Olivia Rodrigo Beri Bocoran untuk Album Terbarunya yang Bakal Dipenuhi Lagu Cinta Sedih
24 March 2026 |
13:32 WIB
Penyanyi pop muda Olivia Rodrigo dikabarkan tengah bersiap merilis album terbaru yang disebut-sebut sebagai proyek paling eksperimental dalam kariernya. Melansir dari NME, album tersebut akan didominasi oleh lagu-lagu bertema cinta yang melankolis atau sad love songs.
Spekulasi mengenai perilisan karya baru ini semakin menguat setelah para penggemar menemukan teaser misterius berwarna pink di sejumlah kota besar dunia, seperti Los Angeles dan London. Teaser tersebut diyakini sebagai bagian dari strategi promosi awal album yang hingga kini belum diumumkan judul maupun tanggal rilis resminya.
Baca juga: Daftar Pemenang BRIT Awards 2026, Olivia Dean Borong Empat Piala
Album ini akan menjadi karya lanjutan setelah kesuksesan Guts yang dirilis pada 2023. Sebelumnya, Rodrigo juga mencetak pencapaian besar melalui album debutnya Sour, yang mendapat pujian luas dari kritikus musik dan publik global.
Dalam wawancara terbarunya bersama British Vogue yang dikutip NME, Rodrigo mengungkapkan bahwa album barunya akan mengeksplorasi nuansa emosional yang lebih dalam. Ia menyebut bahwa lagu-lagu cinta yang ia tulis kali ini tidak hanya berbicara tentang kebahagiaan, tetapi juga rasa takut dan kerinduan.
“Aku menyadari bahwa lagu cinta favoritku selalu memiliki sedikit rasa takut atau longing di dalamnya, dan itu yang membuatnya terasa indah,” ujar Rodrigo.
Penyanyi berusia 23 tahun itu juga menambahkan bahwa proses kreatif kali ini banyak dipengaruhi oleh pengalamannya selama tinggal di London. Ia mengaku menghabiskan cukup banyak waktu di kota tersebut dalam proses pengerjaan album, sehingga beberapa lagu memiliki nuansa London yang kuat.
“Banyak lagu di album ini terinspirasi dari pengalaman pribadiku di London. Kota ini memberi warna tersendiri dalam proses kreatifku,” jelasnya.
Rodrigo juga menyoroti tantangan dalam menulis lagu dari sudut pandang kebahagiaan. Menurutnya, menciptakan karya saat sedang berada dalam kondisi emosional yang stabil justru lebih sulit dibanding saat merasakan kesedihan.
“Menulis dari tempat yang bahagia itu tidak mudah. Ketika kamu merasa baik-baik saja, kamu tidak selalu terdorong untuk mengekspresikan emosi lewat cara yang puitis,” katanya.
Selain itu, kedekatannya dengan vokalis The Cure, Robert Smith, juga menjadi sorotan. Keduanya diketahui sempat tampil bersama di Glastonbury Festival 2025, dan sejak itu menjalin hubungan pertemanan yang cukup erat. Bahkan, muncul kemungkinan kolaborasi di masa mendatang.
Dalam perjalanan musikalnya, Rodrigo juga banyak terinspirasi oleh berbagai musisi lintas genre seperti New Order, Joy Division, hingga The White Stripes. Ia menyebut bahwa pengaruh musik pop-punk, grunge, hingga folk telah membentuk karakter musiknya sejak awal.
Baca juga: Olivia Rodrigo Rilis Video Musik “The Book of Love", Libatkan Anak-Anak dari Zona Konflik
Spekulasi mengenai perilisan karya baru ini semakin menguat setelah para penggemar menemukan teaser misterius berwarna pink di sejumlah kota besar dunia, seperti Los Angeles dan London. Teaser tersebut diyakini sebagai bagian dari strategi promosi awal album yang hingga kini belum diumumkan judul maupun tanggal rilis resminya.
Baca juga: Daftar Pemenang BRIT Awards 2026, Olivia Dean Borong Empat Piala
Album ini akan menjadi karya lanjutan setelah kesuksesan Guts yang dirilis pada 2023. Sebelumnya, Rodrigo juga mencetak pencapaian besar melalui album debutnya Sour, yang mendapat pujian luas dari kritikus musik dan publik global.
Dalam wawancara terbarunya bersama British Vogue yang dikutip NME, Rodrigo mengungkapkan bahwa album barunya akan mengeksplorasi nuansa emosional yang lebih dalam. Ia menyebut bahwa lagu-lagu cinta yang ia tulis kali ini tidak hanya berbicara tentang kebahagiaan, tetapi juga rasa takut dan kerinduan.
“Aku menyadari bahwa lagu cinta favoritku selalu memiliki sedikit rasa takut atau longing di dalamnya, dan itu yang membuatnya terasa indah,” ujar Rodrigo.
Penyanyi berusia 23 tahun itu juga menambahkan bahwa proses kreatif kali ini banyak dipengaruhi oleh pengalamannya selama tinggal di London. Ia mengaku menghabiskan cukup banyak waktu di kota tersebut dalam proses pengerjaan album, sehingga beberapa lagu memiliki nuansa London yang kuat.
“Banyak lagu di album ini terinspirasi dari pengalaman pribadiku di London. Kota ini memberi warna tersendiri dalam proses kreatifku,” jelasnya.
Rodrigo juga menyoroti tantangan dalam menulis lagu dari sudut pandang kebahagiaan. Menurutnya, menciptakan karya saat sedang berada dalam kondisi emosional yang stabil justru lebih sulit dibanding saat merasakan kesedihan.
“Menulis dari tempat yang bahagia itu tidak mudah. Ketika kamu merasa baik-baik saja, kamu tidak selalu terdorong untuk mengekspresikan emosi lewat cara yang puitis,” katanya.
Selain itu, kedekatannya dengan vokalis The Cure, Robert Smith, juga menjadi sorotan. Keduanya diketahui sempat tampil bersama di Glastonbury Festival 2025, dan sejak itu menjalin hubungan pertemanan yang cukup erat. Bahkan, muncul kemungkinan kolaborasi di masa mendatang.
Dalam perjalanan musikalnya, Rodrigo juga banyak terinspirasi oleh berbagai musisi lintas genre seperti New Order, Joy Division, hingga The White Stripes. Ia menyebut bahwa pengaruh musik pop-punk, grunge, hingga folk telah membentuk karakter musiknya sejak awal.
Baca juga: Olivia Rodrigo Rilis Video Musik “The Book of Love", Libatkan Anak-Anak dari Zona Konflik
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.