Aurelie Moeremans. (Sumber foto: Instagram)

Aurelie Moeremans Mengubah Luka Menjadi Harapan Lewat Buku Broken Strings

12 January 2026   |   14:49 WIB
Image
Denia Eryza Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Ada luka yang tak selalu terlihat, tapi terus berbunyi di dalam diri, seperti senar yang ditarik terlalu keras, sampai akhirnya putus. Bagi Aurelie Moeremans, luka itu berasal dari masa remaja yang seharusnya menjadi ruang tumbuh, namun justru dipenuhi manipulasi, ketakutan, dan kehilangan kendali atas diri sendiri.

Bertahun-tahun kemudian, ia memilih tidak menyimpannya sebagai rahasia, melainkan membagikannya sebagai harapan. Lewat buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Aurelie membuka kembali fragmen masa lalunya, bukan untuk mengulang trauma, tetapi untuk memberi suara bagi mereka yang selama ini merasa tak terdengar.

Baca juga: Buku SCAM Bongkar Praktik Penipuan Digital Hingga Kejahatan Kemanusiaan di Asia Tenggara

Yang membuat buku ini istimewa, Broken Strings dibagikan secara gratis dan tersedia dalam dua versi bahasa, Indonesia dan Inggris. Aurelie membagikan tautan unduhan versi PDF melalui Instagram pribadinya @aurelie, sehingga karya ini dapat diakses oleh siapa pun yang ingin membacanya.

Dikutip dari prolog Broken Strings, buku ini merupakan memoar tentang masa ketika Aurelie merasa dimanipulasi, sekaligus perjalanan bagaimana ia akhirnya mampu bertahan dan melepaskan diri dari hubungan yang membelenggunya. Saat mengumumkan peluncuran buku tersebut melalui unggahan Instagram, Aurelie juga mengungkapkan betapa personal dan emosionalnya kisah yang ia bagikan.

Dalam tulisannya, Aurelie menggambarkan fase sulit yang ia alami di usia remaja, ketika pengalaman manipulasi membuatnya sempat kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Ia membuka secara jujur pengalaman traumatis yang meliputi manipulasi emosional, pemaksaan, perundungan, pelecehan seksual, hingga kekerasan psikologis.

Aurelie pun mengingatkan bahwa kenyamanan pembaca tetap menjadi prioritas utama, bahkan lebih penting daripada menuntaskan satu bab sekalipun.
 

Mengutip pernyataan Aurelie tentang judul bukunya, Broken Strings merepresentasikan tali-tali kendali yang akhirnya berhasil ia putus. Tali-tali itu sebelumnya membelenggu dan mengendalikan hidupnya, membuatnya merasa seperti boneka yang tak memiliki suara maupun kehendak sendiri.

Pilihan judul tersebut merefleksikan perjalanan Aurelie dari seseorang yang terperangkap dalam relasi manipulatif hingga akhirnya menemukan kembali kebebasan dan kendali atas hidupnya sendiri. Sejak dirilis pada 10 Oktober 2025, Broken Strings mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan.

Aurelie mengungkapkan bahwa hampir setiap hari ia menerima pesan dari para penyintas, orang tua, guru, hingga anak muda yang tengah kehilangan harapan. Tak sedikit dari mereka yang mengaku bahwa buku ini memberi kekuatan, bahkan membantu menyelamatkan hidup mereka.

Namun, di balik dampak positif tersebut, Aurelie juga harus menghadapi konsekuensi berat. Ia mengungkap bahwa setelah buku ini terbit, dirinya justru menerima fitnah, hujatan, hingga teror dari sosok yang pernah memperdayainya ketika ia masih berusia 15 tahun.

Meski demikian, Aurelie memaknai pengalaman pahit itu sebagai sesuatu yang kini memiliki arti lebih besar. Luka-luka yang dulu dianggap sebagai aib perlahan berubah menjadi cahaya bagi orang lain. Baginya, tidak ada penderitaan yang sia-sia jika mampu menyalakan harapan bagi mereka yang memiliki kisah serupa.

Sangat Inspiratif, dikala banyak orang yang merilis buku untuk keuntungan, Aurelie membagikan bukunya secara cuma-cuma yang dapat diakses melalui bio Instagram miliknya. Ini adalah bentuk keberanian dan kepedulian yang dapat dicontoh bagi siapapun yang menghadapi persoalan yang sama.

Broken Strings bukan sekedar buku, melainkan pengingat bahwa harapan selalu ada bahkan di tempat tergelap sekalipun. Melalui karena Aurelie, dapat dibuktikan bahwa keberanian untuk berbicara tentang masa lalu dapat menjadi langkah besar menuju penyembuhan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain yang masih berjuang. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Berkunjung ke Pantai Buyutan, Pesona Pesisir Selatan Pacitan

BERIKUTNYA

Dubai Lirik Padel Jadi Potensi Wisata Olahraga Baru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga