Ilustrasi (Photo by Monstera from Pexels)

Sejarah Thanksgiving & Bagaimana Budaya Ini Terus Berlanjut hingga Ratusan Tahun

25 November 2021   |   21:05 WIB

Pada tahun 1621, kolonis Plymouth dan Wampanoag mengadakan pesta panen musim gugur bersama yang diakui hari ini sebagai salah satu perayaan Thanksgiving pertama di kawasan koloni. Selama lebih dari dua abad, Thanksgiving dirayakan oleh masing-masing koloni dan negara bagian.

Baru pada tahun 1863, di tengah Perang Saudara, Presiden Abraham Lincoln memproklamirkan Hari Thanksgiving sebagai hari nasional yang akan diadakan setiap bulan November.

Dilansir oleh History, sejarawan meyakini hidangan yang disajikan pada perayaan Thanksgiving banyak menggunakan rempah-rempah dan metode memasak tradisional penduduk asli Amerika.

Karena para peziarah tidak memiliki oven dan persediaan gula Mayflower telah berkurang pada musim gugur tahun 1621, mereka tidak menyajikan pai, kue, atau makanan penutup lainnya, yang kini menjadi ciri khas perayaan Thanksgiving kontemporer.

Di banyak rumah tangga Amerika, perayaan Thanksgiving telah kehilangan banyak makna religius aslinya; sebagai gantinya, sekarang kegiatan ini dilakukan dengan memasak dan berbagi makanan yang berlimpah bersama keluarga dan teman. 

Adapun, meski tidak ada banyak bukti konkrit yang mengatakan kalkun disajikan pada pesta Thanksgiving perdana pada tahun 1621, makanan itu hingga kini menjadi menu pokok dan identik dengan Thanksgiving.

Menurut National Turkey Federation, saat ini hampir 90 persen orang Amerika memasak kalkun pada hari Thanksgiving, dengan dipanggang, dibakar atau digoreng (deep fried).

Makanan tradisional lainnya termasuk isian (stuffing), kentang tumbuk, saus cranberry, dan pai labu. 

Menjadi sukarelawan adalah kegiatan Hari Thanksgiving yang umum dilakukan, dan komunitas sering mengadakan acara makan-makan dan menyelenggarakan makan malam gratis bagi mereka yang kurang beruntung.

Parade Thanksgiving juga telah menjadi bagian integral dari liburan di kota-kota di seluruh Amerika Serikat. 

Dipersembahkan oleh department store Macy sejak 1924, parade Hari Thanksgiving Kota New York adalah acara terbesar dan paling terkenal, menarik sekitar 2 hingga 3 juta penonton di jalanan kota New York dan menarik banyak penonton televisi. 

Parade ini biasanya menampilkan marching band, pertunjukkan akrobat, kendaraan hias dan balon raksasa berbentuk seperti karakter kartun.

Perayaan ini juga dihadapi dengan sejumlah kontroversi di mana beberapa penduduk asli Amerika dan banyak pihak lainnya mempermasalahkan bagaimana kisah Thanksgiving disajikan kepada publik Amerika, dan terutama kepada anak-anak sekolah.

Dalam pandangan mereka, narasi tradisional melukiskan potret cerah hubungan antara peziarah Eropa dan orang-orang Wampanoag, menutupi konflik panjang dan berdarah antara penduduk asli Amerika dan pemukim Eropa yang mengakibatkan kematian puluhan ribu orang.


Editor: Indyah Sutriningrum
 
SEBELUMNYA

Tips Melelehkan Daging Beku dalam 5 Menit

BERIKUTNYA

Keren! Restoran Ini Hadirkan Interior Luar Angkasa nan Futuristik

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: