Kecemasan di malam hari (Sumber foto: Freepik)

Cara Menghilangkan Anxiety yang Mengganggu Kualitas Tidur

09 January 2026   |   15:00 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Kecemasan atau Anxiety merupakan emosi manusia yang wajar, ditandai dengan rasa gugup dan khawatir. Namun, ketika kecemasan muncul secara terus-menerus dan justru memuncak pada malam hari hingga mengganggu tidur, kondisi ini dapat menjadi tanda gangguan kecemasan atau anxiety disorder yang perlu diwaspadai.

Melansir Healthline, para ahli menjelaskan bahwa kecemasan malam hari sering kali muncul tanpa pemicu yang jelas. Stres yang menumpuk, kebiasaan tidur yang buruk, hingga kondisi kesehatan tertentu dapat membuat pikiran terasa kacau saat tubuh seharusnya beristirahat.

Baca juga: Genhype Alami Kecemasan Berlebih Karena Gadget? Kenali Ciri Nomophobia

Gejala kecemasan di malam hari beragam. Beberapa di antaranya adalah sulit memulai tidur atau sering terbangun, perasaan gelisah, jantung berdebar, keringat berlebih, otot tegang, nyeri rahang, hingga keinginan buang air kecil yang meningkat. Dalam kasus tertentu, seseorang juga dapat mengalami serangan panik nokturnal, yakni serangan panik yang terjadi saat tidur.

Berdasarkan penelitian, sekitar 20 hingga 45 persen penderita gangguan panik mengalami serangan panik di malam hari. Selain itu, survei populasi menunjukkan sekitar 36 persen orang yang mengalami gangguan tidur juga memiliki gangguan kecemasan. Bahkan, penderita gangguan panik tercatat tiga kali lebih berisiko mengalami masalah tidur dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya.

Masih melansir Healthline, hubungan antara kecemasan dan gangguan tidur bersifat dua arah. Kurang tidur dapat memicu kecemasan, sementara kecemasan yang berlebihan dapat menyebabkan lonjakan hormon adrenalin, sehingga tubuh sulit memasuki fase istirahat.

Terkait penanganan, tenaga medis menekankan metode menangani kecemasan setiap orang berbeda-beda. Penanganannya dapat meliputi terapi psikologis seperti terapi perilaku kognitif (CBT), penggunaan obat antikecemasan atau antidepresan, hingga penanganan kondisi medis yang mendasar. Beberapa orang juga mencoba suplemen herbal, meski penggunaannya tetap disarankan di bawah pengawasan dokter.

Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup dinilai berperan penting dalam meredakan kecemasan malam hari. Meditasi sebelum tidur, latihan pernapasan dalam, serta membuat daftar tugas untuk mengurangi beban pikiran menjadi langkah sederhana yang dapat membantu.

Penerapan kebiasaan tidur sehat juga sangat dianjurkan, seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten, menghindari kafein sebelum tidur, berolahraga secara teratur, serta menciptakan lingkungan kamar yang nyaman dan mendukung kualitas tidur.

Para ahli mengingatkan, kecemasan yang terus-menerus hingga mengganggu tidur dapat berdampak pada kualitas hidup, termasuk menurunnya performa kerja atau akademik. Jika kondisi ini berlangsung lama, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan penanganan yang sesuai dan perubahan gaya hidup yang sehat, kecemasan di malam hari dapat dikendalikan sehingga kualitas tidur secara keseluruhan tetap terjaga.
 

SEBELUMNYA

Fujifilm Perkenalkan Instax mini Evo Cinema, Padukan Kamera Instan dan Video Gaya Retro

BERIKUTNYA

Trailer Surat untuk Masa Mudaku Resmi Rilis, Tayang 29 Januari 2026 di Netflix

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga