Ilustrasi keamanan siber (Pexels/Cottonbro)

Ternyata UKM Lokal Sadar & Khawatir Isu Keamanan Siber

22 October 2021   |   17:50 WIB
Image
Syaiful Millah Asisten Manajer Konten Hypeabis.id

Like
Studi baru dari perusahaan teknologi Cisco menunjukkan bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia saat ini lebih banyak terpapar, diserang, dan lebih khawatir mengenai isu ancaman keamanan siber dibandingkan dengan sebelumnya.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa 33 persen UKM di Indonesia mengalami insiden siber dalam kurun waktu 12 bulan atau 1 tahun terakhir. Sebagian akibat dari insiden tersebut, 60 persen mengalami pencuian informasi konsumen.

Selain itu, sekitar 80 persen UKM responden juga mengatakan bahwa mereka lebih khawatir tentang keamanan siber dibandingkan dengan tahun lalu dan 68 persen menyebut mereka merasa terpapar oleh ancaman siber.

Direktur Cisco Indonesia Marina Kacaribu mengatakan selama 18 bulan terakhir atau pada periode pandemi, UKM telah memanfaatkan teknologi agar tetap bisa beroperasi. Hal ini telah menyebabkan terjadinya percepatan digitalisasi UKM di seluruh Indonesia.

Ketika UKM menjadi lebih digital, lanjutnya, maka mereka juga menjadi target yang lebih menarik bagi para pelaku kejahatan siber. Pasalnya, bisnis digital menyebabkan terbukanya informasi yang bisa menjadi sasaran empuk bagi peretas.

Selain itu, UKM yang sudah mengadopsi teknologi digital menghasilkan lebih banyak data dan informasi. Hal-hal seperti itu lah yang umumnya menjadi target dari para pelaku kejahatan siber, untuk nantinya dimanfaatkan dalam berbagai bentuk tindak kejahatan.

"Hal tersebut mendorong UKM untuk berinvestasi pada solusi dan kemampuan untuk memastikan mereka dapat menjaga bisnis mereka di bidang keamanan siber," ujarnya.


Studi Cisco juga menemukan bahwa kendati UKM di dalam negeri merasa lebih khawatir tentang risiko dan tantangan keamanan siber, nyatanya mereka juga telah mengambil pendekatan terencana untuk memahami dan meningkatkan kekuatan pertahannyya.

Sebanyak 92 persen responden yang telah melakukan perencanaan skenario dan/atau simulasi dapat menemukan titik lemah atau masalah dalam pertahanan siber dari mereka. UKM juga mengerti dari mana datangnya ancaman siber, yang berdasarkan survei berasal dari phishing.

Selain itu, pelaku usaha juga telah memiliki tingkat investasi yang cukup dalam hal keamanan siber. Studi menunjukkan bahwa 74 persen UKM telah meningkatkan investasi dalam solusi keamanan siber sejak awal pandemi.

Investasi lainnya dilakukan di berbagai lini termasuk alat penyesuaian dan pemantauan keamanan siber, talenta atau sumber daya alam, pelatihan, dan asuransi. Hal ini menunjukkan adanya pemahaman yang kuat tentang perlunya pendekatan menyeluruh untuk membangun pondasi siber yang kuat.

Editor : Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Tembakan Prop Pistol Alec Baldwin Tewaskan Sinematografer

BERIKUTNYA

Wajib Tahu, Ini 4 Fakta Ekowisata Sebelum Menikmati Petualangan di Alam

Komentar

Erick TroyudaN

Erick TroyudaN

26 Oct 2021 - 10:21

Yaahh itu jg bakulnasi yg empuk buat siber korp jg daahh.tpsemua kembali pd pemilik hp/android/iph/laptop dlsbnya.semmuaa bs diaturr..????????????????????????????????????????????????????????


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: