Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta

26 March 2026   |   14:23 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta

House of Tugu (Sumber gambar: Foto: JIBI/Hypeabis.id/Abdurachman)


Jauh sebelum bertransformasi menjadi House of Tugu, salah satu bangunan bersejarah yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta ini dulunya merupakan kediaman saudagar Tionghoa ternama, Oei Tiong Ham. Sentuhan pemugaran kemudian menghidupkannya kembali, bukan sekadar sebagai tempat menginap dan bersantap, tetapi sebagai ruang yang merawat memori sejarah.

Di dalamnya terdapat dua pilihan tempat bersantap, yakni Babah Koffie dengan suasana yang lebih santai, serta Jajaghu yang menyajikan pengalaman fine dining melalui ragam hidangan peranakan.

Baca juga: Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng

Saat berkunjung, kami memilih bersantap di restoran Jajaghu. Atmosfer seni dan sejarah langsung terasa begitu memasuki ruangannya, dengan deretan koleksi barang antik era kolonial hingga benda-benda vintage dari dekade 1990-an yang tertata di berbagai sudut.

 

 

 

 

House of Tugu (Sumber gambar: Foto: Abdurachman/Bisnis)

House of Tugu (Sumber gambar: Foto: Abdurachman/Bisnis)

 


Salah satu elemen interior yang menonjol adalah pohon besar yang terintegrasi dengan struktur asli gedung. Meski sudah tidak lagi hidup, pohon tersebut tetap dipertahankan sebagai elemen artistik, menghadirkan kesan autentik sekaligus mempertegas karakter ruang yang sarat cerita.

Di ruang yang lain, elemennya tak kalah menarik. Di langit-langit ruangnya, tergantung naga besar yang didominasi warna emas dan merah. Dibuat pada tahun 1963 untuk perayaan Cap Go Meh, naga tersebut konon tak pernah dipakai karena situasi politik saat itu, menjadi saksi bisu sejarah dalam wujud seni yang kini bisa kita nikmati lagi.

Beralih ke sajian kuliner, Jajaghu menghadirkan ragam menu Nusantara yang dipadukan dengan sentuhan peranakan dan pendekatan modern dalam penyajiannya.

"Jajaghu lebih mengusung konsep fine dining dengan sajian Indonesian food yang diberi sentuhan fusion dan inovasi," kata Marketing Manager at Tugu Hotels & Restaurants Rosiany T Chandra.

Salah satu menu yang dicoba adalah Bebek Panggang Kwee. Hidangan ini disebut terinspirasi dari dapur keluarga Tan Soen, yang menekankan perpaduan teknik modern dengan cita rasa tradisi. Bebek yang dimasak perlahan ini menghasilkan tekstur kulit renyah berwarna keemasan yang cantik. Sementara itu, dagingnya tetap lembut dan juicy, menciptakan kontras tekstur yang memanjakan.

Percampuran rempah yang kaya, dari pala, bunga lawang, dan kayu manis memberi kedalaman aroma yang hangat sekaligus membangun karakter hidangan sejak suapan pertama.

Lalu, menu lainnya, seperti Soft Shelled Crab Saus Asam Pedas Rumah Besar Lasem menonjol dari sisi bahan dan teknik pengolahan. Kepiting cangkang lunak dipilih pada fase molting sehingga seluruh bagian dapat dikonsumsi, menghadirkan tekstur yang unik dan kaya protein laut.

 

 

 

 

House of Tugu (Sumber gambar: Foto: Abdurachman/Bisnis)

House of Tugu (Sumber gambar: Foto: Abdurachman/Bisnis)

 


Saat disantap, permainan teksturnya menarik. Lapisan luar yang renyah tanpa menghilangkan kelembutan daging di bagian dalam. Dari sisi rasa, saus asam pedas berbasis asam jawa dan cabai membangun karakter yang menggugah selera, ada dimensi segar, manis, dan sedikit pedas yang terasa pas.

Lalu, Udang Goreng Mentega Resep Kapitan Tuban juga menjadi salah satu sajian yang mencuri perhatian dalam rangkaian hidangan utama. Beranjak ke makanan penutup, Manisan Pesisir Tahun Baru tampil meriah dan menggugah selera.

Dessert ini memadukan kue keranjang kelapa emas gaya Cirebon dengan puding santan jeruk bali yang lembut, lalu diperkaya delima, kolang-kaling, leci, nanas karamel, serta siraman gula jawa cair. Kombinasi tersebut menghadirkan permainan tekstur dan rasa, dari renyah, kenyal, lembut, manis, dan segar, dalam satu sajian.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


House of Tugu (Sumber gambar: Foto: JIBI/Hypeabis.id/Abdurachman)

Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta

26 March 2026   |   14:23 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id
Menikmati House of Tugu, Destinasi Kuliner Berbalut Sejarah di Kota Tua Jakarta

House of Tugu (Sumber gambar: Foto: JIBI/Hypeabis.id/Abdurachman)


Jauh sebelum bertransformasi menjadi House of Tugu, salah satu bangunan bersejarah yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta ini dulunya merupakan kediaman saudagar Tionghoa ternama, Oei Tiong Ham. Sentuhan pemugaran kemudian menghidupkannya kembali, bukan sekadar sebagai tempat menginap dan bersantap, tetapi sebagai ruang yang merawat memori sejarah.

Di dalamnya terdapat dua pilihan tempat bersantap, yakni Babah Koffie dengan suasana yang lebih santai, serta Jajaghu yang menyajikan pengalaman fine dining melalui ragam hidangan peranakan.

Baca juga: Menikmati Kuliner Indonesia dalam Balutan Modern di Menteng

Saat berkunjung, kami memilih bersantap di restoran Jajaghu. Atmosfer seni dan sejarah langsung terasa begitu memasuki ruangannya, dengan deretan koleksi barang antik era kolonial hingga benda-benda vintage dari dekade 1990-an yang tertata di berbagai sudut.

 

 

 

 

House of Tugu (Sumber gambar: Foto: Abdurachman/Bisnis)

House of Tugu (Sumber gambar: Foto: Abdurachman/Bisnis)

 


Salah satu elemen interior yang menonjol adalah pohon besar yang terintegrasi dengan struktur asli gedung. Meski sudah tidak lagi hidup, pohon tersebut tetap dipertahankan sebagai elemen artistik, menghadirkan kesan autentik sekaligus mempertegas karakter ruang yang sarat cerita.

Di ruang yang lain, elemennya tak kalah menarik. Di langit-langit ruangnya, tergantung naga besar yang didominasi warna emas dan merah. Dibuat pada tahun 1963 untuk perayaan Cap Go Meh, naga tersebut konon tak pernah dipakai karena situasi politik saat itu, menjadi saksi bisu sejarah dalam wujud seni yang kini bisa kita nikmati lagi.

Beralih ke sajian kuliner, Jajaghu menghadirkan ragam menu Nusantara yang dipadukan dengan sentuhan peranakan dan pendekatan modern dalam penyajiannya.

"Jajaghu lebih mengusung konsep fine dining dengan sajian Indonesian food yang diberi sentuhan fusion dan inovasi," kata Marketing Manager at Tugu Hotels & Restaurants Rosiany T Chandra.

Salah satu menu yang dicoba adalah Bebek Panggang Kwee. Hidangan ini disebut terinspirasi dari dapur keluarga Tan Soen, yang menekankan perpaduan teknik modern dengan cita rasa tradisi. Bebek yang dimasak perlahan ini menghasilkan tekstur kulit renyah berwarna keemasan yang cantik. Sementara itu, dagingnya tetap lembut dan juicy, menciptakan kontras tekstur yang memanjakan.

Percampuran rempah yang kaya, dari pala, bunga lawang, dan kayu manis memberi kedalaman aroma yang hangat sekaligus membangun karakter hidangan sejak suapan pertama.

Lalu, menu lainnya, seperti Soft Shelled Crab Saus Asam Pedas Rumah Besar Lasem menonjol dari sisi bahan dan teknik pengolahan. Kepiting cangkang lunak dipilih pada fase molting sehingga seluruh bagian dapat dikonsumsi, menghadirkan tekstur yang unik dan kaya protein laut.

 

 

 

 

House of Tugu (Sumber gambar: Foto: Abdurachman/Bisnis)

House of Tugu (Sumber gambar: Foto: Abdurachman/Bisnis)

 


Saat disantap, permainan teksturnya menarik. Lapisan luar yang renyah tanpa menghilangkan kelembutan daging di bagian dalam. Dari sisi rasa, saus asam pedas berbasis asam jawa dan cabai membangun karakter yang menggugah selera, ada dimensi segar, manis, dan sedikit pedas yang terasa pas.

Lalu, Udang Goreng Mentega Resep Kapitan Tuban juga menjadi salah satu sajian yang mencuri perhatian dalam rangkaian hidangan utama. Beranjak ke makanan penutup, Manisan Pesisir Tahun Baru tampil meriah dan menggugah selera.

Dessert ini memadukan kue keranjang kelapa emas gaya Cirebon dengan puding santan jeruk bali yang lembut, lalu diperkaya delima, kolang-kaling, leci, nanas karamel, serta siraman gula jawa cair. Kombinasi tersebut menghadirkan permainan tekstur dan rasa, dari renyah, kenyal, lembut, manis, dan segar, dalam satu sajian.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Rekomendasi Kuliner Khas di Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Mudik

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.