Cool+Agile Brands (dok. inventure)

Catat! Deretan Brand Lokal Ini Tumbuh Pesat saat Pandemi

02 November 2021   |   20:37 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Genhype tentu sudah tahu ya pada masa pandemi ini banyak merek yang harus takluk dan bertumbangan. Meski demikian, nyatanya ak sedikit merek yang justru tumbuh dan menjadi pemenang di masa pandemi. Mereka tumbuh mengesankan, seakan tak terpengaruh situasi dan kondisi yang tidak kondusif akibat disrupsi yang ada, terutama disrupsi yang membuat bisnis menciut karena aneka pembatasan seperti social distancing.

Berdasarkan laporan dalam buku berjudul The Rise of Cool+Agile Brands yang diluncurkan oleh Inventure, terdapat setidaknya 30 brands yang mampu keluar dari jerat triple disruption akibat pandemi yaitu digital disruption, millennial disruption, dan pandemic disruption.

Yuswohady, Managing Partner dari Inventure mengatakan brand-brand yang berhasil menaklukan triple disruption tersebut merupakan Millennial brands yang mampu menawarkan model bisnis baru yang inovatif.
“Mereka yang sukses melewati triple disruption ini kami sebut Cool+Agile Brands. Para millennial brands ini berhasil berselancar di atas triple disruption,” ujarnya.

Beberapa brand yang bisa disebut antara lain MS Glow, perusahaan kosmetik yang memiliki 40 item produk, 78.147 jaringan penjualan, dan 1 juta produk penjualan per bulan; Elemen Bike yang penjulannya melejit mendekati Rp1 triliun selama 2020; SiCepat yang berhasil mengantarkan jumlah paket mencapai 2,8 juta per hari, naik dari tahun 2020 (1 juta paket).

Ada juga RANS yang terus mekar dari semula hanya memiliki 3 karyawan, kini RANS yang baru berusia 3 tahun sudah memiliki 300 pegawai bahkan berhasil memikat grup besar, EMTEK untuk membeli sahamnya. Selain itu ada pula Kredivo, Halodoc, Wahyoo, eFishery, Ajaib, Yummykitchen, Agate, Blibli, Sociolla, Kitabisa, Kopi Kenangan, Kutus-Kutus, Erigo, Javara,dan lain sebagainya.

“Mereka yang tumbuh ini adalah para juara di tengah pandemi. Tentu saja para pemenang ini mengembangkan strateginya masing-masing. Namun pertumbuhan pesat mereka di era pandemi tak terlepas dari kemampuan mereka berhasil melakukan “riding the disruption wave” (berselancar di atas disrupsi),” terangnya.

Yuswohady mengatakan ciri khas para penunggang yang sukses berselancar di atas triple disruptions ini adalah pola pikir dan perilaku para founder serta pengelolanya yang digital minded dan digital savvy. Mereka lincah memanfaatkan teknologi digital serta preferensi milenial.

Editor Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Yuk Intip 2 Model Mercedes Benz Terbaru Rakitan Indonesia Ini

BERIKUTNYA

Pilot Jadi Tukang Bubur, Sukses Buka 60 Cabang & Tawarkan Kemitraan Rp5 juta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: