Disneyland (Sumber foto: The Walt Disney Company)

Thailand Berencana Bangun Disneyland Pertama di Asia Tenggara

03 February 2026   |   20:44 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Pemerintah Thailand mengkaji rencana pembangunan taman hiburan Disneyland di kawasan Eastern Economic Corridor (EEC) untuk memperkuat sektor pariwisata dan infrastruktur transportasi. Jika terealisasi, proyek ini akan menjadi Disneyland pertama di Asia Tenggara.

Rencana ini mencuat setelah dilaporkan oleh  Bangkok Post, yang menyebut proyek tersebut diproyeksikan menjadi magnet wisata utama dan berperan penting dalam meningkatkan arus penumpang kereta cepat yang menghubungkan Bandara Don Mueang, Suvarnabhumi, dan U-Tapao.

Baca juga: Rekomendasi Kota Wisata Terbaik di Thailand, Dari Jejak Sejarah hingga Pesona Alam Tropis

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, mengatakan kehadiran taman hiburan berskala internasional diperlukan untuk menciptakan daya tarik wisata yang berkelanjutan sepanjang tahun.

Menurutnya, hingga kini belum ada Disneyland di kawasan Asia Tenggara, sehingga Thailand memiliki peluang besar untuk menjadi negara pertama yang menghadirkan taman hiburan tersebut di wilayah ini.

Ia menambahkan bahwa ide tersebut telah memancing ketertarikan sejumlah investor domestik, meski pembahasan masih bersifat awal dan belum mengarah pada kesepakatan konkret.Rencana Disneyland ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah Thailand juga tengah menyiapkan berbagai proyek infrastruktur pendukung di kawasan EEC.

Rencana pengembangan kawasan ini mencakup pembangunan stadion sepak bola berstandar internasional dengan kapasitas sekitar 80.000 penonton, arena dalam ruangan berkapasitas 30.000 orang, serta kolam renang berstandar Olimpiade.

Seluruh fasilitas olahraga tersebut diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 240 hektare dan dirancang untuk mendukung penyelenggaraan ajang olahraga internasional maupun konferensi berskala besar.

Namun, menurut Phiphat, fasilitas olahraga saja belum cukup untuk menjamin arus kunjungan wisata harian yang stabil. Karena itu, kehadiran taman hiburan dinilai menjadi elemen penting untuk menarik wisatawan secara konsisten sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi kawasan sekitar.

Dari sisi skala proyek, pemerintah menyiapkan beberapa opsi ukuran taman hiburan, mulai dari sekitar 154 hektare untuk taman berukuran kecil hingga sekitar 480 hektare untuk versi yang lebih besar. Secara keseluruhan, total area pengembangan berpotensi mencapai sekitar 800 hektare.

Pemerintah juga menegaskan bahwa proyek ini tidak akan dikaitkan dengan kasino, sejalan dengan kebijakan Disney yang melarang keberadaan fasilitas perjudian di dalam maupun di sekitar taman hiburannya.

Dalam hal investasi, Thailand berencana terlebih dahulu mengundang The Walt Disney Company untuk terlibat secara langsung. Apabila hal tersebut tidak terwujud, opsi pengelolaan melalui skema lisensi juga tengah dipertimbangkan.

Secara keseluruhan, rencana ini dipandang sebagai langkah jangka panjang untuk memperkuat sektor pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi regional, serta mengukuhkan posisi Thailand sebagai destinasi unggulan di Asia Tenggara. Hingga saat ini, pembahasan masih berada pada tahap eksplorasi dan belum menghasilkan perjanjian resmi.

Jika terealisasi, Phiphat menyebut proyek tersebut berpotensi menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja, menambah sekitar 10 juta wisatawan per tahun, menghasilkan pendapatan lebih dari 150 miliar baht, serta berpotensi meningkatkan pertumbuhan PDB Thailand sekitar 1% per tahun.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Mantan Pembalap Jenson Button Jadi Duta Tim F1 Aston Martin Aramco

BERIKUTNYA

Janice Tjen Masuk 50 Besar Dunia WTA, Capaian Bersejarah untuk Tenis Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga