Proses tenun kain ulos. (Dok. Tobatenun)

Tobatenun Gelorakan Semangat Bertenun di Hari Ulos Nasional

17 October 2021   |   11:56 WIB

Memperingati Hari Ulos Nasional 2021 pada 17 Oktober, Tobatenun menggelar kampanye budaya dengan tema Bangga Bertenun Bangga Berbudaya. Melalui konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Jumat (15/10), Tobatenun berupaya merepresentasi wastra Nusantara, Ulos, tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sumatra Utara, tetapi juga nasional. 

Founder dan CEO PT Toba Tenun Sejahtra Kerri Na Basaria, menjelaskan Gelorakan semangat Bangga Bertenun Bangga Berbudaya di Hari Ulos Nasional 2021 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan dan mengembangkan wastra nusantara, salah satunya ulos.

Melihat potensi ulos untuk bersaing di pasar nasional dan internasional, Kerri berupaya melakukan revitalisasi Ulos melalui program pendampingan perajin tenun, memanfaatkan sumber daya alam untuk produksi tenun serta membuat sebuah platform distribusi tenun Sumatera Utara yang terkurasi melalui website www.tobatenun.com. 

"Kami berharap, melalui program kerja yang telah dan akan dilakukan dapat memperkuat ekosistem kain ulos dan para pelakunya. Serta melalui berbagai rangkaian program kerja Tobatenun terus berupaya untuk mendukung industri berbasis tradisi, budaya, dan komunitas," ujarnya.

Tobatenun tidak bergerak sendiri, Pemerintah Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, telah melakukan upaya untuk mendorong dan meningkatkan keberlangsungan industri kerajinan dan kreatif, termasuk pelestarian dan pengembangan ulos.
 

Partonun menjadi penjaga sekaligus penerus budaya kain ulos. (Dok. Tobatenun)

Partonun menjadi penjaga sekaligus penerus budaya kain ulos. (Dok. Tobatenun)

Berbagai strategi telah dilakukan antara lain pemberian stimulus kepada UMKM dan Koperasi, pelatihan dan pendampingan bagi UMKM untuk peningkatan kualitas produksi dan pemasaran.

Tidak hanya fokus untuk memperkuat eksosistem kain ulos dan para pelakunya, Tobatenun juga berkomitmen untuk menggunakan pendekatan ramah lingkungan dalam proses produksi dan penciptaan karya. 

Untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya menggunakan produk berkualitas yang ramah lingkungan, Tobatenun juga secara konsisten memberikan edukasi kepada pasar mengenai nilai berkelanjutan pada industri fashion.

Bekerjasama dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia, Tobatenun mendorong perajin untuk menerapkan metode pembuatan tenun yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan mengutamakan prinsip berkelanjutan. 

Para penenun binaan, menggunakan benang serta pewarna alami dalam pembuatan ulos sebagai bagian dari kontribusi Tobatenun untuk meminimalisir pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan pewarna alam.

Tidak hanya sebuah warisan, ulos juga menjadi simbol pengikat kasih sayang di antara sesama, terutama kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. (Dok. Tobatenun)

Tidak hanya sebuah warisan, ulos juga menjadi simbol pengikat kasih sayang di antara sesama, terutama kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. (Dok. Tobatenun)

"Kami terus berupaya untuk mempopulerkan pewarna alam dan serat alam untuk penguatan pasar dan produk. Untuk itu, perlu adanya sinergi antara pelaku usaha dan organisasi terkait terkait pengembangan warna alam dengan melakukan edukasi dan eksplorasi sumber, sehingga dapat tercipta produk ramah lingkungan yang berkesinambungan," tutur Ketua Perkumpulan Warna Alam Indonesia Myra Widiono.

Dalam rangka memperkenalkan ulos ke mancanegara, Tobatenun berpartisipasi dalam TENUN Fashion Week yang diselenggarakan secara virtual pada 15-17 Oktober 2021 dengan memperkenalkan dua lini produk Tobatenun dan Boru.

Pagelaran ini akan menampilkan 45 komunitas tenun yang berpartisipasi dari Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. 

Tobatenun ,enampilkan koleksi revitalisasi ulos lawas yang juga menjadi koleksi pertama untuk distribusi di platform yang hadir dalam motif Ragi Hotang, Ragi Idup, dan Tumtuman.

Sementara itu untuk produk Boru akan menampilkan koleksi ready to wear Sindar yang merupakan hasil kerja sama desainer muda dan berbagai UKM dan pengrajin dari Siantar, Yogyakarta, dan Jepara.
 
SEBELUMNYA

Ini Aksi Terbaik Robert Pattinson dalam Trailer Baru The Batman

BERIKUTNYA

Simak Fakta Episode Finale Serial Netflix You Season 3

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: