagnosis itu sebagai tumor, sudah pasti kelenjar itu adalah kanker. "Jadi tidak ada tumor kelenjar getah bening yang jinak, kalau yang lain ada," ujarnya sat diwawancarai Hypeabis.id, Jumat (26/3/2022).

Terutama di ketiak. Kelenjar getah bening yang membengkak dan tidak bisa hilang serta terus membesar, bisa saja pemicunya adalah kanker kelenjar getah bening atau merupakan penyebaran tumor di tempat lain. "Misal tumor payudara, menyebarnya ke kelenjar getah bening ketiak. Banyak macamnya kelenjar getah bening ini. Dia bisa primer sebagai kanker, bisa sekunder akibat penyebaran kanker di tempat lain," tutur Febri.

Ya, kanker payudara paling sering menyebar ke kelenjar getah bening ketiak. Namun demikian Febri menegaskan tidak semua kelenjar getah bening ketiak berasal dari kanker payudara.

Untuk membedakan apakah benjolan kelenjar getah bening di ketiak sekadar infeksi biasa atau kanker payudara, hanya bisa dilihat secara klinis melalui metode biopsi, prosedur mengambil jaringan atau sampel dari tubuh. Kemudian sampel tersebut akan diuji dalam sebuah laboratorium dan dilihat bentuknya di bawah mikroskop. Biopsi merupakan salah satu tes untuk mendeteksi dan memantapkan diagnosis kanker.

"Benjolan yang pertama kita duga infeksi tetapi setelah diberi pengobatan tidak ada perubahan, masih tetap, semakin parah, kita duga tumor, maka kita lakukan biopsi," ujar Febri.

Namun yang pasti, Febri mengingatkan jika benjolan terutama pada ketiak muncul, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan. Sebab jika ternyata itu adalah kanker dan diagnosisnya telat, pengobatannya akan semakin berat dan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. 


Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

Kylie Jenner Dikritik Beli Teddy Bear Mewah Ratusan Juta

BERIKUTNYA

Seniman Aditya Novali Gelar Pameran Tunggal di Museum Tumurun

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: