Sumber gambar: Maverick

4 Perusahaan Ini Mulai Studi Kelayakan di Bidang Layanan Konektivitas Berbasis HAPS

19 January 2022   |   13:14 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Airbus, Nippon Telegraph and Telephone Corporation, NTT DOCOMO, INC., dan Sky Perfect JSAT Corporation (SKY Perfect JSAT) mulai melakukan studi kelayakan atas potensi kolaborasi di bidang layanan konektivitas berbasis high-altitude platform stations (HAPS) sebagai bagian dari ekosistem jaringan konektivitas nirkabel angkasa luar di masa depan. 

Dalam rilis yang diterima oleh Hypeabis.id, studi yang diluncurkan dengan nota kesepahaman ini bertujuan untuk mengidentifikasi persyaratan awal dari penyusunan jaringan berbasis HAPS.

Kolaborasi ini akan mempelajari penggunaan gabungan antara Airbus Zephyr sebagai unmanned aerial system (UAS) stratosfer fixed wing bertenaga surya dengan jaringan komunikasi nirkabel milik NTT, DOCOMO, dan SKY Perfect JSAT untuk menguji konektivitas HAPS.

Kemudian, mengidentifikasi penerapan teknologi secara praktis, mengembangkan teknologi yang dibutuhkan, hingga akhirnya dapat meluncurkan inovasi layanan internet nirkabel berpita lebar angkasa luar. 

Dalam pergerakan global untuk memperluas koneksi 5G dan nantinya memperkenalkan 6G, terdapat berbagai inisiatif untuk memperluas jaringan telekomunikasi di seluruh dunia agar bisa memenuhi kebutuhan di laut, udara, dan berbagai wilayah terpencil yang sulit diakses.

Salah satu dari inisiatif perluasan jaringan ini menggunakan HAPS yang terbang di level stratosfer sekitar 20km di atas Bumi, serta teknologi non-terrestrial network (NTN) yang berbasis satelit orbit geostasioner (GEO) dan satelit orbit bumi rendah (LEO). 

Jaringan yang disusun oleh HAPS dianggap sebagai solusi yang relatif mudah untuk menciptakan konektivitas di laut dan udara serta untuk mendukung upaya penanggulangan bencana dan berbagai aktivitas industri. 

Penyediaan layanan jaringan radio berbasis angkasa dengan teknologi NTN, atau disebut pula Space RAN (radio access network), diharapkan dapat mendukung jaringan telekomunikasi global dengan jangkauan yang jauh lebih luas. 

Jaringan ini juga cenderung lebih tahan bencana dan dapat mendukung koneksi 5G dan 6G. Selain itu, platform HAPS juga dapat dihubungkan ke gateway jaringan di daratan dan dengan begitu memperluas jangkauan layanan seluler yang sudah ada langsung ke perangkat pengguna. 

Operator pun dapat memberikan beragam opsi layanan untuk daerah pedalaman, situasi bencana, dan konektivitas maritim. 

Melalui penandatanganan MoU, keempat perusahaan ini akan mendiskusikan dan melihat perkembangan yang akan dibutuhkan untuk mewujudkan layanan konektivitas berbasis HAPS pada masa depan, melobi standardisasi, dan pelembagaan operasi HAPS, serta mengembangkan model bisnis yang tepat untuk komersialisasi layanan HAPS. 

Pembahasan akan meliputi penerapan HAPS untuk konektivitas seluler di daratan dan base station backhaul, performa beragam frekuensi dalam sistem HAPS, pertimbangan teknologi untuk menghubungkan HAPS dengan satelit dan stasiun bumi, serta pendirian sistem kerja sama untuk menguji jaringan yang menggabungkan teknologi NTN, satelit, dan HAPS. 

Seperti yang telah diumumkan pada 15 November 2021, DOCOMO dan Airbus telah sukses menjalankan propagation test antara jaringan di daratan dan pesawat HAPS “Zephyr S” di stratosfer, di mana konfigurasi tersebut telah menunjukkan potensi untuk menciptakan layanan komunikasi yang stabil. 


Editor: Gita

 

SEBELUMNYA

Kenali Kepribadian Seseorang dari Warna Pakaian

BERIKUTNYA

Malas Olahraga? Simak 5 Tips Ini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: