THR Segera Cair, Ini Tips Mulai Investasi Emas Biar Enggak Sekadar Habis
07 March 2026 |
20:56 WIB
Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu para pekerja setiap menjelang hari raya. Sesuai aturan pemerintah Indonesia, THR wajib diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya, termasuk menjelang Idulfitri.
Bagi banyak orang, THR sering dianggap sebagai “uang tambahan” untuk berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari belanja, mudik, hingga berbagi dengan keluarga dan kerabat. Namun jika dikelola dengan bijak, THR juga bisa menjadi peluang untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, salah satunya melalui investasi.
Baca juga: 5 Tips Cerdas Mengelola THR agar Keuangan Tetap Stabil Setelah Lebaran
Salah satu instrumen yang sering dipilih masyarakat adalah emas. Selain relatif stabil, emas juga dinilai mudah dipahami oleh investor pemula. Bahkan laporan dari World Gold Council mencatat bahwa dua dari tiga orang Indonesia (67%) memiliki investasi emas dalam berbagai bentuk.
Kalau kamu ingin mulai memanfaatkan THR untuk investasi emas, berikut beberapa tips yang bisa dicoba.
1. Tentukan tujuan investasi sejak awal
Langkah pertama adalah mengubah mindset bahwa THR bukan sekadar uang kaget. Supaya lebih terarah, kamu bisa membagi THR ke beberapa pos pengeluaran.
Sebagai gambaran, kamu bisa menerapkan pembagian sederhana seperti:
Dari porsi investasi tersebut, tentukan tujuan yang jelas. Misalnya untuk dana darurat, biaya pendidikan, atau rencana jangka panjang lainnya. Dengan tujuan yang spesifik, kamu akan lebih konsisten menabung emas dan tidak mudah tergoda mencairkannya untuk kebutuhan impulsif.
2. Mulai dari nominal kecil agar konsisten
Banyak orang mengira investasi emas harus dimulai dengan modal besar. Padahal, memulai dari nominal kecil justru bisa membantu membangun kebiasaan investasi secara bertahap tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Dengan perkembangan teknologi finansial, investasi emas kini juga bisa dilakukan secara digital. Misalnya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA, yang memungkinkan pengguna membeli emas mulai dari sekitar 0,0001 gram atau setara ratusan rupiah, tergantung harga emas saat transaksi. Cara ini dinilai cocok bagi pemula yang ingin mulai berinvestasi secara bertahap.
3. Pahami jangka waktu dan pergerakan harga emas
Walaupun dikenal sebagai instrumen investasi yang relatif stabil dan tahan inflasi, harga emas tetap bisa mengalami fluktuasi. Karena itu penting untuk memahami karakteristik emas sebagai investasi jangka panjang.
Secara historis, dalam periode lebih dari lima tahun, harga emas cenderung menunjukkan tren positif. Dengan memantau pergerakan harga secara berkala, investor bisa menentukan waktu yang lebih tepat untuk membeli atau menjual.
Melalui fitur eMAS di aplikasi DANA, pengguna juga bisa melihat tren harga emas dalam berbagai rentang waktu, mulai dari satu minggu hingga satu tahun. Bahkan tersedia notifikasi personal ketika harga emas mencapai target yang diinginkan.
4. Pilih platform yang praktis dan aman
Kemudahan investasi digital memang membuat akses semakin luas, tetapi keamanan tetap harus menjadi prioritas. Melalui fitur eMAS di DANA, pengguna dapat membeli emas digital, memantau saldo, serta melihat riwayat transaksi secara transparan tanpa biaya penyimpanan.
Transaksi tersebut juga berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau BAPPEBTI. Selain itu, emas digital yang dimiliki juga dapat dicetak menjadi emas fisik jika dibutuhkan.
Head of Investment and Insurance DANA Ivan Kusuma mengatakan, kebiasaan berinvestasi bisa dimulai dari nominal kecil dan dilakukan secara konsisten.
“Momentum THR adalah saat yang tepat untuk memulainya. Salah satunya melalui fitur DANA eMAS. Aksesnya mudah dan aman, sehingga cocok bagi investor pemula. Harapannya, langkah ini dapat membantu lebih banyak orang membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat,” ujarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Bagi banyak orang, THR sering dianggap sebagai “uang tambahan” untuk berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari belanja, mudik, hingga berbagi dengan keluarga dan kerabat. Namun jika dikelola dengan bijak, THR juga bisa menjadi peluang untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, salah satunya melalui investasi.
Baca juga: 5 Tips Cerdas Mengelola THR agar Keuangan Tetap Stabil Setelah Lebaran
Salah satu instrumen yang sering dipilih masyarakat adalah emas. Selain relatif stabil, emas juga dinilai mudah dipahami oleh investor pemula. Bahkan laporan dari World Gold Council mencatat bahwa dua dari tiga orang Indonesia (67%) memiliki investasi emas dalam berbagai bentuk.
Kalau kamu ingin mulai memanfaatkan THR untuk investasi emas, berikut beberapa tips yang bisa dicoba.
1. Tentukan tujuan investasi sejak awal
Langkah pertama adalah mengubah mindset bahwa THR bukan sekadar uang kaget. Supaya lebih terarah, kamu bisa membagi THR ke beberapa pos pengeluaran.
Sebagai gambaran, kamu bisa menerapkan pembagian sederhana seperti:
- 40% kebutuhan hari raya
- 30% tabungan atau dana darurat
- 20% investasi
- 10% untuk sedekah atau berbagi
Dari porsi investasi tersebut, tentukan tujuan yang jelas. Misalnya untuk dana darurat, biaya pendidikan, atau rencana jangka panjang lainnya. Dengan tujuan yang spesifik, kamu akan lebih konsisten menabung emas dan tidak mudah tergoda mencairkannya untuk kebutuhan impulsif.
2. Mulai dari nominal kecil agar konsisten
Banyak orang mengira investasi emas harus dimulai dengan modal besar. Padahal, memulai dari nominal kecil justru bisa membantu membangun kebiasaan investasi secara bertahap tanpa mengganggu kebutuhan utama.
Dengan perkembangan teknologi finansial, investasi emas kini juga bisa dilakukan secara digital. Misalnya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA, yang memungkinkan pengguna membeli emas mulai dari sekitar 0,0001 gram atau setara ratusan rupiah, tergantung harga emas saat transaksi. Cara ini dinilai cocok bagi pemula yang ingin mulai berinvestasi secara bertahap.
3. Pahami jangka waktu dan pergerakan harga emas
Walaupun dikenal sebagai instrumen investasi yang relatif stabil dan tahan inflasi, harga emas tetap bisa mengalami fluktuasi. Karena itu penting untuk memahami karakteristik emas sebagai investasi jangka panjang.
Secara historis, dalam periode lebih dari lima tahun, harga emas cenderung menunjukkan tren positif. Dengan memantau pergerakan harga secara berkala, investor bisa menentukan waktu yang lebih tepat untuk membeli atau menjual.
Melalui fitur eMAS di aplikasi DANA, pengguna juga bisa melihat tren harga emas dalam berbagai rentang waktu, mulai dari satu minggu hingga satu tahun. Bahkan tersedia notifikasi personal ketika harga emas mencapai target yang diinginkan.
4. Pilih platform yang praktis dan aman
Kemudahan investasi digital memang membuat akses semakin luas, tetapi keamanan tetap harus menjadi prioritas. Melalui fitur eMAS di DANA, pengguna dapat membeli emas digital, memantau saldo, serta melihat riwayat transaksi secara transparan tanpa biaya penyimpanan.
Transaksi tersebut juga berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau BAPPEBTI. Selain itu, emas digital yang dimiliki juga dapat dicetak menjadi emas fisik jika dibutuhkan.
Head of Investment and Insurance DANA Ivan Kusuma mengatakan, kebiasaan berinvestasi bisa dimulai dari nominal kecil dan dilakukan secara konsisten.
“Momentum THR adalah saat yang tepat untuk memulainya. Salah satunya melalui fitur DANA eMAS. Aksesnya mudah dan aman, sehingga cocok bagi investor pemula. Harapannya, langkah ini dapat membantu lebih banyak orang membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat,” ujarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.