Ilustrasi kecanduan media sosial. (Sumber foto: Freepik)

Studi: Sepekan Tanpa Media Sosial Dapat Tingkatkan Kesehatan Mental

03 January 2026   |   21:38 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Saat ini, keberadaan gadget tidak mungkin bisa diabaikan. Benda tersebut tergeletak di samping bantal, menyala setiap kali notifikasi datang, dan menjadi hal pertama yang disentuh banyak orang saat membuka mata di pagi hari. Bagi generasi muda, media sosial telah menjelma ruang hidup kedua, membandingkan diri, sekaligus mencari pengakuan.

Sebuah studi terbaru menunjukkan, menjauh sejenak dari sosial media dapat meningkatkan kesehatan mental. Melansir Medical News Today, sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open menemukan bahwa jeda media sosial selama satu minggu mampu meningkatkan kesehatan mental orang dewasa muda secara signifikan.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Stres dan Anxiety dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam studi yang melibatkan 373 partisipan berusia 18 hingga 24 tahun ini, para peneliti mencatat penurunan gejala kecemasan hingga 16 persen, depresi berkurang 24,8 persen, dan insomnia menurun 14,5 persen.

Angka-angka itu lahir dari eksperimen sederhana: para peserta diminta mengurangi penggunaan media sosial selama tujuh hari. Tidak ada larangan total, tidak pula aturan ketat. Mereka bebas menentukan seberapa jauh akan menahan diri. Namun hasilnya menunjukkan pola yang sama yaitu ketika layar meredup, beban pikiran ikut berkurang.

Lima platform menjadi sorotan utama penelitian ini Facebook, Instagram, Snapchat, TikTok, dan X. Menariknya, Instagram dan Snapchat menjadi aplikasi yang paling sulit ditinggalkan. TikTok justru lebih mudah dilepas oleh sebagian besar peserta, sementara Facebook dan X termasuk yang paling jarang dibuka selama masa studi. Temuan ini memberi petunjuk bahwa ikatan emosional pengguna dengan tiap platform tidaklah sama.

Sebuah meta-studi yang diterbitkan pada Juni 2025 juga menemukan bukti luas bahwa beristirahat dari media sosial secara umum dapat memberikan manfaat.

Dalam kehidupan sehari-hari, keberadaan media sosial kerap menganggu kesehatan fisik. Media sosial mencuri waktu tidur dengan notifikasi yang tak henti muncul memicu rasa takut ketinggalan informasi atau yang dikenal sebagai fear of missing out (FOMO).

Bahkan, keberadaan gadget di kamar tidur saja sudah cukup untuk mengganggu kualitas istirahat. Ketika layar menyala di atas ranjang, otak justru masuk dalam kondisi siaga, bukan bersiap terlelap.

Terdapat beberapa cara agar dapat mengurangi konsumsi media sosial. Masih melansir Medical News Today, percakapan terbuka antara orang tua dan anak, atau antara individu dengan dirinya sendiri, bisa menjadi langkah awal.

Selain itu, mengurangi waktu layar 25 persen, menetapkan satu jam tanpa gadget sebelum tidur, atau mengganti waktu scrolling dengan aktivitas bersama teman dan keluarga, adalah bentuk jeda kecil yang berdampak besar.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Setelah 14 Tahun, Film 5 cm Kembali dengan Sekuel 5 cm: Revolusi Hati

BERIKUTNYA

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 untuk Pelaku UMKM

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga