Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjelaskan senarai karyanya dalam pameran seni “Art for Peace and Better Future” dari SBY Art Community di ASHTA District 8 Jakarta (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)

Lukisan ‘Kuda Api’ SBY Terjual Rp6,5 Miliar, Intip Deretan Karya Fenomenalnya

20 February 2026   |   03:10 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali membuat geger publik seni di Tanah Air. Terbaru, karyanya yang bertema ‘Kuda Api’ terjual seharga Rp6,5 miliar dan dibeli oleh pengusaha Low Tuck Kwong.

Lukisan berukuran 130 x 80 sentimeter itu dilelang saat perayaan Imlek Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/2/2026). Hasil lelang dari lukisan ini akan digunakan untuk kegiatan sosial  bagi masyarakat Tionghoa.

Baca juga:  Pamer 3 Lukisan di IdeaFest 2025, SBY Sebut Melukis Bentuk Ekspresi & Pemulihan Jiwa

Dari segi visual, lukisan itu menampilkan seekor kuda berwarna biru dengan surai api oranye menyala. Karya ini dibuat seiring momentum Tahun Kuda Api, yang identik dengan semangat, energi, dan harapan baru bagi masyarakat Tionghoa.

"Saya meletakkan kuda api dalam lingkungan, dalam suasana yang teduh, yang peaceful. Maka biru di sini melambangkan peace," kata SBY dalam acara tersebut.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Nabil Muhdor (@billmohdor)



Namun selain karya tersebut, SBY sebelumnya juga telah banyak membuat lukisan dengan berbagai tema. Berikut deretan karyanya yang sempat mencuri perhatian publik.

1. Gaza, The Extreme Human Suffering (2025)
 

Lukisan SBY

Lukisan SBY bertajuk  Gaza, The Extreme Human Suffering (2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)


Sesuai judulnya, karya di atas kanvas berukuran 105 cm x 60 cm ini melukiskan suasana Jalur Gaza yang porak-poranda akibat perang. Didominasi warna biru, karya ini menghadirkan komposisi puing-puing berserakan di antara reruntuhan kota.

Menurut SBY, Gaza bukan sekadar tempat. Ia menjadi simbol penderitaan ekstrem yang melampaui geografi. Lukisan ini, paparnya, merupakan ratapan yang tak berteriak dan mengajak kita menunduk, bukan karena kalah, tetapi karena sadar.

"Sadar bahwa kemanusiaan merupakan sesuatu yang rapuh, dan bahwa perdamaian bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan yang mendesak," tulisnya dalam pameran Nada Suara di Bentara Budaya Jakarta.

2. Peace with Nature (2025)

Lukisan bertarikh 2025 ini menggambarkan berbagai fragmen keindahan alam Indonesia. Berdimensi 150 x 300 cm, karya media campuran di atas kanvas ini memadukan warna-warna vibrant dengan objek alam seperti burung berkicau, ombak bergulung, gunung, dan hutan.

Komposisinya dirancang panoramik seperti kolase, seolah menghadirkan bentang nusantara dalam satu tarikan napas panjang. Sapuan tekstur di beberapa bagian juga menghadirkan kesan gerak pada ombak serta dinamika pada dedaunan yang tampak bergetar tertiup angin.

3. The Day God Tests Our Faith and Courage (2024)
 

Lukisan SBY

Lukisan SBY bertajuk The Day God Tests Our Faith and Courage (2024). . (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)
 

Dibuat pada 2024, karya ini merefleksikan tragedi smong atau tsunami di Aceh. Dengan sapuan cat minyak ekspresif dan nuansa biru yang dominan, lukisan ini menghadirkan dialog visual antara keindahan dan kehancuran, kekuatan alam, dan kerentanan manusia.

Gelombang yang digambarkan tak sekadar sebagai bencana, melainkan ingatan kolektif masyarakat. Di bidang kanvasnya, SBY melukis ombak dengan palet kontras, sementara masjid-masjid di bawahnya tetap berdiri tegak dihantam smong, seakan menggambarkan mukjizat.

4. Bassano Del Grappa, Italia (2024)

Sesuai judulnya, karya akrilik di atas kanvas ini melukiskan kota kecil di wilayah Veneto, Italia utara. Di bidangnya, deretan bangunan beratap merah berdiri rapat di lereng hijau, dengan latar pegunungan biru yang menghadirkan kedalaman perspektif dramatis.

Fokus lukisan ini adalah jembatan kayu yang membentang di atas sungai, mengikat seluruh lanskap. Sapuan warna kontras antara merah, hijau, dan biru juga mempertegas karakter arsitektur klasik sekaligus memunculkan kesan romantik khas kota kecil Eropa.

Baca juga:  Lima Lukisan Berpengaruh di Sejarah Seni Rupa Dunia

SEBELUMNYA

The Mandalorian and Grogu, Babak Baru Star Wars di Layar Lebar

BERIKUTNYA

Twenty One Pilots Rilis Single Baru Berjudul Drag Path

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga