Zahra Bakery & FruitCerita Zahra Bakery & Fruit Menjaga Rasa dan Tradisi
04 January 2026 |
12:30 WIB
Berawal dari dapur rumah dan kecintaan pada dunia memasak, Hermin Mulyani yang akrab disapa Bunda Iyani, merintis usaha kuliner bernama Zahra Bakery & Fruit sejak 2019. Jauh sebelum memiliki toko fisik, aktivitas memasak sudah menjadi bagian dari kesehariannya. “Memang dari dulu hobi masak, terutama bikin roti-roti,” tuturnya.
Dari hobi sederhana inilah langkah awal usaha itu dimulai. Pada awalnya, Zahra Bakery & Fruit hanya memproduksi roti rumahan. Namun, situasi berubah ketika pandemi datang. Permintaan dari teman dan lingkungan sekitar justru mengarah pada jajanan pasar dan olahan buah. “Banyak yang kangen jajan-jajanan tradisional dan buah-buahan,” ujar Bunda Iyani.
Baca juga: Tren Bisnis Cafe Bakery di Indonesia Kian Menjanjikan, Ini Alasannya
Dari sinilah ia mulai memperluas jenis produk, memanfaatkan kemampuan yang telah ia asah bertahun-tahun di dapur. Konsep Zahra Bakery & Fruit pun berkembang menjadi lebih “luas”. Tidak hanya menghadirkan roti dan kue, tetapi juga aneka jajanan pasar, masakan rumahan, serta buah-buahan segar yang diolah menjadi salad buah, puding buah, dan bibuah. Menurut Bunda Iyani, jajanan pasar adalah bagian dari tradisi yang perlu terus dijaga. “Ini makanan yang sudah jadi kebiasaan orang Indonesia. Rasanya dekat dan penuh kenangan,” katanya.
Dalam proses produksi, kualitas menjadi prinsip utama. Bahan baku diambil dari pasar tradisional dan dibeli hampir setiap hari untuk menjaga kesegaran. Ia juga sangat memperhatikan tampilan makanan. Di era digital, visual memegang peran penting. “Sekarang foto itu benar-benar menentukan. Kalau tampilannya menarik, orang pasti penasaran,” jelasnya. Karena itu, setiap produk diusahakan tampil rapi dan menggugah selera.
Menu seperti arem-arem, lemper, serabi Solo, sus buah, dan aneka jajanan basah lainnya menjadi favorit pelanggan. Target pasarnya pun luas, mulai dari keluarga, pekerja kantoran, hingga kebutuhan rapat dan acara. Salah satu ciri khas Zahra Bakery & Fruit adalah fleksibilitasnya dalam menerima pesanan dadakan, termasuk hampers dengan harga terjangkau namun tetap menarik secara rasa dan tampilan.
Meski persaingan di ranah digital menjadi tantangan, Zahra Bakery & Fruit mulai aktif di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Grand opening toko fisik yang digelar pada Februari 2025 menjadi langkah baru untuk semakin dekat dengan pelanggan.
Ke depan, Bunda Iyani berharap usahanya terus berkembang dan membawa keberkahan. “Makanan enak itu nggak harus mahal,” katanya. Dengan semangat itu, ia bermimpi Zahra Bakery & Fruit semakin dikenal luas dan suatu hari membuka lebih banyak cabang.
Dari hobi sederhana inilah langkah awal usaha itu dimulai. Pada awalnya, Zahra Bakery & Fruit hanya memproduksi roti rumahan. Namun, situasi berubah ketika pandemi datang. Permintaan dari teman dan lingkungan sekitar justru mengarah pada jajanan pasar dan olahan buah. “Banyak yang kangen jajan-jajanan tradisional dan buah-buahan,” ujar Bunda Iyani.
Baca juga: Tren Bisnis Cafe Bakery di Indonesia Kian Menjanjikan, Ini Alasannya
Dari sinilah ia mulai memperluas jenis produk, memanfaatkan kemampuan yang telah ia asah bertahun-tahun di dapur. Konsep Zahra Bakery & Fruit pun berkembang menjadi lebih “luas”. Tidak hanya menghadirkan roti dan kue, tetapi juga aneka jajanan pasar, masakan rumahan, serta buah-buahan segar yang diolah menjadi salad buah, puding buah, dan bibuah. Menurut Bunda Iyani, jajanan pasar adalah bagian dari tradisi yang perlu terus dijaga. “Ini makanan yang sudah jadi kebiasaan orang Indonesia. Rasanya dekat dan penuh kenangan,” katanya.
Dalam proses produksi, kualitas menjadi prinsip utama. Bahan baku diambil dari pasar tradisional dan dibeli hampir setiap hari untuk menjaga kesegaran. Ia juga sangat memperhatikan tampilan makanan. Di era digital, visual memegang peran penting. “Sekarang foto itu benar-benar menentukan. Kalau tampilannya menarik, orang pasti penasaran,” jelasnya. Karena itu, setiap produk diusahakan tampil rapi dan menggugah selera.
Menu seperti arem-arem, lemper, serabi Solo, sus buah, dan aneka jajanan basah lainnya menjadi favorit pelanggan. Target pasarnya pun luas, mulai dari keluarga, pekerja kantoran, hingga kebutuhan rapat dan acara. Salah satu ciri khas Zahra Bakery & Fruit adalah fleksibilitasnya dalam menerima pesanan dadakan, termasuk hampers dengan harga terjangkau namun tetap menarik secara rasa dan tampilan.
Meski persaingan di ranah digital menjadi tantangan, Zahra Bakery & Fruit mulai aktif di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Grand opening toko fisik yang digelar pada Februari 2025 menjadi langkah baru untuk semakin dekat dengan pelanggan.
Ke depan, Bunda Iyani berharap usahanya terus berkembang dan membawa keberkahan. “Makanan enak itu nggak harus mahal,” katanya. Dengan semangat itu, ia bermimpi Zahra Bakery & Fruit semakin dikenal luas dan suatu hari membuka lebih banyak cabang.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.