Ilustrasi interaksi antara hewan ke manusia yang bisa mentransmisi virus (dok. Pexels)

Waduh, Ada 18 Virus pada Hewan Jadi Ancaman Pandemi Baru

15 November 2021   |   22:33 WIB

Ancaman pandemi baru yang berasal dari mutasi virus pada hewan bukan hanya Covid-19 loh. Dalam sebuah penelitian yang terbit Jumat (12/11/2021), para ahli mengidentifikasi 71 virus mamalia, termasuk 18 yang berisiko tinggi dan berbahaya bagi manusia dan hewan lainnya karena dapat memunculkan pandemi baru. Virus tersebut bahkan berada pada satwa yang diperdagangkan di Pasar Huanan, Wuhan. 

Menurut para peneliti, yang paling mengkhawatirkan adalah mikroba yang ditemukan pada musang, hewan nokturnal kecil. Spesies ini diyakini membawa virus corona SARS dari kelelawar ke manusia di China pada 2002.

Shuo Su, seorang profesor kedokteran hewan di Nanjing Agricultural University dan rekannya meneliti 1.725 hewan dari 16 spesies yang biasa diburu atau dikonsumsi di 19 provinsi di China. Di antara lusinan virus mamalia yang diidentifikasi selama 5 tahun terakhir, 45 belum pernah dideskripsikan sebelumnya.

Banyak spesies yang diselidiki ditampilkan pada daftar harga di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, pusat penyebaran wabah Covid-19. Di antara temuan virus penting, para ilmuwan mengidentifikasi untuk pertama kalinya keberadaan virus hepatitis E dan jenis influenza H9N2 pada luak dan musang.

Virus flu burung itu sekarang menjadi jenis yang paling umum pada ayam dan bebek, dan telah menyebabkan banyak infeksi pada orang-orang di China. “Itu menyebabkan gejala pernapasan yang jelas pada musang Asia, meskipun musang yang terinfeksi tampak sehat,” kata para peneliti dikutip dari Bloomberg, Senin (15/11/2021).

Para ilmuwan juga menemukan patogen dalam jumlah sedang hingga tinggi pada trenggiling, musang, dan tikus bambu, yang dianggap spesifik menginfeksi manusia. Patogen itu termasuk norovirus yang menyebabkan gejala muntah dan diare, serta influenza B.

Selain itu, para penulis mengidentifikasi penularan lintas spesies dari beberapa virus hewan, termasuk virus corona terkait kelelawar pada musang, virus corona terkait burung pada landak, dan pneumovirus babi terkait babi pada trenggiling. 

“Penularan virus corona kelelawar ke musang sangat meresahkan. Spesies lebih lanjut yang melompat dari musang ke manusia dapat dengan mudah memulai wabah besar,” kata Edward Holmes, peneliti dari Universitas Sydney.

Dia mengatakan studi ini menyoroti dengan tepat mengapa perdagangan satwa liar dan pasar hewan hidup adalah kecelakaan pandemi yang menunggu untuk terjadi.

“Hewan-hewan yang dijual sebagai hewan buruan di pasar hewan hidup membawa berbagai macam virus patogen. Virus yang tepat pada hewan yang tepat pada waktu yang tepat dapat dengan mudah memicu pandemi global,” tegas Holmes.

Editor Fajar Sidik
SEBELUMNYA

Serial Tokyo MER Ungkap Persaingan Dokter dalam Tim Penyelamat Darurat

BERIKUTNYA

Awas, Workplace Bullying Bikin Depresi Hingga Ganggu Produktivitas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: