Warga menyaksikan pertandingan Timnas U-23 Indonesia melawan Timnas U-23 Irak pada perebutan Juara Ketiga AFC U-23 Piala Asia 2024 di Monas, Jakarta, Kamis (2/4/2024). (Sumber foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 untuk Pelaku UMKM

03 January 2026   |   12:50 WIB
Image
Denia Eryza Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Pemilik usaha kecil dan menengah di Tanah Air kini bisa bernapas lega. Lembaga penyiaran negara, TVRI, telah mengambil keputusan strategis dengan menghapus pungutan biaya lisensi tayangan bagi pengusaha UMKM yang berencana menyelenggarakan acara nonton bersama Piala Dunia 2026.

Langkah kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, khususnya para pemilik kafe sederhana, restoran keluarga, serta aneka bentuk usaha skala mikro yang selama ini terbebani dengan masalah perizinan dan biaya hak tayang.

Baca juga: TVRI Siarkan Piala Dunia 2026 Secara Gratis, Ekonomi Mikro Diprediksi Ikut Bergairah

“TVRI tidak akan menetapkan biaya kepada pihak mana pun yang mengadakan kegiatan nonton bareng,” kata Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno dalam keterangan yang disampaikan melalui kanal resmi TVRI.

Keputusan TVRI ini sejatinya membuka jalan lebar bagi pengusaha kecil untuk meraup keuntungan lebih besar. Kejuaraan sepak bola dunia selalu menjadi magnet kuat yang mampu mengumpulkan kerumunan penggemar dalam skala masif.

Melalui penyelenggaraan acara menonton bersama, para pedagang kecil berpotensi mendatangkan lebih banyak konsumen yang secara otomatis akan meningkatkan penjualan produk dan layanan mereka.

Turnamen sepak bola internasional ini akan berlangsung di tiga negara Amerika Utara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan jadwal pelaksanaan pada pertengahan 2026. Edisi kali ini diprediksi menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dengan keikutsertaan 48 negara dan total 104 laga pertandingan.

Rentang waktu kompetisi yang lebih panjang serta jumlah pertandingan yang melimpah menciptakan kesempatan optimal bagi komunitas bisnis kecil untuk memaksimalkan momentum ini. Setiap pertandingan bisa menjadi kesempatan untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan yang lama.

Tidak hanya menguntungkan bagi pelaku usaha, masyarakat luas juga merasakan manfaatnya. Dengan semakin banyaknya lokasi menonton yang tersedia, warga tidak perlu mengeluarkan dana besar atau melakukan perjalanan jauh ke pusat hiburan komersial.

Cukup mendatangi warung langganan atau kedai tetangga yang sudah familiar, masyarakat bisa menikmati pertandingan dengan suasana hangat dan pengeluaran yang terjangkau.

Inisiatif TVRI ini menunjukkan bahwa olahraga internasional bisa menjadi lebih dari sekadar hiburan semata. Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi katalis pemulihan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Ketika usaha kecil berkembang, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kebijakan gratis hak siar ini membuktikan komitmen TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang benar-benar memihak pada kepentingan rakyat kecil. Melalui langkah konkret ini, diharapkan ekonomi berbasis komunitas akan semakin menguat, sekaligus mempererat kebersamaan sosial masyarakat Indonesia dalam merayakan pesta sepak bola dunia.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Studi: Sepekan Tanpa Media Sosial Dapat Tingkatkan Kesehatan Mental

BERIKUTNYA

BigHit Music Konfirmasi Comeback BTS pada 20 Maret 2026

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga