Cek Tema dan Sejarah Hari Koki Internasional 2025

20 October 2025   |   08:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id
Cek Tema dan Sejarah Hari Koki Internasional 2025

Hari Koki Internasional (Sumber Foto: Freepik)


Setiap 20 Oktober, masyarakat di seluruh dunia merayakan Hari Koki Internasional atau International Chefs Day. Momen ini bertujuan untuk mengapresiasi para koki yang tak hanya sukses menciptakan cita rasa dalam setiap hidangan, tetapi juga menjadi pelaku penting dalam edukasi, kesehatan, dan keberlanjutan pangan.

Tahun ini, Hari Koki Internasional mengusung tema “Food Explorers”, yang diinisiasi oleh Worldchefs bersama Nestlé Professional. Lewat tema ini, anak-anak diajak untuk menjadi penjelajah makanan dan memahami dari mana bahan pangan berasal, bagaimana proses memasaknya, dan apa pengaruhnya bagi tubuh serta lingkungan.

Kampanye “Food Explorers” mendorong kegiatan yang seru dan edukatif, seperti lokakarya memasak interaktif, kunjungan ke kebun atau petani lokal, permainan rasa, hingga mengenal hidangan dari berbagai budaya. Tujuannya bukan hanya memperkenalkan profesi koki, tapi juga menumbuhkan rasa cinta pada makanan sehat dan kebiasaan makan yang lebih bertanggung jawab sejak dini. 

Baca juga: Restoran di Dubai Siap Hadirkan Pengalaman Kuliner dari Chef AI 

Di tengah tantangan dunia seperti krisis pangan dan perubahan iklim, peran koki kini jauh lebih luas dari sekadar memasak. Mereka menjadi pendidik kuliner yang mampu menjembatani pertanian lokal, rantai pasok berkelanjutan, dan kesadaran konsumen. 

Melalui semangat “Food Explorers”, Hari Koki Internasional 2025 mengajak masyarakat melihat dapur bukan sekadar tempat memasak, tetapi juga ruang belajar tempat tumbuhnya kreativitas, kepedulian terhadap alam, dan rasa ingin tahu tumbuh bersama. 

Sejak pertama kali diperingati, Hari Koki Internasional telah berkembang dari sekadar seremoni menjadi gerakan global yang menekankan pentingnya makanan sebagai bagian dari budaya, pendidikan, dan tanggung jawab sosial.

Tahun ini, berbagai kegiatan di sekolah, restoran, hingga komunitas kuliner menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara manusia, makanan, dan bumi yang menumbuhkannya.
 

Sejarah Hari Koki Internasional

Hari Koki Internasional atau International Chefs Day, merupakan peringatan yang dikhususkan untuk menghormati para koki di seluruh dunia.

Namun di balik aroma sedap perayaan ini, tersimpan kisah panjang tentang bagaimana profesi koki mulai diakui sebagai bagian penting dari peradaban manusia. Koki bukan sekadar pekerjaan dapur, melainkan profesi yang penuh seni, ilmu, dan tanggung jawab sosial.

Peringatan ini pertama kali dicetuskan oleh Dr. Bill Gallagher, seorang koki asal Afrika Selatan yang juga menjabat sebagai Presiden world association of chefs societies (worldchefs) pada 2004. Kala itu, Gallagher menyadari bahwa dunia kuliner telah berkembang pesat, tetapi penghargaan terhadap profesi koki belum sepenuhnya diakui.

Dia lalu menggagas sebuah hari khusus untuk merayakan dedikasi para koki di seluruh dunia, sekaligus mengajak masyarakat memahami peran penting mereka dalam membangun budaya pangan yang sehat dan berkelanjutan.

Namun, sejarahnya tidak berhenti di situ. Akar dari organisasi Worldchefs sendiri sudah terbentuk jauh lebih lama, tepatnya pada 1928, ketika 65 delegasi dari 17 negara berkumpul di Paris untuk mendirikan asosiasi internasional bagi para koki profesional. 

Pertemuan itu menjadi tonggak sejarah bagi dunia kuliner modern, karena untuk pertama kalinya para koki dari berbagai negara bersatu untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan standar profesionalisme. Dari sanalah lahir semangat solidaritas yang menjadi dasar berdirinya Hari Koki Internasional beberapa dekade kemudian.

Seiring berjalannya waktu, peringatan ini berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang apresiasi. Hari Koki Internasional kini menjadi gerakan global yang menyoroti isu-isu penting di dunia kuliner, mulai dari pendidikan anak-anak tentang makanan sehat, penggunaan bahan lokal, hingga praktik memasak yang ramah lingkungan.

Setiap tahun, Worldchefs menetapkan tema berbeda untuk menyesuaikan dengan tantangan zaman. Ada tahun di mana fokusnya adalah mengurangi limbah makanan, ada pula yang menyoroti pentingnya makanan bergizi bagi anak-anak di sekolah.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Food Explorers”, yang mengajak generasi muda untuk menjelajah dunia makanan dengan penuh rasa ingin tahu dan tanggung jawab. 

Baca juga: Profil Fajar Gusti Pangestu yang Jadi Pemenang MasterChef Indonesia Season 12

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Menjelajahi Cita Rasa Britania Lewat Menu Baru The Crown by Kirk Westaway

BERIKUTNYA

5 Oleh-oleh Kuliner Jambi, Tempoyak sampai Keripik Nanas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


Hari Koki Internasional (Sumber Foto: Freepik)

Cek Tema dan Sejarah Hari Koki Internasional 2025

20 October 2025   |   08:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id
Cek Tema dan Sejarah Hari Koki Internasional 2025

Hari Koki Internasional (Sumber Foto: Freepik)


Setiap 20 Oktober, masyarakat di seluruh dunia merayakan Hari Koki Internasional atau International Chefs Day. Momen ini bertujuan untuk mengapresiasi para koki yang tak hanya sukses menciptakan cita rasa dalam setiap hidangan, tetapi juga menjadi pelaku penting dalam edukasi, kesehatan, dan keberlanjutan pangan.

Tahun ini, Hari Koki Internasional mengusung tema “Food Explorers”, yang diinisiasi oleh Worldchefs bersama Nestlé Professional. Lewat tema ini, anak-anak diajak untuk menjadi penjelajah makanan dan memahami dari mana bahan pangan berasal, bagaimana proses memasaknya, dan apa pengaruhnya bagi tubuh serta lingkungan.

Kampanye “Food Explorers” mendorong kegiatan yang seru dan edukatif, seperti lokakarya memasak interaktif, kunjungan ke kebun atau petani lokal, permainan rasa, hingga mengenal hidangan dari berbagai budaya. Tujuannya bukan hanya memperkenalkan profesi koki, tapi juga menumbuhkan rasa cinta pada makanan sehat dan kebiasaan makan yang lebih bertanggung jawab sejak dini. 

Baca juga: Restoran di Dubai Siap Hadirkan Pengalaman Kuliner dari Chef AI 

Di tengah tantangan dunia seperti krisis pangan dan perubahan iklim, peran koki kini jauh lebih luas dari sekadar memasak. Mereka menjadi pendidik kuliner yang mampu menjembatani pertanian lokal, rantai pasok berkelanjutan, dan kesadaran konsumen. 

Melalui semangat “Food Explorers”, Hari Koki Internasional 2025 mengajak masyarakat melihat dapur bukan sekadar tempat memasak, tetapi juga ruang belajar tempat tumbuhnya kreativitas, kepedulian terhadap alam, dan rasa ingin tahu tumbuh bersama. 

Sejak pertama kali diperingati, Hari Koki Internasional telah berkembang dari sekadar seremoni menjadi gerakan global yang menekankan pentingnya makanan sebagai bagian dari budaya, pendidikan, dan tanggung jawab sosial.

Tahun ini, berbagai kegiatan di sekolah, restoran, hingga komunitas kuliner menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara manusia, makanan, dan bumi yang menumbuhkannya.
 

Sejarah Hari Koki Internasional

Hari Koki Internasional atau International Chefs Day, merupakan peringatan yang dikhususkan untuk menghormati para koki di seluruh dunia.

Namun di balik aroma sedap perayaan ini, tersimpan kisah panjang tentang bagaimana profesi koki mulai diakui sebagai bagian penting dari peradaban manusia. Koki bukan sekadar pekerjaan dapur, melainkan profesi yang penuh seni, ilmu, dan tanggung jawab sosial.

Peringatan ini pertama kali dicetuskan oleh Dr. Bill Gallagher, seorang koki asal Afrika Selatan yang juga menjabat sebagai Presiden world association of chefs societies (worldchefs) pada 2004. Kala itu, Gallagher menyadari bahwa dunia kuliner telah berkembang pesat, tetapi penghargaan terhadap profesi koki belum sepenuhnya diakui.

Dia lalu menggagas sebuah hari khusus untuk merayakan dedikasi para koki di seluruh dunia, sekaligus mengajak masyarakat memahami peran penting mereka dalam membangun budaya pangan yang sehat dan berkelanjutan.

Namun, sejarahnya tidak berhenti di situ. Akar dari organisasi Worldchefs sendiri sudah terbentuk jauh lebih lama, tepatnya pada 1928, ketika 65 delegasi dari 17 negara berkumpul di Paris untuk mendirikan asosiasi internasional bagi para koki profesional. 

Pertemuan itu menjadi tonggak sejarah bagi dunia kuliner modern, karena untuk pertama kalinya para koki dari berbagai negara bersatu untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan standar profesionalisme. Dari sanalah lahir semangat solidaritas yang menjadi dasar berdirinya Hari Koki Internasional beberapa dekade kemudian.

Seiring berjalannya waktu, peringatan ini berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang apresiasi. Hari Koki Internasional kini menjadi gerakan global yang menyoroti isu-isu penting di dunia kuliner, mulai dari pendidikan anak-anak tentang makanan sehat, penggunaan bahan lokal, hingga praktik memasak yang ramah lingkungan.

Setiap tahun, Worldchefs menetapkan tema berbeda untuk menyesuaikan dengan tantangan zaman. Ada tahun di mana fokusnya adalah mengurangi limbah makanan, ada pula yang menyoroti pentingnya makanan bergizi bagi anak-anak di sekolah.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Food Explorers”, yang mengajak generasi muda untuk menjelajah dunia makanan dengan penuh rasa ingin tahu dan tanggung jawab. 

Baca juga: Profil Fajar Gusti Pangestu yang Jadi Pemenang MasterChef Indonesia Season 12

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Menjelajahi Cita Rasa Britania Lewat Menu Baru The Crown by Kirk Westaway

BERIKUTNYA

5 Oleh-oleh Kuliner Jambi, Tempoyak sampai Keripik Nanas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.