Best new cookbooks for hunkering down during the pandemic. Peloton recalls pedals on 27,000 exercise bikes after reported injuries

Petinju legendaris Muhammad Ali. (Dok. Wikimedia Commons/AP Wirephoto)

Koleksi Lukisan Langka Karya Muhammad Ali Laku Terjual Hampir US$1 Juta

11 October 2021   |   17:44 WIB

Koleksi karya seni asli petinju kelas berat, Muhammad Ali, dilelang dengan harga hampir menyentuh US$1 juta di rumah lelang Bonhams, Selasa (5/10). Sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web Bonhams mengatakan bahwa 26 dari 28 koleksi lukisan terjual dengan total US$945.524, lebih dari tiga kali lipat dari perkiraan rendah.

Selain terkenal karena aksinya di atas ring, petinju legendaris yang wafat pada 2016 dalam usia 74 tahun itu juga merupakan seniman dan aktivis. Ali meninggal karena komplikasi dari penyakit Parkinson yang dideritanya.

Bonhams mencatat, salah satu lukisan yang dilelang adalah sketsa berjudul Sting Like a Bee yang dibuat pada 1978. Lukisan itu terjual dengan harga US$425.312 atau lebih dari 10 kali perkiraan terendah dan rekor lelang dunia baru untuk karya seni asli Ali.

Sketsa itu menggambarkan Ali berdiri setelah mengalahkan lawannya dengan gelembung dialog berbunyi: "Ref, he did float like a butterfly and sting like a bee!"  Sementara itu, wasit terlihat mengatakan: "Yes, if you were smart you run like me."

"Merupakan suatu kehormatan untuk menawarkan kesempatan langka dan unik untuk memperoleh karya-karya asli oleh The Greatest of All Time, Muhammad Ali," ujar Direktur Departemen Budaya Populer Bonhams Helen Hall melalui pernyataan resmi.
 

Dia menambahkan, karya seni Ali menggambarkan subjek yang dekat dengan hatinya: tinju, hak sipil, agama, perdamaian dunia, dan kemanusiaan.

Pada tahun 1967, Ali diketahui menyumbangkan serangkaian gambar ke majalah Avant Garde, yang secara visual mendorong hak-hak sipil. Sebuah gambar yang termasuk dalam majalah berjudul The Two Religions, terjual US$24.062 dalam lelang.

Bonhams juga menambahkan bahwa karya seni yang dijual berasal dari koleksi pribadi Rodney Hilton Brown, penulis biografi Ali tahun 2021, Muhammad Ali: The Untold Story: Painter, Poet & Prophet.

Menurut brosur Bonhams, ayah Ali, Cassius Marcellus Clay, Sr. adalah seorang pelukis yang mencari nafkah dari melukis tanda dan papan reklame serta lukisan gerejawi di gereja-gereja Baptis di seluruh Kentucky.

Kecintaan Ali pada seni kemungkinan besar dipengaruhi oleh ayahnya, yang dengannya dia berbagi nama hingga tahun 1964 ketika dia mengumumkan bahwa dia bergabung dengan Nation of Islam, sebuah organisasi keagamaan dan politik yang didirikan di Amerika Serikat oleh Wallace Fard Muhammad pada tahun 1930.

Ali lahir pada tahun 1942 dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr. dan mengubah namanya menjadi Muhammad Ali pada 1964.


Editor: Avicenna
SEBELUMNYA

Mercedes Benz Indonesia Perkenalkan Dua Model Baru Mercedes-AMG

BERIKUTNYA

8 Artis yang Akan Comeback Bulan Ini, dari IU hingga CNBLUE

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: