4 Penyebab Sepeda Motor Tiba-Tiba Terbakar (dok: Unsplash/Guido Jansen)

Perhatikan 4 Penyebab Sepeda Motor Tiba-Tiba Terbakar

24 November 2021   |   09:12 WIB
Image
Rezha Hadyan Hypeabis.id

Terdapat berbagai macam penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering dijumpai di jalanan. Mulai dari yang disebabkan oleh kelalaian pengendara hingga yang terjadi secara tiba-tiba karena hal tak terduga.

Risiko tidak terduga saat bersepeda motor salah satunya adalah kendaraan tiba-tiba terbakar saat digunakan di jalan. Tentu saja hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan pengendaranya.

Berikut ini 4 Penyebab Sepeda Motor Tiba-Tiba Terbakar menurut PT Mitra Pinasthika Mulia, Distributor Sepeda Motor Honda Wilayah Jawa Timur & Nusa Tenggara Timur.
 

1. Modifikasi yang berlebihan

Pada saat akan memodifikasi kendaraan  ada baiknya untuk mempertimbangkan apa saja spare part yang digunakan. Point utama modifikasi biasanya meenyangkut tiga hal, antara lain engine misalnya bore up/penggantian system klalpot, frame misalnya penggantian roda-roda dan elekttrik misalnya penambahan lampu dan lain-lain.

Baca juga Waspada, Hindari 6 Penyebab Mobil Terbakar Ini

Modifikasi harus dilakukan oleh modifikator yang ahli dan mengggunakan spare part yang teruji pula. Modifikasi system kelistrikan cukup marak akhir - akhir ini karena tersedia begitu banyak bahan modifikasi seperti lampu led dan banyak di jual dengan harga murah.

Modifikasi yang dikerjakan sembarangan tanpa pengetahuan kelistrikan otomotif yang memadai, dapat mengakibatkan timbulnya konsleting dan memicu kecelakaan bahkan dapat mengakibatkan motor yang terbakar.
 

2. Bahan bakar yang bocor

Bahan bakar yang bocor atau meluber memiliki kemungkinan terkena percikan api dari sistem pengapian. Inilah yang kemudian bisa menyebabkan terjadinya motor terbakar saat dikendarai.

Seringkali dugaan awal saat sebuah kendaraan terbakar dikarenakan adanya kebocoran pada bahan bakar yang di sebabkan tangki motor yang tidak tertutup dengan baik ataupun lewat selang bahan bakar yang bocor.

Disisi lain saat melakukan perawatan berkala setiap 4000 km, harus dipastikan kondisi saluran/selang bahan bakar dalam kondisi yang baik.

Pemeriksaan harus dilakukan oleh mekanik yang memiliki kompetensi yang baik, karena bisa jadi saat pemeriksaan, misalnya pemeriksaan tekanan bahan bakar harus dilakukan penggaian part tertentu.

Tutup bahan bakarpun terdapat karet perapat dan system pernapasan atau lubang kecil di tutup tangki, harus terpasang dengan baik dan bebas dari benda lain, agar tidak terjadi kendala selama berkendara, missal mbebet saat dikendarai.
 

3. Oli bocor

Lakukan pengecekan kondisi seluruh bagian motor sebelum berkendara, cek indikator oli serta ketinggian oli di deepstik/batang pemeriksaan oli mesin. Perhatikan apakah ada kebocoran atau tidak.

Salah satu fungsi Oli adalah sebagai pendingin/menyebarkan panas engine. Kurangnya jumlah oli dapat mengakibatkan naiknya temperature engine diatas temperature normalnya.

Apabila ditemukan oli yang merembes, segera ganti komponen tersebut. Karena oli yang bocor dapat berbahaya jika dibiarkan.

"Oli berperan penting dalam engine kendaraan, diantaranya menjaga temperature atau pendingin engine, oli yang bocor dapat mengakibatkan kerusakan yang parah pada mesin motor. Karena kinerja motor berkurang atau bahkan dapat mogok," kata Naim Muhdori selaku Technical Development Area Head MPM Honda Jatim.
 

4. Kondisi mesin terlalu panas

Selama kondisi motor menyala, maka akan menghasilkan panas di area mesin dan sistem gas buang/knalpot. Panas tersebut akan semakin tinggi saat dikendarai dalam waktu yang lama, misalnya keluar kota atau dikendarai berjam-jam, apalagi dalam kecepatan tinggi. Selama sepeda motor dalam kondisi terawatt, motor tidak masalah digunakan pada kondisi tersebut.

Disisi lain faktor eksternal dapat memicu terjadinya kecelakaan dan bahkan sampai terjadi kebakaran. Sesuatu yang menempel di bagian engine atau knalpot yang panas dapat menghambat pelepasan panas ke udara bebas, hal ini akan menyebabkan bagian yang tertutup benda eksternal atau benda asing menjadi lebih panas lagi dan dapat memicu sebagai sumber api atau awal titik kebakaran.

"Perhatikan kondisi motor apabila berkendara dengan jarak jauh. Bersihkan atau hindari menutup bagian motor yang panas seperti engine dan knalpot dari benda-benda asing. Sebaiknya beristirahat setelah melakukan perjalanan setiap 2 jam sekali, selain untuk memulihkan kondisi tubuh juga agar mesin motor tidak  terlalu panas," tutup Naim.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Bahaya Nyeri Panggul, Ini Deretan Penyebabnya!

BERIKUTNYA

Qualcomm Konfirmasi Perubahan Pola Penamaan Prosesornya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: