A24 Ekspansi ke Televisi, Gandeng Produser Yellowjackets Drew Comins
19 March 2026 |
15:00 WIB
Selama 13 tahun, A24 dikenal sebagai studio independen untuk film layar lebar. Namanya menjadi jaminan mutu bagi penonton yang mencari film-film non-konvensional, dan kuat secara artistik. Reputasi ini dibangun lewat pendekatan kuratorial yang khas, menjadikan setiap proyek terasa lebih personal dan berbeda di tengah arus utama.
Namun, kesepakatan yang diumumkan pada 13 Maret 2026 mengirimkan sinyal yang cukup jelas: A24 tidak lagi ingin hanya bermain di ranah film. Studio ini kini mulai serius menggarap televisi, melihat potensi besar di tengah persaingan konten yang semakin ketat, sekaligus memilih mitra strategis untuk memperkuat langkahnya di medium yang lebih luas tersebut.
Baca juga: Mengenal A24 Films, Rumah Produksi Indie di Balik The Whale & Everything Everywhere All At Once
Studio indie tersebut resmi menandatangani kesepakatan keseluruhan eksklusif multi-tahun dengan Creative Engine Entertainment, perusahaan produksi milik Drew Comins, produser eksekutif nominasi Emmy di balik serial Yellowjackets. Bukan Comins yang bergantung pada A24. Sebaliknya, A24 justru membutuhkan sosok seperti Comins untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level yang berbeda.
Yellowjackets bukan serial sembarangan. Drama survival psikologis itu berhasil membangun basis penonton yang fanatik, memancing diskusi liar di media sosial, dan menegaskan bahwa televisi premium masih punya tempat di tengah banjir konten streaming.
Di balik kesuksesan itu, Comins adalah salah satu arsitek utamanya. Rekam jejaknya berbicara sendiri dari pengalamannya di eOne, hingga kemampuannya membangun tim dengan merekrut eksekutif mumpuni seperti Brandon Finkelstein dari CAA dan Max Greenspan untuk memperkuat Creative Engine Entertainment.
Sebelum bergabung dengan A24, perusahaan milik Comins sudah menunjukkan rekam jejak kuat dalam mengembangkan proyek ambisius bersama Fifth Season. The Holdout yang dibintangi Amy Adams serta Covers yang diarahkan Lena Dunham untuk Netflix menjadi bukti kemampuannya dalam memilih cerita dan merangkai talenta. Bergabungnya dengan A24 bukan langkah mundur, melainkan lompatan ke level berikutnya.
Yang menarik dari kesepakatan ini bukan sekadar siapa yang terlibat, melainkan apa yang sedang terjadi di industri secara lebih luas. Platform streaming terus tumbuh, persaingan konten semakin brutal, dan studio-studio dengan identitas kuratorial yang kuat mulai sadar bahwa mereka perlu lebih dari sekadar nama besar di poster. Mereka butuh produser yang bisa mengubah visi menjadi serial yang benar-benar ditonton dan dibicarakan orang.
A24 memiliki merek. Comins memiliki kemampuan eksekusi. Di atas kertas, kombinasi itu terdengar seperti formula yang berbahaya dalam artian yang paling menyenangkan bagi penonton televisi di seluruh dunia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Namun, kesepakatan yang diumumkan pada 13 Maret 2026 mengirimkan sinyal yang cukup jelas: A24 tidak lagi ingin hanya bermain di ranah film. Studio ini kini mulai serius menggarap televisi, melihat potensi besar di tengah persaingan konten yang semakin ketat, sekaligus memilih mitra strategis untuk memperkuat langkahnya di medium yang lebih luas tersebut.
Baca juga: Mengenal A24 Films, Rumah Produksi Indie di Balik The Whale & Everything Everywhere All At Once
Studio indie tersebut resmi menandatangani kesepakatan keseluruhan eksklusif multi-tahun dengan Creative Engine Entertainment, perusahaan produksi milik Drew Comins, produser eksekutif nominasi Emmy di balik serial Yellowjackets. Bukan Comins yang bergantung pada A24. Sebaliknya, A24 justru membutuhkan sosok seperti Comins untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level yang berbeda.
Yellowjackets bukan serial sembarangan. Drama survival psikologis itu berhasil membangun basis penonton yang fanatik, memancing diskusi liar di media sosial, dan menegaskan bahwa televisi premium masih punya tempat di tengah banjir konten streaming.
Di balik kesuksesan itu, Comins adalah salah satu arsitek utamanya. Rekam jejaknya berbicara sendiri dari pengalamannya di eOne, hingga kemampuannya membangun tim dengan merekrut eksekutif mumpuni seperti Brandon Finkelstein dari CAA dan Max Greenspan untuk memperkuat Creative Engine Entertainment.
Sebelum bergabung dengan A24, perusahaan milik Comins sudah menunjukkan rekam jejak kuat dalam mengembangkan proyek ambisius bersama Fifth Season. The Holdout yang dibintangi Amy Adams serta Covers yang diarahkan Lena Dunham untuk Netflix menjadi bukti kemampuannya dalam memilih cerita dan merangkai talenta. Bergabungnya dengan A24 bukan langkah mundur, melainkan lompatan ke level berikutnya.
Yang menarik dari kesepakatan ini bukan sekadar siapa yang terlibat, melainkan apa yang sedang terjadi di industri secara lebih luas. Platform streaming terus tumbuh, persaingan konten semakin brutal, dan studio-studio dengan identitas kuratorial yang kuat mulai sadar bahwa mereka perlu lebih dari sekadar nama besar di poster. Mereka butuh produser yang bisa mengubah visi menjadi serial yang benar-benar ditonton dan dibicarakan orang.
A24 memiliki merek. Comins memiliki kemampuan eksekusi. Di atas kertas, kombinasi itu terdengar seperti formula yang berbahaya dalam artian yang paling menyenangkan bagi penonton televisi di seluruh dunia.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.