Ilustrasi salon (dok: Unsplash/Greg Trowman)

Mau Berbisnis Salon? Ini Dia Waralaba Salon Ternama

23 November 2021   |   08:26 WIB
Image
Rezha Hadyan Hypeabis.id

Bagi kalian yang berencana mengembangkan bisnis, salah satu bisnis yang dapat dijadikan pertimbangan adalah bisnis salon. Sama seperti bisnis kuliner, bisnis yang satu ini tidak akan tetap relevan sepanjang masa atau ketinggalan zaman, bahkan pada kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Namun, membuka bisnis salon tak semudah membalikkan telapak tangan. Bisnis ini sangat erat kaitannya dengan kepercayaan konsumen.

Tempat yang representatif, harga yang kompetitif, serta tenaga kerja yang terlatih nyatanya tak cukup membuat sebuah salon berkibar dalam waktu singkat. Oleh karena itu, tak sedikit yang memutuskan untuk mengambil jalan pintas dengan membeli lisensi waralaba salon terkemuka.

Mengambil jalan pintas tersebut tentu saja menjadi pilihan bijak, terutama bagi mereka yang sama sekali tak punya latar belakang bisnis salon. Mengingat bisnis tersebut terbilang kompleks, khususnya yang berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM).

Bicara soal waralaba salon, nama Martha Tilaar Salon dan Spa sudah pasti tak boleh dilewatkan. Waralaba salon yang bernaung di bawah PT Cantika Puspa Pesona ini punya reputasi mentereng di Tanah Air.

Selain ditunjang oleh nama besar Martha Tilaar Group sebagai produsen perawatan tubuh dan kosmetik kenamaan di Indonesia, Martha Tilaar Salon Day Spa telah mengantongi sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri.

Menurut Business Development Manager Martha Tilaar Salon Day & Spa Pery Andiani, pihaknya pada akhir tahun lalu berhasil meraih penghargaan sebagai Best Beauty Treatment dalam Female Daily Beauty Award. Penghargaan tersebut melengkapi penghargaan Spa of The Year dari Hospitality Asia Platinum Award yang diraih berturut-turut pada 2016-2018.

Martha Tilaar Salon Day & Spa juga terpilih menjadi penerima Indonesia Beauty Icon Awards 2019 untuk kategori Best Spa 2019.

Sejauh ini jumlah waralaba Martha Tilaar Salon Day Spa mencapai lebih dari 80 salon yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak begitu banyak mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi mitra atau terwaralaba terbilang besar.

Pery menjelaskan untuk membuka waralaba Martha Tilaar Salon Day Spa biaya atau nilai investasi yang harus dikeluarkan mencapai Rp550 juta. Nilai tersebut sudah meliputi biaya waralaba untuk enam tahun.

"Nilai ini sudah meliputi biaya franchise untuk enam tahun, sistem POS [point of sales] kasir Real-Time, back office training, survei lokasi dan gedung usaha untuk daerah Jadetabek [Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi]," katanya.

Nilai tersebut sudah meliputi bantuan pemasaran dengan alat pemasaran (marketing) tools untuk acara pembukaan salon dengan nilai Rp10 juta. Tentu saja, terwaralaba harus menyiapkan biaya tambahan untuk biaya pembelian atau penyewaan tempat yang terlebih dahulu harus disurvei oleh pihak Martha Tilaar Salon Day Spa.

Adapun, untuk pembagian keuntungan, Martha Tilaar Salon Day & Spa menetapkan biaya atas penggunaan merk dagang yang wajib dibayarkan  setiap bulannya sebesar 5?ri pendapatan kotor. Tidak ada target pendapatan atau penjualan bulanan yang harus dipenuhi oleh terwaralaba.

Kemudian untuk SDM, terwaralaba tak perlu khawatir karena Martha Tilaar Salon Day & Spa memiliki pusat pelatihan khusus untuk penata rambut  dan terapis yang nantinya ditugaskan di cabang waralaba salon tersebut. Pelatihan yang diberikan tidak main-main karena disesuaikan dengan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO)

Direktur Utama Martha Tilaar Salon Day & Spa sekaligus Vice Chairwoman Martha Tilaar Group Wulan Tilaar layanan yang diberikan pihaknya dilakukan sesuai dengan lima prinsip Martha Tilaar Group atau Power Five.

Prinsip yang dimaksud meliputi Indonesian Concept, Innovative and Creative, Tradition to Modern Lifestyle, Empowering Woman, dan Local Wisdom to Global.

SALON MUSLIMAH
Sedikit berbeda dengan waralaba salon lainnya, Moz5 Salon Muslimah secara khusus menargetkan muslimah atau perempuan berhijab sebagai pasar utamanya. Walaupun demikian, bukan berarti Moz5 Salon Muslimah fokus pada perawatan rambut saja.

Menurut CEO sekaligus Founder Moz5 Salon Muslimah Yulia Astuti, pihaknya menawarkan layanan lengkap perawatan tubuh perempuan mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dia menegaskan semua layanan tersebut mengedepankan syariat Islam.

Walaupun demikian, waralaba salon yang berdiri sejak 2002 itu dikenal sebagai spesialis rambut perempuan berhijab. Karena tidak bisa dipungkiri rambut yang tertutup seharian membutuhkan perawatan ekstra.

"moz5 Salon Muslimah memfokuskan perawatan rambut dengan produk moayu yang dikhususkan untuk masalah-masalah para perempuan berhijab," katanya.

Sebagai catatan, moayu merupakan produk eksklusif dari moz5 Salon Muslimah yang dibuat khusus sesuai dengan kebutuhan perempuan berhijab di Tanah Air. Produk tersebut diklaim memiliki sejumlah kelebihan, antara lain bebas kandungan paraben, mengandung minyak alami (essential oil), dan bebas kandungan hewani.

Sejauh ini, moz5 Salon Muslimah telah memiliki lebih dari 20 cabang yang tersebar di Jadetabek, Jawa Barat, Sumatra Selatan, serta Kalimantan. Belum lama ini, waralaba salon tersebut membuka dua cabang tambahan di Bandung, Jawa Barat.

Bagi Anda yang berminat untuk menjadi mitra atau terwaralaba dari moz5 Salon Muslimah, ada dua paket waralaba yang bisa dipilih, yakni Management by Franchisor dan Stop and Glow.

Management by Franchisor merupakan pilihan tepat bagi mereka yang tak punya pengalaman latar belakang bisnis salon. Karena pengelolaan operasional salon akan ditangani langsung oleh manajemen moz5 Salon Muslimah.

Kemudian untuk paket Stop and Glow adalah format salon muslimah yang mini dan praktis, tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. Paket ini cocok untuk dikembangkan di perkantoran, tempat usaha, atau hunian seperti apartemen. Tentu saja, untuk biaya yang menyesuaikan dengan skala lokasi salon.

Adapun, untuk sistem pembagian pendapatan terdapat skema bagi hasil secara proporsional berdasarkan penyertaan modal. Terdapat pula  sistem bagi hasil 60 persen:40 persen serta royalti 8 persen dari omzet.

Editor: Fajar Sidik

 
SEBELUMNYA

Apa Saja Fungsi Filter Oli dan Kapan Harus Diganti?

BERIKUTNYA

Jangan Anggap Sepele, Tersedak Dapat Mengancam Jiwa Loh!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: