Ilustrasi Ibu Menyusui (Sumber Foto: Freepik)

Kiat Memenuhi Nutrisi Ibu Menyusui Supaya Produksi ASI Lancar

28 January 2026   |   17:04 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Proses menyusui tidak semudah kelihatannya, terutama pada hari-hari pertama setelah melahirkan. Tanpa kesiapan fisik dan mental, risiko kegagalan menjadi sangat besar. Kondisi ini bisa makin sulit apabila fasilitas kesehatan tidak memberikan dukungan optimal.

I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, ketua Satgas ASI di Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memaparkan bahwa keberhasilan menyusui sangat bergantung pada ketenangan ibu, pemahaman yang tepat, serta dukungan lingkungan sejak awal kelahiran bayi.

Baca juga: Ini Kata Ahli Tentang Susu Formula Sebagai Alternatif Sumber Nutrisi Anak

"Ibu harus memahami masa kritis menyusui pada bayi agar proses Laktogenesis [pembentukan ASI] dalam tubuh berjalan yang membuat ASI diproduksi dengan baik," ujar dokter Tiwi, berikut sapaannya, dalam acara peluncuran ASI Booster LACTA WELL oleh Blackmores Indonesia.

ASI tidak serta-merta keluar deras pada hari pertama setelah melahirkan. Proses laktogenesis sebenarnya sudah dimulai sejak pertengahan kehamilan (sekitar minggu ke-16 hingga trimester ketiga) untuk memproduksi kolostrum.

Lalu laktogenesis tahap dua terjadi pascapersalinan setelah plasenta keluar dan tali pusar dipotong. Hormon progesteron turun drastis, sementara hormon prolaktin meningkat untuk mengaktifkan produksi ASI pada hari ke-2 hingga ke-5.

Namun, tak sedikit ibu baru yang merasa khawatir dengan jumlah dan kualitas ASI yang dihasilkan. Kondisi ini kerap dipengaruhi oleh kelelahan, stres, serta kurangnya asupan nutrisi yang memadai. Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang berpotensi menghambat aliran ASI. 

"Kondisi ibu yang tenang akan membuat asi keluar dengan lancar,” ujarnya.

Ibu menyusui dianjurkan menjaga pola makan seimbang dengan asupan protein yang cukup, cairan yang mencukupi, serta nutrisi pendukung lainnya, termasuk suplemen sesuai anjuran tenaga medis.

Suplemen dengan kandungan ekstrak fenugreek dapat meningkatkan kuantitas ASI dalam 24-72 jam. Selain itu juga vitamin B Kompleks berperan membantu menenangkan tubuh dan pikiran ibu sehingga ASI dapat keluar secara alami.

Gorga Udjung, Dokter Kandungan di RSIA Bunda Jakarta menambahkan, untuk mendukung proses menyusui, ibu sebaiknya mulai memenuhi kebutuhan nutrisi sejak masa kehamilan.

"Utamanya penuhi nutrisi mikro esensial dan Omega-3, serta lakukan pola hidup sehat yang benar agar pertumbuhan bayi optimal," ujarnya.

Selama masa kehamilan perhatikan asupan nutrisi secara seimbang. Konsumsi karbohidrat tidak perlu berlebihan, sementara kebutuhan protein harus tercukupi.

Selain itu, penting sekali melakukan aktivitas fisik ringan selama kehamilan seperti berjalan santai atau mengikuti senam hamil sejak trimester kedua. Senam hamil berfungsi melatih otot-otot panggul dan membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, beban tubuh semakin besar sehingga otot lebih mudah lelah dan kaku. Pijatan diperbolehkan untuk area tubuh dan panggul, selama tidak dilakukan pada area perut.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Hutan Fantasi Warnai Panggung Chanel Haute Couture Spring–Summer 2026

BERIKUTNYA

Aplikasi UpScrolled Ramai Diunduh Usai TikTok Berganti Kepemilikan di AS

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga