Ilustrasi (Dok. Yan Krukov/Pexels)

Survei Ini Ungkap Perlakuan Rasis kepada Musisi Kulit Hitam di Inggris

13 October 2021   |   19:32 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Survei baru terhadap para musisi kulit hitam dan profesional industri menemukan bahwa 86 persen musisi kulit hitam mengalami hambatan dalam memajukan karier bermusik mereka. Laporan itu merupakan hasil dari survei terbesar yang pernah ada, judulnya Being Black in the UK Music Industry Part 1 yang dibuat oleh organisasi Black Lives in Music.

Seperti dilansir dari Music Week, Rabu (13/10/2021), hasil dari survei itu menunjukkan 42 persen musisi wanita kulit hitam mengatakan kesehatan mental mereka telah memburuk sejak memulai karier dan 16 persennya telah mencari konseling karena pelecehan rasial.

Sebanyak 35 persen dari musisi kulit hitam yang disurvei mengatakan bahwa mereka merasa perlu untuk mengubah penampilan karena ras atau etnis mereka, dan jumlah tersebut sebanyak 43 persennya didominasi oleh musisi perempuan.

“Kamu perlu memutihkan kulit karena kamu tidak akan bisa menjual atau membuat apa pun,” terang Alexandra Burke, salah satu penyanyi kulit hitam yang menjadi salah satu responden survei tersebut.
 

d

Dok. Black Lives in Music

Kepala Eksekutif Black Lives in Music, Charisse Beaumont, mengatakan hampir 2.000 orang yang terlibat dalam survei tersebut menunjukkan seperti apa industri musik di Inggris sebenarnya. Menurutnya, perbedaan musisi kulit hitam dan profesional industri dihadapkan pada tradisionalisme dan rasisme yang sistemik.

“Laporan ini menyoroti budaya dan perilaku rasis di tempat kerja, hambatan keuangan dan kurangnya investasi pada pencipta musik kulit hitam, dan profesional industri yang tidak dapat mencapai tujuan karir mereka,” ungkapnya.

(Baca juga: Tindakan Rasis Pemain Sepak Bola Inggris, Bukti Rasisme Masih Menjadi Ancaman)

Selain itu, survei juga mengungkapkan bahwa seniman kulit hitam diberikan waktu studio lebih sedikit daripada rekan-rekan kulit putih mereka, menolak kesempatan kinerja acara dan terkadang diberitahu untuk mengubah jenis musik yang mereka buat.

Artis kulit hitam kerap diberitahu oleh perusahaan manajemen dan label bahwa mereka perlu berasimilasi dengan standar putih atau Eurosentris dengan dalih tidak tahu bagaimana memasarkan artis berkulit hitam.

CEO Help Musicians James Ainscough mengatakan temuan ini membuktikan bahwa cerita musisi kulit hitam tidak dapat disebut sebagai insiden yang baru, tetapi ini merupakan gambaran dari masalah yang signifikan dan meluas yang harus diatasi bersama.

“Jelas ada banyak hal yang perlu kami lakukan secara kolaboratif untuk menciptakan perubahan yang langgeng dalam ekosistem musik, dan kami berharap dapat tahu dengan cara apa yang paling berdampak untuk mengatasinya,” katanya.


Editor: Avicenna

SEBELUMNYA

Banyak Kekerasan Verbal, Game League of Legends Matikan Fitur Chat All

BERIKUTNYA

Ajang Esports The International 10 Tawarkan Hadiah Rp570 Miliar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: