Ilustrasi (dok. Pexels)

Ilmuwan Bicara Peluang Penjualan Data Kesehatan di NFT

04 February 2022   |   21:47 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Non Fungible Token atau NFT belakangan menarik perhatian publik seiring efek Ghozali Everyday yang berhasil mendapat miliaran rupiah. Sebelum fenomena ini, token yang tidak dapat dipertukarkan dan dibuat menggunakan teknologi blockchain tersebut lebih dulu dilirik para seniman.  

Dunia seni menjadikan NFT sebagai platform untuk membeli dan menjual seni digital yang didukung oleh kontrak digital. Kini muncul pertanyaan dari sejumlah orang, apakah sektor lain, seperti industri perawatan, juga bisa memanfaatkan NFT?

Menjawab pertanyaan tersebut, tim cendekiawan global multidisiplin dalam etika, hukum dan informatika yang dipimpin oleh ahli bioetika di Baylor College of Medicine mengusulkan bahwa alat tersebut dapat membantu pasien mendapatkan kontrol lebih besar atas informasi kesehatan pribadi mereka.

Kontrak digital NFT dianggap dapat memberikan kesempatan bagi pasien untuk menentukan siapa yang dapat mengakses informasi kesehatan pribadi mereka dan melacak bagaimana informasi tersebut dibagikan.

"NFT dapat digunakan untuk mendemokratisasi data kesehatan dan membantu individu mendapatkan kembali kendali dan lebih berpartisipasi dalam keputusan tentang siapa yang dapat melihat dan menggunakan informasi kesehatan mereka," kata Dr. Kristin Kostick-Quenet, penulis makalah dan asisten profesor di Pusat Etika Medis dan Kebijakan Kesehatan di Baylor seperti dilansir dari Medical Xpress, Jumat (4/2/2022).

(Baca juga: YouTube Siap-siap Eksplorasi Teknologi Blockchain & NFT)

Direktur Pusat Etika Medis dan Kebijakan Kesehatan di Baylor Dr. Amy McGuire menilai di era digitalisasi ini, informasi kesehatan juga bisa menjadi komoditas dan menguntungkan. "Tetapi ada juga banyak implikasi etika, hukum, dan sosial yang perlu dipertimbangkan," imbuhnya.

Para peneliti menunjukkan bahwa NFT masih rentan terhadap kelemahan keamanan data, masalah privasi, dan perselisihan atas hak kekayaan intelektual. Lebih lanjut, kompleksitas NFT dapat mencegah rata-rata warga memanfaatkan potensi mereka. 

Para peneliti percaya bahwa penting untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan tantangan karena NFT muncul sebagai jalan potensial untuk mengubah dunia data kesehatan.

“Peraturan federal sudah memberi pasien hak untuk menghubungkan aplikasi pilihan mereka ke catatan kesehatan elektronik dokter mereka dan mengunduh data mereka dalam format yang dapat dihitung,” sebut Direktur Computational Health Informatics di Rumah Sakit Anak Boston Dr. Kenneth Mandl, salah satu penulis makalah ini.

Sementara itu, Profesor Pediatri dan Informatika Biomedis di Harvard Medical School Donald AB Lindberg berpendapat sangat menarik untuk merenungkan apakah NFT atau teknologi mirip NFT dapat memungkinkan pembagian data yang disengaja di bawah kontrak pintar di masa depan.


Editor: Avicenna

SEBELUMNYA

Buku Memoar Orang-Orang Singkawang Soft Launching

BERIKUTNYA

Temuan Baru, Covid-19 Berpengaruh pada Sel Jantung

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: