sumber gambar ilustrasi : Ron Lach dari Pexels

Simak 3 Langkah Mencegah Defisiensi Vitamin D

13 January 2022   |   12:54 WIB

Ada beragam dampak penyebab defisiensi vitamin D, salah satunya adalah daya tahan tubuh yang rendah sehingga mudah terkena infeksi, sering merasa lelah, sakit tulang dan otot, serta penyembuhan luka terganggu atau lama. 

Tak hanya itu, risiko terhadap penyakit lain juga bisa meningkat, seperti gangguan autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker, serta komplikasi terkait kehamilan.  

Dalam rilis yang diterima oleh Hypeabis.id dari Combhipar, terdapat 3 langkah yang dapat dilakukan oleh Genhype guna mencegah terjadinya defisiensi vitamin D.  
 

1. Cek kadar vitamin 

Pertama, melakukan pengecekan kadar vitamin D secara berkala. Pemeriksaan kadar vitamin D rutin 6 (enam) bulan sekali bisa dilakukan untuk mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh, di mana normalnya adalah 25-80 ng/mL.
 

2. Perbanyak aktivitas di luar ruangan

Kedua, memperbanyak kegiatan di luar ruangan dan mengonsumsi makanan dengan kandungan vitamin D. Memperbanyak kegiatan di luar ruangan, seperti berolahraga, dapat membantu tubuh mendapatkan paparan sinar UV-B dari matahari, di mana diharapkan kulit yang diinduksi oleh sinar UV-B ini dapat memproduksi vitamin D. 

Genhype juga jangan lupa memperhatikan waktu dan berapa lama hal tersebut sebaiknya dilakukan. Pemenuhan vitamin D juga dapat berasal dari makanan yang kita konsumsi, seperti salmon, tuna, hati sapi, serta jamur.
 

3. Konsumsi suplemen vitamin D

Ketiga, mengonsumsi suplemen vitamin D. suplemen sangat dibutuhkan untuk memenuhi 80 persen sisa kadar vitamin D yang dibutuhkan sehari-hari secara optimal mengingat berjemur tidak cukup untuk memenuhi 80 persen tersebut. Sementara makanan yang dikonsumsi hanya dapat memenuhi 20 persen kebutuhan vitamin D dalam tubuh. 

dr. Adam Prabata menuturkan vitamin D, dengan sifat anti-inflamasi dan imunoregulasinya, berguna untuk aktivasi pertahanan sistem kekebalan tubuh, sehingga berperan penting dalam pencegahan terhadap infeksi, penyakit, dan gangguan terkait kekebalan tubuh. 

“Bahkan terdapat pula sebuah studi yang menyebutkan secara spesifik bahwa pasien dengan kadar serum D3 yang optimal kurang lebih 50 ng/mL, berasosiasi dengan kemungkinan yang sangat kecil untuk mengalami konsekuensi fatal akibat Covid-19," katanya. 

Penggabungan vaksinasi dengan penguatan sistem kekebalan tubuh melalui konsumsi suplemen vitamin D3 secara konsisten berpotensi membantu mencegah risiko-risiko berat virus corona, terutama dengan masuknya varian Omicron sejak pertengahan Desember 2021.

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

Ini Gejala Defisiensi Vitamin D, Salah Satunya Gampang Lelah

BERIKUTNYA

Tekanan Saat Menyusui Sebabkan Risiko Postpartum Depression, Ini Cara Mengatasinya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: