Pamer 3 Lukisan di IdeaFest 2025, SBY Sebut Melukis Bentuk Ekspresi & Pemulihan Jiwa
02 November 2025 |
14:29 WIB
Bagi Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kanvas bukan sekadar media ekspresi, melainkan ruang refleksi atas nurani hingga metode pemulihan. Di balik kuas dan sapuan warna yang lembut, tersimpan kegelisahan, harapan, dan kenangan yang ingin terus disimpan.
Seperti lukisan berjudul Stop War yang dipamerkan SBY dalam gelaran IdeaFest 2025 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (2/11/2025). Dia menyebut lukisan tersebut sebagai bentuk seruan moral terhadap konflik global yang menelan banyak korban jiwa.
“Saya risau dengan terjadinya peperangan yang memakan korban jiwa yang besar dan dunia tidak mampu menghentikan,” ungkap SBY.
Baca juga: SBY Nyanyi Lagu Bintang di IdeaFest 2025, Maknanya Dalam Banget
Bagi SBY, seni bukan sekadar keindahan visual. Ia melihatnya sebagai panggilan nurani untuk menyuarakan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab moral para pemimpin dunia.
“Sebagai seorang seniman, saya wajib menyampaikan moral appeal. Hei, tidak boleh dunia seperti ini. PBB tidak boleh tidak berdaya. Para pemimpin dunia tidak boleh tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Pesan yang ingin disampaikan SBY dalam lukisan berjudul Stop War itu memang sederhana namun kuat, yakni hentikan perang dan kembali pada perdamaian. Mengutip perkataan Fisikawan Albert Einstein, bahwa jika ada orang-orang jahat membuat dunia hancur, yang paling bersalah bukan orang tersebut, tapi orang-orang yang membiarkan orang-orang jahat itu merusak dunia.
Begitu pula pernyataan Edmund Burke, negarawan Irlandia, yang menyebut jika terlalu banyak orang baik diam, mereka yang jahat akan jadi pememang.
“Akan tidak bertanggung jawab, bahkan tidak bermoral, kalau ada kematian dalam jumlah besar orang-orang yang tidak berdosa, tragedi kemanusiaan yang luar biasa, dan tidak ada langkah yang serius untuk menghentikannya. So, ini perasaan ekspresi dari seorang seniman kepada yang sedang memimpin dunia,” tutur SBY.
Selain Stop War, SBY juga menampilkan karya lain yang lebih menenangkan, seperti Countryside Indonesia yang dia lukis dengan teknik finger painting. Lukisan itu menampilkan keindahan pantai Nusantara dengan nuansa alam yang tenang dan hangat.
Satu lukisan lainnya menggambarkan pemandangan musim gugur di Eropa dan Amerika. SBY mengaku suka melukis pemandangan alam yang notabene ciptaan Tuhan yang harus dirawat dan jaga dengan baik.
SBY juga menyebut bahwa berkarya termasuk melalui lukisan menjadi caranya mengenang kebersamaan dan kasih sayang dengan sang istri tercinta, almarhumah Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono). Dia mengaku sempat terpuruk selama berberapa tahun semenjak kepergian sang belahan jiwa.
Kendati demikian, SBY mengatakan harus bisa bangkit dan melakukan sesuatu supaya dia masih punya asa dan harapan.
“Sekarang saya mengenang kebersamaan mengenang jalinan kasih sayang, saya sudah bisa membaik. Tapi saya terus berkarya, saya terus berpikir dan mungkin kalau ada yang bisa saya lakukan untuk masyarakat dan bangsa kita, skan ada bagusnya. Ibadah bagi saya,” tutur SBY.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Seperti lukisan berjudul Stop War yang dipamerkan SBY dalam gelaran IdeaFest 2025 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (2/11/2025). Dia menyebut lukisan tersebut sebagai bentuk seruan moral terhadap konflik global yang menelan banyak korban jiwa.
“Saya risau dengan terjadinya peperangan yang memakan korban jiwa yang besar dan dunia tidak mampu menghentikan,” ungkap SBY.
Baca juga: SBY Nyanyi Lagu Bintang di IdeaFest 2025, Maknanya Dalam Banget
Bagi SBY, seni bukan sekadar keindahan visual. Ia melihatnya sebagai panggilan nurani untuk menyuarakan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab moral para pemimpin dunia.
“Sebagai seorang seniman, saya wajib menyampaikan moral appeal. Hei, tidak boleh dunia seperti ini. PBB tidak boleh tidak berdaya. Para pemimpin dunia tidak boleh tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Pesan yang ingin disampaikan SBY dalam lukisan berjudul Stop War itu memang sederhana namun kuat, yakni hentikan perang dan kembali pada perdamaian. Mengutip perkataan Fisikawan Albert Einstein, bahwa jika ada orang-orang jahat membuat dunia hancur, yang paling bersalah bukan orang tersebut, tapi orang-orang yang membiarkan orang-orang jahat itu merusak dunia.
Begitu pula pernyataan Edmund Burke, negarawan Irlandia, yang menyebut jika terlalu banyak orang baik diam, mereka yang jahat akan jadi pememang.
“Akan tidak bertanggung jawab, bahkan tidak bermoral, kalau ada kematian dalam jumlah besar orang-orang yang tidak berdosa, tragedi kemanusiaan yang luar biasa, dan tidak ada langkah yang serius untuk menghentikannya. So, ini perasaan ekspresi dari seorang seniman kepada yang sedang memimpin dunia,” tutur SBY.

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pamer lukisan salah satunya berjudul Stop War yang dipamerkan SBY dalam gelaran IdeaFest 2025 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (2/11/2025). (Himawan L. Nugraha/Hypeabis.id).
Selain Stop War, SBY juga menampilkan karya lain yang lebih menenangkan, seperti Countryside Indonesia yang dia lukis dengan teknik finger painting. Lukisan itu menampilkan keindahan pantai Nusantara dengan nuansa alam yang tenang dan hangat.
Satu lukisan lainnya menggambarkan pemandangan musim gugur di Eropa dan Amerika. SBY mengaku suka melukis pemandangan alam yang notabene ciptaan Tuhan yang harus dirawat dan jaga dengan baik.
SBY juga menyebut bahwa berkarya termasuk melalui lukisan menjadi caranya mengenang kebersamaan dan kasih sayang dengan sang istri tercinta, almarhumah Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono). Dia mengaku sempat terpuruk selama berberapa tahun semenjak kepergian sang belahan jiwa.
Kendati demikian, SBY mengatakan harus bisa bangkit dan melakukan sesuatu supaya dia masih punya asa dan harapan.
“Sekarang saya mengenang kebersamaan mengenang jalinan kasih sayang, saya sudah bisa membaik. Tapi saya terus berkarya, saya terus berpikir dan mungkin kalau ada yang bisa saya lakukan untuk masyarakat dan bangsa kita, skan ada bagusnya. Ibadah bagi saya,” tutur SBY.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.