Kopi Kenangan Siap Ekspansi dengan Pertumbuhan Terukur
07 January 2026 |
17:28 WIB
Memasuki 2026, Kopi Kenangan menempatkan ekspansi internasional sebagai momentum pertumbuhan yang terukur. Taiwan menjadi target perdana, pasar yang dinilai strategis karena budaya minum kopi yang kuat dan daya beli konsumen yang relatif stabil.
“Kami akan membuka gerai perdana di Taiwan sambil membangun rantai pasok lokal yang efisien, memastikan standar kualitas tetap konsisten, serta menyesuaikan menu sesuai preferensi konsumen setempat,” ujar Ruth Davina, Corporate Branding & Communications Manager Kenangan Brands.
Langkah ekspansi ini tidak hanya soal membuka gerai baru. Kopi Kenangan mematangkan pondasi internal dengan penguatan sistem operasional, digitalisasi layanan, peningkatan kapabilitas tim regional, hingga investasi pada inovasi produk.
Baca juga: Se’Indonesia Perkuat Ekspansi Gerai Offline, Target 20–30 Outlet Tahun Ini
“Pendekatan ini kami yakini akan membuat pertumbuhan tidak hanya cepat, tetapi juga sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Teknologi menjadi pilar utama strategi. Di sisi operasional, sistem manajemen gerai berbasis data real-time, JARVIN, digunakan untuk memantau penjualan, inventaris, dan efisiensi tenaga kerja. Di sisi konsumen, aplikasi Kopi Kenangan mendorong loyalitas, personalisasi, dan peningkatan frekuensi pembelian.
“Dengan kombinasi strategi efisiensi dan teknologi ini, kami dapat menjaga harga tetap kompetitif sambil mempertahankan kualitas yang menjadi standar perusahaan,” tambah Ruth.
Hingga September 2025, Kopi Kenangan telah mengoperasikan 1.202 gerai, termasuk 151 gerai internasional yang tersebar di Malaysia (127 gerai), Singapura (9 gerai), India (6 gerai), dan 9 gerai franchise di luar negeri. “Hingga 2030 kami menargetkan bisa membuka 4.000 gerai,” jelasnya.
Tahun depan, perusahaan berencana membuka gerai di dua negara baru, salah satunya di Taiwan sehingga menjadikan ekspansi internasional sebagai bagian dari pertumbuhan jangka panjang yang terukur.
Ruth menekankan peluang pasar yang masih luas, terutama di Indonesia, didorong oleh demografi muda, kelas menengah yang terus berkembang, serta adopsi digital yang cukup kuat.
Peluang ini terlihat dari konsumsi kopi per kapita masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga. Tren ini membuka ruang bagi Kopi Kenangan untuk terus mengembangkan brand lokal berkualitas dengan harga terjangkau.
“Permintaan yang semakin besar terhadap kopi berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, yang dapat diakses tidak hanya di pusat kota,” ujarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
“Kami akan membuka gerai perdana di Taiwan sambil membangun rantai pasok lokal yang efisien, memastikan standar kualitas tetap konsisten, serta menyesuaikan menu sesuai preferensi konsumen setempat,” ujar Ruth Davina, Corporate Branding & Communications Manager Kenangan Brands.
Langkah ekspansi ini tidak hanya soal membuka gerai baru. Kopi Kenangan mematangkan pondasi internal dengan penguatan sistem operasional, digitalisasi layanan, peningkatan kapabilitas tim regional, hingga investasi pada inovasi produk.
Baca juga: Se’Indonesia Perkuat Ekspansi Gerai Offline, Target 20–30 Outlet Tahun Ini
“Pendekatan ini kami yakini akan membuat pertumbuhan tidak hanya cepat, tetapi juga sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Teknologi menjadi pilar utama strategi. Di sisi operasional, sistem manajemen gerai berbasis data real-time, JARVIN, digunakan untuk memantau penjualan, inventaris, dan efisiensi tenaga kerja. Di sisi konsumen, aplikasi Kopi Kenangan mendorong loyalitas, personalisasi, dan peningkatan frekuensi pembelian.
“Dengan kombinasi strategi efisiensi dan teknologi ini, kami dapat menjaga harga tetap kompetitif sambil mempertahankan kualitas yang menjadi standar perusahaan,” tambah Ruth.
Hingga September 2025, Kopi Kenangan telah mengoperasikan 1.202 gerai, termasuk 151 gerai internasional yang tersebar di Malaysia (127 gerai), Singapura (9 gerai), India (6 gerai), dan 9 gerai franchise di luar negeri. “Hingga 2030 kami menargetkan bisa membuka 4.000 gerai,” jelasnya.
Tahun depan, perusahaan berencana membuka gerai di dua negara baru, salah satunya di Taiwan sehingga menjadikan ekspansi internasional sebagai bagian dari pertumbuhan jangka panjang yang terukur.
Ruth menekankan peluang pasar yang masih luas, terutama di Indonesia, didorong oleh demografi muda, kelas menengah yang terus berkembang, serta adopsi digital yang cukup kuat.
Peluang ini terlihat dari konsumsi kopi per kapita masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga. Tren ini membuka ruang bagi Kopi Kenangan untuk terus mengembangkan brand lokal berkualitas dengan harga terjangkau.
“Permintaan yang semakin besar terhadap kopi berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, yang dapat diakses tidak hanya di pusat kota,” ujarnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.