Billie Eilish Berpeluang Debut Akting di Film Adaptasi Novel Klasik The Bell Jar
12 March 2026 |
19:08 WIB
Penyanyi pop dunia Billie Eilish dikabarkan tengah menjajaki peluang untuk memulai kariernya di dunia film layar lebar. Menurut NME, ia disebut sedang dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk membintangi adaptasi novel klasik The Bell Jar yang akan disutradarai oleh sineas peraih Oscar Sarah Polley.
Apabila kesepakatan tercapai, proyek ini akan menjadi debut akting Eilish di film layar lebar. Sebelumnya, penyanyi tersebut sempat mencoba dunia akting melalui serial televisi Swarm pada tahun 2023, yang digarap oleh kreator sekaligus musisi Donald Glover.
Baca juga: Billie Eilish Gandeng Sutradara James Cameron Hadirkan Film Dokumenter Konser Format 3D
Meski dikenal luas sebagai musisi, Eilish sebenarnya pernah mengungkapkan bahwa akting merupakan salah satu impiannya sejak kecil. Dalam monolognya di acara Saturday Night Live, ia mengaku sempat mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai akting, namun sebenarnya ia justru memiliki ketertarikan besar pada dunia tersebut.
Ketertarikan itu juga dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya yang dekat dengan dunia seni peran. Kedua orang tuanya diketahui berprofesi sebagai aktor, begitu pula kakaknya yang juga rekan kolaborasi musiknya, Finneas.
Sementara itu, proyek film adaptasi The Bell Jar akan dipimpin oleh Sarah Polley, seorang sutradara yang reputasinya semakin menguat setelah memenangkan Oscar untuk kategori Skenario Adaptasi Terbaik lewat film Women Talking. Film tersebut juga sempat masuk dalam nominasi Film Terbaik di ajang Academy Awards.
Polley sebelumnya pernah terlibat dalam pengembangan remake live-action Bambi, namun akhirnya keluar dari proyek tersebut. Selain Women Talking, ia juga dikenal lewat sejumlah karya penyutradaraan lain seperti Take This Waltz dan Away from Her. Ia juga sempat menulis naskah untuk drama keluarga berjudul & Sons.
Novel The Bell Jar sendiri merupakan karya satu-satunya dari penyair dan penulis Sylvia Plath. Cerita dalam novel tersebut bersifat semi-autobiografis dan mengikuti perjalanan seorang perempuan muda yang bercita-cita menjadi penulis, namun harus berjuang menghadapi gangguan kesehatan mental pada era 1950-an.
Buku ini pertama kali diterbitkan pada 1963, hanya beberapa waktu sebelum Plath meninggal dunia di usia 30 tahun. Adaptasi film dari novel tersebut sebenarnya pernah dibuat pada 1979, tetapi versi tersebut mendapatkan tanggapan yang kurang baik dari para kritikus film.
Di sisi lain, Eilish juga akan tampil di layar lebar melalui film konser berjudul Hit Me Hard And Soft: The Tour (Live in 3D). Film yang disutradarai oleh James Cameron itu awalnya direncanakan tayang pada 20 Maret, namun mengalami penundaan karena kendala teknis. Jadwal rilis terbaru kini ditetapkan pada 8 Mei mendatang.
Film konser tersebut diambil dari rangkaian pertunjukan Eilish yang berlangsung selama empat malam berturut-turut dan terjual habis di arena Co-Op Live, Manchester, pada Juli 2025.
Selain kabar mengenai proyek filmnya, Eilish juga sempat menjadi perhatian publik setelah pernyataannya saat menerima penghargaan di ajang Grammy Awards 2026. Dalam pidatonya, ia mengkritik operasi penegakan imigrasi oleh U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE). Pernyataan tersebut menuai banyak dukungan dari penggemarnya, meski juga memunculkan sejumlah kritik dari pihak lain.
Apabila kesepakatan tercapai, proyek ini akan menjadi debut akting Eilish di film layar lebar. Sebelumnya, penyanyi tersebut sempat mencoba dunia akting melalui serial televisi Swarm pada tahun 2023, yang digarap oleh kreator sekaligus musisi Donald Glover.
Baca juga: Billie Eilish Gandeng Sutradara James Cameron Hadirkan Film Dokumenter Konser Format 3D
Meski dikenal luas sebagai musisi, Eilish sebenarnya pernah mengungkapkan bahwa akting merupakan salah satu impiannya sejak kecil. Dalam monolognya di acara Saturday Night Live, ia mengaku sempat mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai akting, namun sebenarnya ia justru memiliki ketertarikan besar pada dunia tersebut.
Ketertarikan itu juga dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya yang dekat dengan dunia seni peran. Kedua orang tuanya diketahui berprofesi sebagai aktor, begitu pula kakaknya yang juga rekan kolaborasi musiknya, Finneas.
Sementara itu, proyek film adaptasi The Bell Jar akan dipimpin oleh Sarah Polley, seorang sutradara yang reputasinya semakin menguat setelah memenangkan Oscar untuk kategori Skenario Adaptasi Terbaik lewat film Women Talking. Film tersebut juga sempat masuk dalam nominasi Film Terbaik di ajang Academy Awards.
Polley sebelumnya pernah terlibat dalam pengembangan remake live-action Bambi, namun akhirnya keluar dari proyek tersebut. Selain Women Talking, ia juga dikenal lewat sejumlah karya penyutradaraan lain seperti Take This Waltz dan Away from Her. Ia juga sempat menulis naskah untuk drama keluarga berjudul & Sons.
Novel The Bell Jar sendiri merupakan karya satu-satunya dari penyair dan penulis Sylvia Plath. Cerita dalam novel tersebut bersifat semi-autobiografis dan mengikuti perjalanan seorang perempuan muda yang bercita-cita menjadi penulis, namun harus berjuang menghadapi gangguan kesehatan mental pada era 1950-an.
Buku ini pertama kali diterbitkan pada 1963, hanya beberapa waktu sebelum Plath meninggal dunia di usia 30 tahun. Adaptasi film dari novel tersebut sebenarnya pernah dibuat pada 1979, tetapi versi tersebut mendapatkan tanggapan yang kurang baik dari para kritikus film.
Di sisi lain, Eilish juga akan tampil di layar lebar melalui film konser berjudul Hit Me Hard And Soft: The Tour (Live in 3D). Film yang disutradarai oleh James Cameron itu awalnya direncanakan tayang pada 20 Maret, namun mengalami penundaan karena kendala teknis. Jadwal rilis terbaru kini ditetapkan pada 8 Mei mendatang.
Film konser tersebut diambil dari rangkaian pertunjukan Eilish yang berlangsung selama empat malam berturut-turut dan terjual habis di arena Co-Op Live, Manchester, pada Juli 2025.
Selain kabar mengenai proyek filmnya, Eilish juga sempat menjadi perhatian publik setelah pernyataannya saat menerima penghargaan di ajang Grammy Awards 2026. Dalam pidatonya, ia mengkritik operasi penegakan imigrasi oleh U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE). Pernyataan tersebut menuai banyak dukungan dari penggemarnya, meski juga memunculkan sejumlah kritik dari pihak lain.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.