Ilustrasi YouTube (Sumber foto: Freepik)

YouTube Perkuat Fitur Pengawasan Orang Tua demi Kebiasaan Menonton Anak yang Lebih Sehat

05 February 2026   |   21:55 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

YouTube kembali menghadirkan serangkaian pembaruan fitur yang ditujukan untuk membantu orang tua mengarahkan kebiasaan menonton anak-anak mereka di platform tersebut. Pembaruan ini tidak hanya berfokus pada penonton usia dini, tetapi juga menyasar remaja agar lebih sadar dan bertanggung jawab dalam mengelola waktu mereka di dunia digital.

Melansir Philstar, langkah ini menjadi bagian dari komitmen YouTube dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan sehat bagi keluarga. Wakil Presiden Manajemen Produk YouTube, Jennifer Flannery O’Connor, menegaskan bahwa platformnya meyakini anak-anak perlu dilindungi di dalam ruang digital, bukan dijauhkan sepenuhnya dari teknologi.

Baca juga:  3 Tren yang Akan Membentuk Cara Kita Menonton YouTube di Masa Depan

Menurut O’Connor, selama lebih dari sepuluh tahun YouTube telah mengembangkan berbagai perlindungan khusus berdasarkan masukan dari orang tua serta para ahli. Perlindungan tersebut mencakup kontrol yang lebih ketat, penyajian konten sesuai usia, hingga sistem pengelolaan akun yang lebih sederhana dan ramah keluarga.

Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah Shorts Timer, alat pengatur waktu yang memungkinkan orang tua membatasi durasi anak-anak dalam menonton konten video pendek.

Melalui fitur ini, orang tua dapat menetapkan batas waktu hingga satu jam per hari. YouTube juga mengungkapkan bahwa ke depan fitur ini berpotensi menyediakan opsi tanpa waktu menonton sama sekali secara permanen, sesuai kebutuhan keluarga.

Selain itu, akun terawasi kini dilengkapi dengan pengaturan pengingat waktu tidur dan waktu istirahat yang dapat disesuaikan. Fitur ini akan mengirimkan notifikasi kepada anak-anak untuk berhenti sejenak dari layar, membantu menjaga kesehatan mata sekaligus keseimbangan aktivitas harian mereka.

Menjawab kebiasaan banyak keluarga yang menggunakan satu perangkat secara bersama-sama, YouTube juga memperkenalkan pengalaman pendaftaran baru. Orang tua kini dapat membuat akun khusus untuk anak dan berpindah antar akun dengan lebih mudah di perangkat seluler. Keberadaan beberapa akun memungkinkan setiap pengguna mendapatkan rekomendasi dan pengaturan konten yang disesuaikan dengan usia masing-masing.

Tak hanya bagi pengguna, YouTube juga menyiapkan pedoman baru bagi para kreator. Panduan ini dirancang untuk mendorong terciptanya konten yang menghibur, berkualitas, dan ramah bagi penonton muda. Penyusunannya melibatkan sejumlah pakar, termasuk American Psychological Association serta Digital Wellness Lab dari Boston Children’s Hospital.

Melalui pembaruan ini, YouTube akan lebih memprioritaskan video yang bersifat edukatif dan inspiratif. Kanal-kanal tersebut diproyeksikan mendapat visibilitas lebih besar, sehingga anak-anak dan remaja dapat lebih mudah mengakses konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya pengetahuan.

Di Indonesia sendiri banyak kanal-kanal edukatif yang menawarkan konten berkualitas untuk berbagai usia, mulai dari sains hingga pendidikan anak usia dini. Saluran populer seperti Kok Bisa? menjelaskan konsep rumit dengan animasi, Sisi Terang menyajikan fakta menarik, sementara Kinderflix dan Nussa Official fokus pada pembelajaran dan nilai moral anak.

Baca juga: YouTube Masuk dalam Larangan Media Sosial untuk Anak-anak di Australia

SEBELUMNYA

Novel Tentang Blair Waldorf Ini Bakal Rilis 2027, Ini Cuilan KIsahnya

BERIKUTNYA

Menurut Studi, Ini Kegiatan yang Membuat Lebih Berisiko Terkena Penyakit Kardiovaskular

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga