Koleksi Raya Nina Nugroho Angkat Sarimbit Tenun Lokal dengan Warna Solid
16 March 2026 |
20:30 WIB
Momentum Lebaran kerap menjadi ajang bagi masyarakat untuk menampilkan busana terbaik saat berkumpul bersama keluarga dan kerabat dalam suasana hangat penuh kebersamaan. Pada musim Lebaran 2026, tren busana sarimbit tetap menjadi favorit.
Konsep sarimbit atau busana serasi bagi pasangan dan keluarga sebenarnya bukan hal baru dalam tradisi Lebaran. Namun, kini tampil dengan pendekatan yang lebih modern melalui desain minimalis, material wastra nusantara, serta palet warna yang lebih dewasa.
Baca juga: Produk Paling Diminati pada Ramadan 2026: Busana Sarimbit hingga Kasur Vakum
Hal tersebut tercermin dalam koleksi Raya 2026 dari label Nina Nugroho yang dirancang oleh desainer Nina Septiana. Untuk pertama kalinya, brand tersebut menghadirkan koleksi sarimbit secara lebih lengkap dengan total 14 desain, terdiri dari tujuh busana perempuan dan tujuh busana pria.
“Biasanya kami lebih fokus pada busana perempuan, tetapi kali ini konsepnya adalah couple atau sarimbit. Harapannya pelanggan tidak hanya membeli untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pasangan, bahkan untuk keluarga,” ujar Nina.
Salah satu tren sarimbit tahun ini adalah penggunaan kain tenun lokal. Dalam koleksi tersebut, Nina Nugroho menggunakan tenun bulu Garut, material yang dikenal memiliki tekstur lembut menyerupai sutra.
Diakui olehnya bahwa tantangan terbesar dari busana sarimbit untuk lebaran adalah menemukan material yang nyaman dan cocok digunakan baik oleh pria maupun wanita.
“Berbeda dengan banyak kain tenun yang cenderung kaku, tenun bulu Garut terasa ringan dan nyaman dikenakan sehingga ini bisa menjadi solusi untuk kebutuhan tersebut,” tuturnya
Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 14 hari untuk satu lembar kain, karena masih dikerjakan secara tradisional oleh para perajin dengan perencanaan produksi yang sangat matang.
Selain material, tren busana Lebaran tahun ini juga menunjukkan dominasi warna solid yang sederhana namun elegan. Palet warna yang dihadirkan cenderung klasik seperti navy, cokelat, maroon, serta emas lembut.
Warna-warna tersebut dinilai lebih mudah dipadukan dan tetap memberikan kesan formal sekaligus hangat saat dikenakan pada momen silaturahmi Lebaran.
Untuk koleksi pria, desain dibuat selaras dengan busana perempuan sehingga menghadirkan tampilan sarimbit yang harmonis tanpa terlihat terlalu identik.
Tren sarimbit modern juga menekankan desain yang tidak berlebihan, dengan potongan yang bersih dan detail yang minimal. Pendekatan ini membuat busana tetap terlihat elegan sekaligus nyaman dipakai dalam berbagai aktivitas selama Hari Raya.
Respons pasar terhadap konsep ini pun cukup positif. Koleksi Raya 2026 Nina Nugroho bahkan dilaporkan telah terjual habis hingga hari ketujuh Ramadan, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap busana sarimbit dengan pendekatan modern.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Konsep sarimbit atau busana serasi bagi pasangan dan keluarga sebenarnya bukan hal baru dalam tradisi Lebaran. Namun, kini tampil dengan pendekatan yang lebih modern melalui desain minimalis, material wastra nusantara, serta palet warna yang lebih dewasa.
Baca juga: Produk Paling Diminati pada Ramadan 2026: Busana Sarimbit hingga Kasur Vakum
Hal tersebut tercermin dalam koleksi Raya 2026 dari label Nina Nugroho yang dirancang oleh desainer Nina Septiana. Untuk pertama kalinya, brand tersebut menghadirkan koleksi sarimbit secara lebih lengkap dengan total 14 desain, terdiri dari tujuh busana perempuan dan tujuh busana pria.
“Biasanya kami lebih fokus pada busana perempuan, tetapi kali ini konsepnya adalah couple atau sarimbit. Harapannya pelanggan tidak hanya membeli untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pasangan, bahkan untuk keluarga,” ujar Nina.
Salah satu tren sarimbit tahun ini adalah penggunaan kain tenun lokal. Dalam koleksi tersebut, Nina Nugroho menggunakan tenun bulu Garut, material yang dikenal memiliki tekstur lembut menyerupai sutra.
Diakui olehnya bahwa tantangan terbesar dari busana sarimbit untuk lebaran adalah menemukan material yang nyaman dan cocok digunakan baik oleh pria maupun wanita.
“Berbeda dengan banyak kain tenun yang cenderung kaku, tenun bulu Garut terasa ringan dan nyaman dikenakan sehingga ini bisa menjadi solusi untuk kebutuhan tersebut,” tuturnya
Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 14 hari untuk satu lembar kain, karena masih dikerjakan secara tradisional oleh para perajin dengan perencanaan produksi yang sangat matang.
Selain material, tren busana Lebaran tahun ini juga menunjukkan dominasi warna solid yang sederhana namun elegan. Palet warna yang dihadirkan cenderung klasik seperti navy, cokelat, maroon, serta emas lembut.
Warna-warna tersebut dinilai lebih mudah dipadukan dan tetap memberikan kesan formal sekaligus hangat saat dikenakan pada momen silaturahmi Lebaran.
Untuk koleksi pria, desain dibuat selaras dengan busana perempuan sehingga menghadirkan tampilan sarimbit yang harmonis tanpa terlihat terlalu identik.
Tren sarimbit modern juga menekankan desain yang tidak berlebihan, dengan potongan yang bersih dan detail yang minimal. Pendekatan ini membuat busana tetap terlihat elegan sekaligus nyaman dipakai dalam berbagai aktivitas selama Hari Raya.
Respons pasar terhadap konsep ini pun cukup positif. Koleksi Raya 2026 Nina Nugroho bahkan dilaporkan telah terjual habis hingga hari ketujuh Ramadan, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap busana sarimbit dengan pendekatan modern.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.