Pelembab salah satu yang bisa mempertahankan skin barrier (Sumber: pexel)

5 Tips Menjaga Lapisan Pelindung Kulit

28 October 2021   |   10:41 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Kulit terdiri dari lapisan-lapisan yang memiliki fungsi penting untuk melindungi tubuh. Lapisan terluar disebut stratum corneum, sering digambarkan sebagai dinding batu bata yang disusun menggunakan adukan semen. Terdiri dari tumpukan sel-sel kulit mati yang keras dan anti-air disebut corneocytes dan lipid sebagai perekatnya. Inilah yang disebut skin barrier alias pelindung kulit.

Melansir Healthline, Kamis (28/10/2021), di dalam corneocytes  terdapat keratin dan pelembab alami, sedangkan lipid mengandung kolesterol, asam lemak, dan ceramide.

Dinding batu bata tipis yang fantastis ini melindungi kita dari segala macam racun dan patogen lingkungan berbahaya yang dapat menembus kulit dan mendatangkan malapetaka bagi tubuh. Selain itu, tanpa skin barrier, air di dalam tubuh akan keluar dan menguap, yang akhirnya membuat kita dehidrasi.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga skin barrier yang kita miliki. Sebab banyak faktor yang bisa merusak pelindung kulit ini, seperti lingkungan yang terlalu lembab atau terlalu kering, alergen, iritan, dan polutan. 

Kerusakan kulit juga bisa disebabkan terlalu banyak terkena sinar matahari, deterjen dan sabun alkali, paparan bahan kimia keras, over-exfoliation atau over-washing, penggunaan steroid, tekanan psikologis atau stres, hingga faktor genetik. Hal tersebut  dapat membuat kamu lebih rentan terhadap kondisi kulit tertentu seperti dermatitis atopik dan psoriasis. 

Ketika skin barrier rusak, kulit kamu menjadi lebih sensitif, kering bersisik, timbul rasa gatal, jerawat, ruam, hingga bisa terkena infeksi kulit bakteri, virus, atau jamur. 

Nah, berikut 5 langkah yang bisa kamu lakukan untuk menjaga skin barrier tetap optimal menjalankan fungsinya :
 
1. Sederhanakan rutinitas perawatan kulit.
Jangan terlalu banyak memakai jenis skin care atau perawatan kulit. Ini secara tidak sengaja melemahkan penghalang kulit. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit atau ahli perawatan kulit tentang produk mana yang  cocok dan paling efektif untuk kulit kamu.

Perhatikan juga metode perawatan yang akan dijalani. Beberapa jenis masker atau lulur dan sikat dapat merusak skin barrier kamu loh.

2. Perhatikan pH.
Mantel asam halus kulit kita berada di sekitar pH 5,7. Akan tetapi pH beberapa produk kulit dapat berkisar dari 3,7, hingga 8,2. Para peneliti merekomendasikan agar menggunakan produk yang dekat dengan pH alami kulit kita.

Menjaga pH kulit pada tingkat yang sehat dapat membantu melindungi kita dari kondisi kulit seperti dermatitis, ichthyosis, jerawat, dan infeksi Candida albicans.

3. Cobalah minyak nabati.
Penelitian pada 2018 menunjukkan bahwa minyak nabati tertentu dapat membantu memperbaiki skin barrier dan juga mencegahnya dari kehilangan kelembapan. Banyak dari minyak ini juga memiliki efek antibakteri, anti-inflamasi, dan antioksidan.

Beberapa minyak tumbuhan yang paling efektif untuk digunakan pada kulit meliputi minyak jojoba, minyak kelapa, minyak almond, minyak argan, minyak borage, minyak rosehip, minyak bunga matahari, dan minyak kedelai.

Kamu dapat mengoleskan krim dan losion yang mengandung satu atau lebih minyak in, atau, kamu bisa menuangkan sedikit minyak ke telapak tangan dan kemudian memijatnya dengan lembut ke kulit sampai terserap.

4. Cari formulasi yang mengandung ceramide.
Ceramide adalah lipid lilin yang ditemukan dalam konsentrasi sangat tinggi di stratum corneum. Mereka sangat penting untuk menyehatkan skin barrier.

Penelitian pada 2019 menunjukkan bahwa produk yang mengandung pseudo-ceramide dapat membantu meningkatkan kekeringan, gatal, dan kerak yang disebabkan oleh pelindung kulit yang tidak berfungsi dengan baik. Pelembab yang kaya ceramide juga dapat memperkuat integritas struktural pelindung kulit.

Produk yang mengandung ceramide juga dapat membantu jerawat dan melindungi kulit yang lebih gelap.

5. Cobalah pelembab yang mengandung asam hialuronat, petrolatum, atau gliserin.
Kulit kering adalah masalah umum, dan pelembab adalah solusi yang sering direkomendasikan. Pelembap oklusif membantu skin barrier dengan mengurangi jumlah kehilangan air dari kulit. 

Produk-produk ini meninggalkan lapisan tipis pada kulit yang membantu menahan kelembapan. Salah satu pelembab oklusif yang paling sering direkomendasikan adalah petrolatum, yang menurut para ahli dapat memblokir sebanyak 99 persen kehilangan air dari kulit.

Seperti pelembab oklusif, humektan juga dapat meningkatkan fungsi skin barrier. Humektan bekerja dengan menarik air, baik dari lingkungan atau dari dalam tubuh, kemudian mengikatnya di penghalang kulit. Peneliti merekomendasikan produk yang mengandung asam hialuronat, gliserin, madu, dan urea.



Editor: Indyah Sutriningrum

SEBELUMNYA

Yuk Manjakan Lidah Nikmati Aneka Kuliner Legendaris di Kampoeng Legenda

BERIKUTNYA

SVARA, Serial Dokumenter yang Eksplor Makna di Balik Musik & Budaya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: