Ilustrasi content challenge. (Sumber foto: Freepik/frimufilms)

10 Years Challenge Ramai Lagi, Kilas Balik Fenomena 2016

20 January 2026   |   17:20 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Tren 10 Years Challenge kembali ramai di media sosial. Tantangan ini mengajak warganet membagikan perbandingan foto atau kondisi diri mereka saat ini dengan sepuluh tahun lalu. Tak sekadar nostalgia personal, tren ini juga membangkitkan ingatan kolektif tentang berbagai peristiwa dan budaya populer yang sempat viral 1 dekade lalu.

Tahun 2016 menjadi salah satu periode penting dalam perkembangan media sosial. Saat itu, internet mulai menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk berekspresi, mencari hiburan, hingga membangun identitas digital. Banyak tren global maupun lokal lahir dan menyebar cepat melalui platform digital.

Baca juga: Cara Membuat Kolase 10 Years Challenge yang Trending di Twitter dengan Aplikasi PicsArt

Di tingkat global, dunia maya diramaikan oleh fenomena Pokémon Go. Game berbasis augmented reality ini sukses membuat jutaan orang keluar rumah untuk berburu karakter Pokémon. Di Indonesia, taman kota dan ruang publik dipenuhi pemain yang sibuk menatap layar ponsel mereka.

Selain itu, Mannequin Challenge juga menjadi tren yang tak terlupakan. Tantangan video dengan konsep diam seperti patung ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga figur publik. Lagu Pen-Pineapple-Apple-Pen (PPAP) pun viral secara global dan turut digemari warganet Indonesia.

Di dalam negeri, tahun 2016 dikenal sebagai masa ledakan popularitas YouTube Indonesia. Platform ini mulai menjadi wadah utama kreator konten lokal untuk dikenal publik. Konten vlog, komedi, hingga video keseharian mulai mendominasi linimasa.

Nama-nama seperti Reza Arap, Raditya Dika, Bayu Skak, Chandraliow, Edho Zell, dsb mulai meraih perhatian luas atau mengalami peningkatan popularitas signifikan pada periode tersebut. Gaya penyampaian yang santai dan dekat dengan penonton menjadi daya tarik utama.

YouTube pada masa itu juga membuka pandangan baru bahwa media sosial bisa menjadi peluang karier. Banyak anak muda mulai bermimpi menjadi kreator konten, menjadikan kamera dan ponsel sebagai alat utama berkarya.

Selain YouTube, tahun 2016 juga dipenuhi meme lokal yang bersumber dari acara televisi, sinetron, hingga percakapan sehari-hari. Meme menjadi sarana kritik sosial yang dikemas secara humoris dan mudah diterima publik.

Media sosial pada periode tersebut belum sekompleks sekarang. Algoritma belum terlalu ketat, konten terasa lebih spontan, dan interaksi antarpengguna lebih organik. Hal ini membuat tren viral terasa lebih sederhana namun membekas.

Kembalinya tren 10 Years Challenge hari ini seolah menjadi cermin perubahan zaman. Dari era awal viral YouTube dan tantangan sederhana, kini media sosial telah berkembang menjadi industri besar. Namun, kenangan tahun 2016 tetap menjadi bagian penting dari perjalanan budaya digital masyarakat.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Bruno Mars Tampil di Roblox, Konser Virtual Steal A Brainrot Ditonton Jutaan Pemain

BERIKUTNYA

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Terapkan Gelang RFID untuk Keamanan Pendaki

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga