Ilustrasi vaksin (Sumber gambar: Pexels)

Intip Jenis Vaksin Booster di 3 Negara Ini

17 January 2022   |   18:36 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Sejumlah negara mulai menyuntikkan dosis ketiga vaksin Covid-19 di tengah penyebaran varian Omicron. Kendati demikian, jenis vaksin yang digunakan bervariasi. Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan sampai akhir 2021, Organisasi Kesehatan Dunia mencatat setidaknya ada 126 negara di dunia yang sudah memberi rekomendasi untuk vaksin booster atau tambahan, dan lebih dari 120 negara yang sudah mulai mengimplementasikannya. 

“Booster bertujuan mengembalikan efektifitas vaksin sehingga membaik kembali,” ujarnya, Senin (17/1/2022). 

Di Indonesia, vaksin booster mulai disuntikkan pada 12 Januari 2022. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui 6 jenis vaksin untuk dosis tambahan ini. Diantaranya vaksin Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, Zifivax. Beberapa vaksin diberikan dengan dosis penuh dan sisanya setengah dosis. Sementara metode pemberiannya ada yang homolog (vaksin yang sama dengan vaksin primer) dan heterolog (berbeda dengan vaksin primer).

Berikut ini pemberian booster yang ada di sejumlah negara.
 

1. Amerika Serikat

CDC Amerika Serikat merekomendasikan vaksin booster Pfizer-BioNTech atau Moderna Covid-19, setidaknya 5 bulan setelah pemberian vaksin primer mRNA Pfizer-BioNTech atau Moderna, dan sekitar 2 bulan setelah pemberian vaksin primer Janssen. Apabila booster Pfizer-BioNTech atau Moderna tidak dapat diberikan maka pilihan lain adalah booster dengan vaksin Janssen.

Amerika Serikat merekomendasikan pemberian vaksin tambahan setidaknya 28 hari sesudah vaksinasi primer pada orang lanjut usia (lansia) dan mereka dengan gangguan imunologis sedang dan berat, seperti penerima pengobatan aktif untuk tumor atau kanker darah, penerima transplantasi organ tubuh dan konsumsi obat untuk menekan sistem imun.

Kemudian mereka yang menerima transplantasi sumsum tulang dalam dua tahun terakhir atau mengkonsumsi obat yang menekan sistem imun, mereka yang didiagnosis gangguan imunologis sedang dan berat, seperti menderita DiGeorge syndrome atau Wiskott-Aldrich syndrome.

Pemberian vaksin juga bisa diberikan kepada penderita HIV yang mempunyai viral load tinggi atau angka CD4 rendah, atau tidak mengkonsumsi obat untuk mengatasi HIV-nya. Juga mereka yang mengkonsumsi obat steroid dosis tinggi otau obat lain yang mungkin dapat menekan sistem imunnya.
 

2. Inggris

Ada 3 jenis vaksin yang digunakan Inggris sebagai booster yaitu Pfizer, Moderna, dan Oxford/AstraZeneca. Kendati demikian, Inggris lebih menganjurkan penggunaan vaksin mRNA yaitu Pfizer atau Moderna sebagai booster, apapun jenis vaksin primer yang pernah diterima sebelumnya. Kalau karena alasan medik atau alergi maka seseorang tidak dapat disuntik vaksin Pfizer atau Moderna maka tentu dapat diberikan vaksin AstraZeneca.

Penelitian UK Health Security Agency menyebut 2 minggu sesudah pemberian booster maka level proteksi akan naik sampai 93,1 persen pada mereka yang vaksin primernya AstraZeneca dan naik menjadi 94 persen pada yang vaksin primernya adalah Pfizer.

Kemudian, risiko masuk rumah sakit akibat infeksi Omicron turun 65 persen pada mereka yang sudah divaksin dua kali dan turun 81 persen pada yang sudah divaksin 3 kali. Penelitian lain dari Skotlandia mencatat mereka yang sudah mendapat vaksinasi dosis ketiga, punya risiko 57 persen lebih rendah untuk menunjukkan gejala-gejala sesudah terinfeksi Omicron.
 

3. Australia

Australian Technical Advisory Group on Immunization (ATAGI) memberi rekomendasi penggunaan vaksin Moderna dan Pfizer sebagai booster. Pihak otoritas kesehatan Australia baru akan menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai booster pada mereka yang vaksin primernya adalah AstraZeneca, dan ada dalam kontraindikasi untuk mendapat booster dengan vaksin mRNA.
 
Tjandra menjelaskan secara umum pada dasarnya pemberian booster dengan vaksin mRNA memang untuk meningktatkan antibodi yang disebut imunitas humoral, dan juga mengaktifkan sel T yang dikenal dengan imunitas seluler. Beberapa negara juga menggunakan vaksin Moderna setengah dosis untuk pemberian booster karena efek proteksi booster-nya tetap terjamin baik, dan tentunya juga jadinya dapat mencakup lebih banyak orang.


Editor: Gita
 

SEBELUMNYA

5 Tips Praktis Memulai Decluttering

BERIKUTNYA

Pertimbangkan 4 Hal Ini Sebelum Membeli Rumah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: