Olivia Rodrigo, Penyanyi-penulis lagu dan aktris asal Amerika Serikat (Foto: Instagram/@oliviarodrigo)

Olivia Rodrigo Rilis Video Musik “The Book of Love", Libatkan Anak-Anak dari Zona Konflik

12 March 2026   |   16:02 WIB
Image
Muhammad Shohibul Izar Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Olivia Rodrigo baru-baru ini merilis video musik emosional untuk lagu The Book of Love dengan konsep yang tidak biasa. Alih-alih menggunakan proses produksi video musik konvensional, proyek ini justru melibatkan anak-anak yang hidup di wilayah konflik. Pendekatan inilah yang membuat vidionya berbeda dari video musik pada umumnya.

Berdasarkan laporan Billboard dan sejumlah media lainnya, video tersebut merupakan bagian dari album amal HELP(2) yang dirilis oleh War Child UK. Anak-anak dari Gaza, Sudan, Ukraina, dan Yaman diberi kamera sederhana untuk merekam aktivitas mereka. Dari bermain bersama teman hingga berjalan di sekitar lingkungan yang rusak akibat perang, semua direkam dari sudut pandang mereka sendiri.

Baca juga: Hayley Williams Perkenalkan Grup Musik Power Snatch, Rilis Tiga Single Sekaligus

Video berdurasi sekitar empat menit ini disutradarai oleh Billy Boyd Cope dengan arahan kreatif dari sineas pemenang Oscar Jonathan Glazer. Glazer menjelaskan bahwa tim produksi tidak memberi arahan khusus kepada anak-anak tersebut. Mereka hanya diminta menggunakan kamera dengan cara apa pun yang mereka inginkan. Menurutnya, cara ini memungkinkan munculnya rekaman yang natural.

Hasilnya memperlihatkan kontras yang kuat antara kehancuran dan keceriaan masa kanak-kanak. Beberapa klip menampilkan anak-anak berlari di jalan yang dipenuhi puing, bermain di lapangan terbuka, hingga berkumpul bersama teman di sekitar bangunan rusak. Tawa dan percakapan mereka kadang terdengar di sela aransemen musik lembut yang dinyanyikan Rodrigo. Lagu tersebut direkam dengan iringan string section yang memberi nuansa melankolis sepanjang video.

The Book of Love sendiri merupakan lagu milik band indie The Magnetic Fields yang pertama kali dirilis pada 1999. Rodrigo merekam ulang lagu itu untuk album kompilasi HELP(2), yang menjadi sekuel dari album amal Help pada 1995. Produser James Ford mengatakan proses rekaman dilakukan secara langsung di studio bersama orkestra string. Pendekatan ini membuat vokal Rodrigo terdengar lebih hangat dan intim.

Album HELP(2) juga melibatkan sejumlah musisi ternama seperti Arctic Monkeys, Oasis, Wet Leg, Depeche Mode, Beabadoobee, Arlo Parks, Arooj Aftab, hingga Damon Albarn. Seluruh hasil dari penjualan, streaming, dan merchandise album ini akan disalurkan untuk program bantuan War Child UK. Organisasi tersebut fokus memberikan pendidikan darurat, dukungan kesehatan mental, dan perlindungan bagi anak-anak yang terdampak konflik.

Menurut data War Child UK dalam berbagai sumber, lebih dari 100 juta anak di dunia saat ini hidup di wilayah yang terdampak perang atau krisis kemanusiaan. Kondisi tersebut membuat banyak dari mereka kehilangan akses pendidikan, mengalami kekurangan gizi, hingga menghadapi trauma berkepanjangan. Melalui video ini, realitas tersebut diperlihatkan secara langsung dari sudut pandang anak-anak yang mengalaminya.

Rodrigo sendiri sebelumnya juga beberapa kali menyuarakan dukungan terhadap isu kemanusiaan, termasuk situasi di Gaza. Dalam unggahan Instagram pada Juli 2025 lalu, ia menuliskan bahwa kehancuran yang menimpa warga sipil, terutama anak-anak yang merupakan tragedi yang tidak dapat diterima. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari sikap publiknya terhadap konflik yang sedang berlangsung.

Seperti yang diketahui, berbagai konflik di dunia saat ini memang terus memperburuk kondisi anak-anak di banyak negara. Krisis di Gaza membuat jutaan warga Palestina menghadapi pengungsian dan kekurangan pangan. Di Sudan, perang saudara berkepanjangan menempatkan banyak anak dalam risiko malnutrisi. Sementara di Ukraina, invasi Rusia yang dimulai pada 2022 memicu trauma besar bagi generasi muda, dan di Yaman konflik berkepanjangan telah menciptakan krisis kemanusiaan selama bertahun-tahun.

Dalam promosi album tersebut melalui Instagram Story, Rodrigo menulis bahwa setiap streaming dan pembelian HELP(2) akan membantu War Child UK mendukung anak-anak yang hidup di tengah situasi sulit. Ia juga menyebut merasa terhormat bisa menjadi bagian dari proyek amal yang melibatkan banyak musisi yang ia kagumi.

Proyek HELP(2) sendiri melanjutkan misi War Child yang telah berjalan selama lebih dari tiga dekade. Album Help pada 1995 sebelumnya melibatkan nama-nama besar seperti Paul McCartney, Sinéad O'Connor, Oasis, dan Radiohead. Album tersebut berhasil menggalang dana jutaan dolar untuk membantu anak-anak yang terdampak perang Bosnia pada 1990-an, sekaligus menjadi salah satu proyek musik amal paling berpengaruh pada masanya.

SEBELUMNYA

Film Biopik Bon Jovi Dikembangkan oleh Universal Pictures

BERIKUTNYA

Bruno Mars Kembali ke Puncak, Album The Romantic Duduki No. 1 Billboard 200

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga