Contoh anatomi ginjal (Dok. Robina Weermeijer/Unsplash)

Kenali 3 Fungsi Ginjal yang Perlu Disadari

12 March 2022   |   13:22 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Ginjal memiliki peranan penting bagi tubuh. Walaupun hanya berukuran sebesar kepalan tangan, fungsinya bukan sebatas memproduksi urin alias air seni. Ahli Gizi yang juga Medical Senior Manager PT Kalbe Farma dr. Dedyanto Henky Saputra menerangkan ada sejumlah peranan penting ginjal.

Pertama, fungsi ginjal sebagai pembuangan. Ginjal membuang kelebihan air di dalam tubuh. Selain itu, membantu tubuh membuang zat lain seperti elektrolit dan sisa metabolisme dari makanan atau obat. 

Fungsi kedua terkait regulasi. Ginjal memegang peranan penting untuk mengontrol tekanan darah melalui renin atau enzim yang dihasilkan olehnya. Ginjal juga memiliki peran menjaga keseimbangan asam basa (pH).

Ketiga adalah fungsi produksi. Ginjal membantu produksi sel darah merah. Dia melepaskan hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang memproduksi eritrosit atau sel darah merah. 

Ginjal juga mengaktivasi vitamin D. Henky menjelaskan berjemur adalah proses pertama untuk mengaktifkan cadangan vitamin D di bawah kulit. Aktivasi kedua dilakukan oleh hati dan terakhir diaktifkan di ginjal.

"Tanpa adanya ginjal proses aktivasi vitamin D akan terhambat. Vitamin D dibutuhkan untuk penyerapan kalsium pada makanan. Jadi ginjal juga menjaga kesehatan tulang," terangnya dalam diskusi virtual, Kamis (10/3/2022).

Apabila ginjal sakit, fungsi-fungsi tersebut akan terganggu. Kalau terjadi gangguan atau kerusakan permanen, mulai muncul gangguan fungsi ginjal. Henky menyebut ada beberapa jenis penyakit ginjal. Antara lain yakni batu ginjal, infeksi saluran kemih, dan kalau sudah mengalami kerusakan secara permanen disebut dengan penyakit ginjal kronik (PGK) alias gagal ginjal.

PGK adalah kondisi gangguan kesehatan yang diakibatkan fungsi ginjal menurun secara permanen. "Patokannya terjadi selama 3 bulan atau lebih saat dievaluasi," sebut Hengky. 

Ada 5 stadium dalam PGK. Pada stadium awal gejalanya tidak terlalu spesifik. Henky menerangkan bahwa gejala penyakit ginjal kronik baru tampak pada stadium tiga dimana kerusakan terjadi sudah 60%. 

Gejalanya berupa pembengkakan atau edema pada kaki atau bagian tubuh yang kendur seperti kelopak bawah mata. Kemudian terjadi gangguan keseimbangan elektrolit. "Seharusnya kalau berlebih harus dikeluarkan, maka beberapa elektrolit bisa tinggi misal kalium," tuturnya.

Gejala lain yakni tekanan darah pasien menjadi tinggi karena kadar ureum yang tinggi, produksi sel darah merahnya terganggu yang menyebabkan anemia, pucat, dan lemas. Kemudian tulang keropos akibat penyerapan vitamin D yang terganggu. "Makin berat derajatnya, gejalanya makin terlihat nyata," tegas Hengky. 

Untuk mengetahui apakah terjadi kerusakan fungsi ginjal secara persisten dilakukan melalui pengukuran, salah satunya laju filtrasi glomerulus yang mengukur kemampuan ginjal untuk menyaring. 


Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Garmin Rilis Smartwatch Seri Instinct 2, Begini Spek & Harganya 

BERIKUTNYA

Bukan Antartika, Ternyata Kota Terdingin Dunia Ada di Rusia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: