Ilustrasi Insomnia (Sumber foto: Freepik)

Penyebab Sulit Tidur Meski Badan Lelah

06 January 2026   |   20:05 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Ketika lelah karena seharian beraktivitas, tentu pada malam hari kita ingin tidur pulas untuk membuat badan dan pikiran beristirahat. Tetapi terkadang kita pernah atau bahkan sering mengalami sulit untuk terlelap padahal merasa lelah. Hal tersebut memiliki beberapa penyebab yang jarang disadari.

Melansir Health Line, sulit tidur atau insomnia bisa disebabkan oleh ritme sikardian atau jam biologis yang tidak seimbang, tidur siang terlalu lama, kecemasan, dan berbagai faktor lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, kita bisa mengambil langkah untuk mendukung kualitas tidur yang baik. Berikut beberapa penyebab kita sulit tidur meski badan lelah.

Baca juga: Bahaya Siklus Tidur Buruk yang Tak Pernah Putus, Ini Penjelasan Ilmiahnya

1. Tidur siang
Pada dasarnya, tidur siang tidaklah buruk. Bahkan, tidur siang memiliki beberapa manfaat kesehatan. Namun, tidur siang terlalu lama dan tidak konsisten dapat membuat kita sulit terlelap di malam hari.

Penelitian menunjukkan, tidur siang terlalu lama dan tidur siang menjelang sore dapat membuat sulit tidur pada malam hari, kualitas tidur menjadi buruk, dan menjadi sering terbangun. Agar tidur siang memberikan manfaat, cobalah tidur selama 20-30 menit dan lakukan pada waktu yang sama setiap harinya.

2. Kecemasan
Pikiran yang terus berpacu, tidak mendukung proses tidur yang tenang dan lelap. Tak mengherankan jika gangguan tidur menjadi salah satu gejala pada beberapa gangguan kecemasan. Kecemasan juga dapat meningkatkan kondisri terjaga dan kewaspadaan, sehingga semakin menunda waktu tidur.

3. Depresi
Menurut sebuah jurnal yang diterbitkan pada 2019, orang yang didiagnosis depresi juga mengalami gangguan kualitas tidur mencapai 90%.  Hubungan antara masalah tidur dan depresi cukup kompleks. Kondisi ini akan mengganggu ritme sikardian. Peradangan, perubahan zat kimia di otak, faktor genetik, dan berbagai hal lainnya dapat memengaruhi hubungan antara tidur dan depresi.

4. Konsumsi Kafein
Penelitian menunjukkan bahwa 200 mg kafein atau sekitar 16 ons kopi seduh yang dikonsumsi 16 jam sebelum tidur, dapat memengaruhi kualitas tidur. Mengonsumsi kafein sebanyak 400 mg dalam enam jam atau kurang sebelum tidur, secara signifikan menurunkan kualitas tidur.

Usahakan tidak mengonsumsi kafein dalam 4-6 jam sebelum tidur. Sebagai contoh, jika ingin tidur jam 10 malam, maka pukul 4 sore adalah batas waktu yang baik untuk minum kopi.

5. Bermain ponsel
Bermain ponsel atau scrolling terlalu lama saat malam hari, dapat mempengaruhi kualitas tidur. Cahaya yang dipancarkan menekan produksi melatonin di malam hari dan mengurangi rasa kantuk. Berhenti menggunakan ponsel sekitar 2 jam sebelum tidur dapat membantu kita untuk mudah terlelap.

6. Gangguan Tidur Lainnya
Gangguan tidur seperti sleep apnea dan sindrom kaki gelisah dapat membuat mengantuk tetapi tidak merasa lelah di malam hari. Pada sleep apnea, pernapasan berulang kali berhenti atau menjadi sangat dangkal, lalu kembali normal. Pada sindrom kaki gelisah, kaki terasa tidak nyaman sehingga memicu dorongan untuk terus menggerakkannya.

Itulah beberapa penyebab sulit tidur meskipun badan lelah. Jika masih merasa lelah setiap hari dan berbagai upaya untuk memperbaiki tidur tidak membantu, sebaiknya konsultasi dengan dokter.

SEBELUMNYA

Crocs Classic Ballet, Evolusi Mary Janes yang Lebih Sleek dan Modern

BERIKUTNYA

Timothée Chalamet Raih Trofi Pertama dari Critics Choice Awards

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga