Laze (Sumber gambar: PeachJa Records)

Laze Bicara soal Makna Kebahagiaan Lewat Lagu Simulasi Harta Takhta

19 March 2022   |   07:44 WIB

Rapper Laze kembali merilis single terbarunya berjudul Simulasi Harta Takhta. Mengangkat tema aspirasi kebahagiaan kelas menengah di kota besar, Laze mengajak para pendengarnya untuk merenungkan makna dari dorongan manusia untuk mencari kebahagiaan dan kenyamanan lewat mengejar kekayaan.

Dalam lagu ini, Laze menggunakan stereotip-stereotip khas kelas pekerja metropolitan untuk menceritakan khayalan klise para orang biasa tentang rasanya menjadi raja kota besar yang bergelimang harta dan kemakmuran.

“Ini anthem buat semua yang lagi ngejar kebahagiaan, kenyamanan dan keamanan. Gue yakin harusnya kita semua berhak akan itu,” kata Laze dalam siaran resminya yang diterima Hypeabis.id, Sabtu (19/3/2022).

Dikenal dengan kecakapannya merangkai wordplay, Laze membuka single Simulasi Harta Takhta dengan statement yang kuat yang merupakan gambaran imajinasi kelas menengah. Dia melantunkan berbagai permainan kata yang apik, salah satunya ketika dia bercerita tentang tabiat kebanyakan para pekerja di kota metropolitan seperti Jakarta.

Bagi Laze, mengejar kebahagiaan di kota besar dapat dikiaskan seperti sebuah permainan sepakbola, seperti yang tampak pada verse pembuka lagu ini
 
"Pertarungan berat, aku lawan aku. Satu hal yang tetap, aku kawan aku. Tapi aku ada gol, jangan halangi gawang aku. Ramal aku, terawang aku seperti uang palsu"- Simulasi Harta Takhta.
 

b

Laze (Sumber gambar: PeachJa Records)


Perjuangan keras penuh usaha terus menjadi nuansa yang mengiringi trek dinamis ini, sambil sesekali menyentil sadar orang-orang untuk kembali hidup di dunia nyata. Konsistensi Laze dalam berbicara tentang tema-tema seputar perjuangan hidup, kerja, status, dan makna hidup di kota besar sebenarnya merupakan buah dari pengalamannya sendiri.

Hadir sebagai kritik dan refleksi diri sekaligus sosial, lagu ini membawa makna yang lebih dalam tentang kebahagiaan yang sesungguhnya. Laze menyadari bahwa aspirasi dan imajinasi kelas menengah sering berujung pada usaha-usaha untuk hidup dalam simulasi, dan seolah yang penting adalah memastikan tercapainya kebahagiaan dan kemakmuran yang sesungguhnya.

Meski begitu, lagu ini dengan akurat merepresentasikan situasi kontradiktif dalam realitas kelas menengah, yang juga merupakan realitas sehari-hari bagi Laze. Meski di sisi lain, Laze tetap mengakui nikmatnya menghidupi simulasi bak raja-raja.

(Baca juga: Gandeng Duo Livingroom, Laze Rilis Single Tempat Pulang)

Lagu terbaru Laze ini seakan mengatakan bahwa hidup dalam simulasi bukanlah sekadar eskapisme, namun merupakan alat survival dan self-rewarding bagi individu-individu yang lelah. Pada akhirnya, Laze ingin menyampaikan bahwa semua orang punya hak untuk merasa bahagia, dan bahwa bahagia adalah konsep yang relatif.

“Gue ngerasa enggak adil kalau yang bisa seneng, hidupnya enak dan bisa cicipi kemewahan, cuma yang banyak duit aja. Kemewahan bisa jadi sederhana dan semua orang berhak bahagia, seneng-seneng sesuai kemampuan masing masing,” ungkap Laze.

Kejujuran pada diri sendiri, kejujuran tentang identitas diri, dan kejujuran menjalankan perkataan dan perbuatan, adalah makna dari realness yang bagi Laze akan membawa kita pada kebahagiaan.
 


Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

Kolaborasi Seniman Lokal Sulap Terowongan di Sirkuit Mandalika Jadi Keren

BERIKUTNYA

4 Cara Sukses Kencan Online Buat Perempuan Mandiri

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: