Aplikasi alternatif UpScrolled melonjak di AS (Foto: X/@realUpScrolled)

Aplikasi UpScrolled Ramai Diunduh Usai TikTok Berganti Kepemilikan di AS

28 January 2026   |   18:04 WIB
Image
Muhammad Shohibul Izar Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Aplikasi media sosial UpScrolled mendadak menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Appfigures yang dikutip sumber lain, sekitar 41.000 unduhan tercatat hanya dalam rentang Kamis hingga Sabtu pekan lalu. Jumlah itu hampir setara dengan sepertiga dari total unduhan UpScrolled sejak pertama kali dirilis.

Momentum kenaikan ini muncul bersamaan dengan rampungnya kesepakatan kepemilikan baru TikTok di Amerika Serikat pada 22 Januari 2026. Perubahan ini memicu perbincangan luas di kalangan pengguna mengenai arah kebijakan dan tata kelola platform tersebut.

Baca juga: Aplikasi Catchr, Media Sosial Khusus Penggemar Memancing

UpScrolled sendiri didirikan pada Juli 2025 oleh Issam Hijazi, insinyur asal Palestina-Yordania-Australia. Sebelum mengembangkan platform ini, Hijazi sempat berkarier di sejumlah perusahaan teknologi global, termasuk IBM, Oracle, dan Hitachi. Pengalaman tersebut kemudian membentuk visi UpScrolled sebagai ruang digital dengan pendekatan yang berbeda.

Melalui laman resminya, UpScrolled menyatakan ingin menawarkan kebebasan berekspresi tanpa campur tangan algoritma tersembunyi. Pengguna dapat berbagi foto, video, maupun teks dalam satu platform. Secara sederhana, konsepnya menggabungkan karakter Instagram dan X, tetapi dengan klaim transparansi yang lebih jelas bagi pengguna.

Beberapa informasi yang beredar, arus pengguna mulai meningkat setelah TikTok menyelesaikan kesepakatan dengan konsorsium investor non-China. Dalam skema baru ini, TikTok beroperasi sebagai usaha patungan yang mayoritas dimiliki pihak Amerika, sementara ByteDance memegang kurang dari 20 persen saham.

Laporan resmi TechCrunch menyebutkan bahwa tiga investor utama seperti Oracle, perusahaan ekuitas swasta Silver Lake, dan MGX dari Abu Dhabi masing-masing menguasai sekitar 15 persen saham dalam entitas usaha patungan TikTok di Amerika Serikat. Pergeseran struktur kepemilikan ini memunculkan kekhawatiran sebagian pengguna, khususnya terkait kebijakan privasi dan potensi perubahan moderasi konten.

Kekhawatiran tersebut mendorong sebagian pengguna untuk melirik platform alternatif. UpScrolled menjadi salah satu pilihan yang dianggap menawarkan kendali lebih besar atas konten dan jangkauan unggahan bagi para pengguna.

Dalam pernyataan resminya, Hijazi menegaskan bahwa UpScrolled dibangun untuk mengembalikan kendali kepada pengguna, bukan korporasi besar. Platform ini mengklaim tidak menerapkan praktik shadowban atau praktik yang dilakukan oleh platform online untuk menyembunyikan atau membatasi jangkauan konten atau akun pengguna secara diam-diam.

Selain itu, UpScrolled menempatkan transparansi algoritma dan kebijakan konten sebagai prinsip utama. Pendekatan ini dimaksudkan untuk merespons keresahan pengguna media sosial yang merasa ruang berekspresi mereka semakin sempit.

UpScrolled juga bukan satu-satunya platform yang diuntungkan dari situasi ini. Skylight misalnya, aplikasi alternatif berbasis teknologi sumber terbuka tersebut turut melaporkan pertumbuhan signifikan dengan lebih dari 380.000 pendaftaran pengguna.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana lanskap media sosial terus bergerak mengikuti kekhawatiran dan harapan penggunanya. Isu seperti privasi data, transparansi algoritma, serta kebebasan berekspresi kini semakin menentukan pilihan platform, terutama ketika pengguna mulai mencari ruang digital yang memberi kendali lebih besar atas konten dan pengalaman mereka.

SEBELUMNYA

Kiat Memenuhi Nutrisi Ibu Menyusui Supaya Produksi ASI Lancar

BERIKUTNYA

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Gabung Ajax Amsterdam, Kontrak Hingga 2029

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga