Disney+ Garap Serial Live-Action Tinker Bell
10 March 2026 |
19:13 WIB
Layanan streaming Disney+ baru-baru ini dikabarkan tengah mengembangkan serial drama live-action tentang karakter peri ikonik Tinker Bell berjudul Tink. Proyek ini menghidupkan kembali rencana adaptasi yang sempat tertunda selama lebih dari satu dekade.
Serial tersebut digadang-gadang menjadi proyek prioritas tinggi dalam pengembangannya. Dua penulis dari serial Friday Night Lights, yakni Liz Heldens dan Bridget Carpenter, ditunjuk sebagai showrunner sekaligus penulis utama.
Baca juga: Thailand Berencana Bangun Disneyland Pertama di Asia Tenggara
Keduanya juga akan bertindak sebagai executive producer bersama Gary Marsh dan Quinn Haberman dari rumah produksi Selfish Mermaid. Kolaborasi ini menandai upaya baru Disney untuk menghadirkan cerita Tinker Bell dalam format serial.
Berbagai sumber menyebut, rencana adaptasi Tinker Bell sebenarnya sudah diumumkan sejak 2010. Saat itu proyeknya dirancang sebagai film live-action bergenre komedi romantis dengan Elizabeth Banks sebagai pemeran utama.
Namun rencana tersebut berubah pada 2015 ketika proyek di-reboot dengan pendekatan cerita yang lebih serius. Dalam versi ini, Reese Witherspoon sempat diproyeksikan menjadi pemeran utama.
Pengembangan proyek kembali terhenti setelah terjadi perubahan struktur di Disney Branded Television pada 2021. Pada periode itu, Gary Marsh juga mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden dan Chief Creative Officer.
Serial Tink nantinya akan diproduksi oleh 20th Television. Proyek ini juga disebut sebagai adaptasi live-action pertama yang sepenuhnya berfokus pada karakter Tinker Bell di luar kisah utama Peter Pan.
Hingga saat ini Disney belum merilis sinopsis resmi atau detail alur cerita dari serial tersebut. Namun keputusan menjadikannya sebagai serial drama menandakan pendekatan yang berbeda dari adaptasi sebelumnya.
Karakter Tinker Bell pertama kali diperkenalkan dalam film animasi klasik Peter Pan. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi salah satu karakter paling ikonik dalam katalog Disney.
Sosok peri kecil ini juga dikenal luas sebagai bagian dari pembuka berbagai tayangan televisi Disney. Dalam adegan tersebut, Tinker Bell digambarkan terbang di atas kastil sambil menaburkan pixie dust.
Dalam naskah drama asli karya J. M. Barrie pada 1904, Tinker Bell sebenarnya hanya digambarkan sebagai titik cahaya kecil. Versi animasi Disney tahun 1953 kemudian mengubahnya menjadi karakter peri berambut pirang dengan kepribadian ceria dan nakal.
Rumor lama sempat menyebut desain Tinker Bell terinspirasi dari Marilyn Monroe. Namun berbagai sumber menyatakan hal itu tidak akurat karena Monroe baru menjadi figur populer setelah film tersebut selesai diproduksi.
Seiring waktu, karakter ini berkembang menjadi franchise tersendiri melalui sejumlah film animasi. Disney merilis enam film yang mengeksplorasi kehidupan Tinker Bell di Pixie Hollow antara 2008 hingga 2015.
Beberapa judul dalam seri tersebut antara lain Tinker Bell, Tinker Bell and the Lost Treasure, dan Secret of the Wings. Film lainnya termasuk The Pirate Fairy serta Tinker Bell and the Legend of the NeverBeast.
Versi live-action terbaru karakter ini sebelumnya muncul dalam film Peter Pan & Wendy yang dirilis pada 2023 di Disney+. Dalam film tersebut, karakter Tinker Bell diperankan oleh Yara Shahidi.
Hingga kini belum ada kepastian apakah Reese Witherspoon masih terlibat atau tidak dalam proyek Tink. Perubahan format dari film menjadi serial membuat sejumlah rencana awal kemungkinan mengalami penyesuaian.
Pengumuman serial ini muncul di tengah strategi Disney yang terus mengembangkan remake dan spin-off dari film animasi klasik mereka. Beberapa proyek live-action bahkan dilaporkan dibatalkan, seperti adaptasi Robin Hood, The Aristocats, dan Bambi.
Di sisi lain, beberapa remake lain masih dilanjutkan, termasuk adaptasi live-action Moana dan Tangled. Karena itu, Tink dinilai bisa menjadi salah satu proyek penting untuk melihat potensi spin-off karakter klasik Disney dalam format serial streaming.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Serial tersebut digadang-gadang menjadi proyek prioritas tinggi dalam pengembangannya. Dua penulis dari serial Friday Night Lights, yakni Liz Heldens dan Bridget Carpenter, ditunjuk sebagai showrunner sekaligus penulis utama.
Baca juga: Thailand Berencana Bangun Disneyland Pertama di Asia Tenggara
Keduanya juga akan bertindak sebagai executive producer bersama Gary Marsh dan Quinn Haberman dari rumah produksi Selfish Mermaid. Kolaborasi ini menandai upaya baru Disney untuk menghadirkan cerita Tinker Bell dalam format serial.
Berbagai sumber menyebut, rencana adaptasi Tinker Bell sebenarnya sudah diumumkan sejak 2010. Saat itu proyeknya dirancang sebagai film live-action bergenre komedi romantis dengan Elizabeth Banks sebagai pemeran utama.
Namun rencana tersebut berubah pada 2015 ketika proyek di-reboot dengan pendekatan cerita yang lebih serius. Dalam versi ini, Reese Witherspoon sempat diproyeksikan menjadi pemeran utama.
Pengembangan proyek kembali terhenti setelah terjadi perubahan struktur di Disney Branded Television pada 2021. Pada periode itu, Gary Marsh juga mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden dan Chief Creative Officer.
Serial Tink nantinya akan diproduksi oleh 20th Television. Proyek ini juga disebut sebagai adaptasi live-action pertama yang sepenuhnya berfokus pada karakter Tinker Bell di luar kisah utama Peter Pan.
Hingga saat ini Disney belum merilis sinopsis resmi atau detail alur cerita dari serial tersebut. Namun keputusan menjadikannya sebagai serial drama menandakan pendekatan yang berbeda dari adaptasi sebelumnya.
Karakter Tinker Bell pertama kali diperkenalkan dalam film animasi klasik Peter Pan. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi salah satu karakter paling ikonik dalam katalog Disney.
Sosok peri kecil ini juga dikenal luas sebagai bagian dari pembuka berbagai tayangan televisi Disney. Dalam adegan tersebut, Tinker Bell digambarkan terbang di atas kastil sambil menaburkan pixie dust.
Dalam naskah drama asli karya J. M. Barrie pada 1904, Tinker Bell sebenarnya hanya digambarkan sebagai titik cahaya kecil. Versi animasi Disney tahun 1953 kemudian mengubahnya menjadi karakter peri berambut pirang dengan kepribadian ceria dan nakal.
Rumor lama sempat menyebut desain Tinker Bell terinspirasi dari Marilyn Monroe. Namun berbagai sumber menyatakan hal itu tidak akurat karena Monroe baru menjadi figur populer setelah film tersebut selesai diproduksi.
Seiring waktu, karakter ini berkembang menjadi franchise tersendiri melalui sejumlah film animasi. Disney merilis enam film yang mengeksplorasi kehidupan Tinker Bell di Pixie Hollow antara 2008 hingga 2015.
Beberapa judul dalam seri tersebut antara lain Tinker Bell, Tinker Bell and the Lost Treasure, dan Secret of the Wings. Film lainnya termasuk The Pirate Fairy serta Tinker Bell and the Legend of the NeverBeast.
Versi live-action terbaru karakter ini sebelumnya muncul dalam film Peter Pan & Wendy yang dirilis pada 2023 di Disney+. Dalam film tersebut, karakter Tinker Bell diperankan oleh Yara Shahidi.
Hingga kini belum ada kepastian apakah Reese Witherspoon masih terlibat atau tidak dalam proyek Tink. Perubahan format dari film menjadi serial membuat sejumlah rencana awal kemungkinan mengalami penyesuaian.
Pengumuman serial ini muncul di tengah strategi Disney yang terus mengembangkan remake dan spin-off dari film animasi klasik mereka. Beberapa proyek live-action bahkan dilaporkan dibatalkan, seperti adaptasi Robin Hood, The Aristocats, dan Bambi.
Di sisi lain, beberapa remake lain masih dilanjutkan, termasuk adaptasi live-action Moana dan Tangled. Karena itu, Tink dinilai bisa menjadi salah satu proyek penting untuk melihat potensi spin-off karakter klasik Disney dalam format serial streaming.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.