Mengenal Perbedaan Stres dan Anxiety dalam Kehidupan Sehari-hari
03 January 2026 |
18:00 WIB
Dalam kehidupan, kita tentu tidak akan luput dari stres dan gangguan kecemasan atau anxiety. Dalam situasi tertentu kita akan dihadapkan pada kondisi ini terutama saat menghadapi situasi menegangkan dan mengkhawatirkan, baik fisik maupun mental yang menguras energi.
Stres dan anxiety sering kali sulit dibedakan karena memiliki gejala yang hampir sama. Namun ternyata kedua kondisi ini memiliki perbedaan. Melansir Medical News Today, kedua kondisi ini berkaitan dengan respon alami tubuh terhadap ancaman. Namun, perbedaannya terletak pada durasi dan pemicunya.
Baca juga: Kenali Anxiety Disorder: Gejala, Penyebab, sampai Faktor Risikonya
Pada umumnya, stres bersifat sementara dan muncul sebagai reaksi terhadap ancaman yang jelas. Sedangkan anxiety dapat bertahan lebih lama dan tidak selalu memiliki penyebab yang jelas atau mudah dikenali. Keduanya merupakan mekanisme alami tubuh yang dikenal sebagai respon fight or flight.
Respon ini berfungsi untuk menjaga seseorang tetap waspada, fokus, dan siap menghadapi bahaya. Ketika seseorang merasa terancam, tubuh akan melepaskan hormon stres yang menyebabkan detak jantung meningkat sehingga lebih banyak darah dipompa ke organ dan anggota tubuh.
Di waktu yang sama, indra seseorang menjadi lebih tajam dan tubuhnya melepaskan nutrisi ke dalam darah untuk memastikan semua bagian memiliki energi yang dibutuhkan. Proses ini terjadi dengan cepat, para ahli menyebutnya stres.
Sementara anxiety sendiri merupakan respon tubuh terhadap stres tersebut. Orang akan mengenali anxiety sebagai perasaan tertekan, gelisah, atau ketakutan seseorang sebelum suatu peristiwa penting. Hal ini membuat mereka tetap waspasa dan sadar.
Saat mengalami stres, seseorang dapat merasakan detak jantung dan pernapasan yang lebih cepat, pikiran yang dipenuhi kecemasan, perubahan suasana hati seperti mudah marah atau tersinggung, perasaan tidak bahagia, kewalahan, kesepian, mual, pusing, serta gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit.
Sementara itu, anxiety juga dapat menimbulkan gejala berupa jantung berdebar, napas cepat, rasa tidak tenang atau takut, keringat berlebih, gangguan pencernaan, rasa gugup, ketegangan, dan kegelisahan. Karena berasal dari reaksi tubuh yang sama, stres dan kecemasan sering kali sulit dibedakan.
Stres dan kecemasan dapat dikelola dengan berbagai cara. Strategi relaksasi, seperti latihan pernapasan, memusatkan perhatian pada kata yang menenangkan, membayangkan suasana yang damai, berlatih yoga atau tai chi, serta menghitung secara perlahan, dapat membantu meredakan ketegangan.
Aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berlari, juga dapat membantu menghadapi situasi yang menimbulkan stres. Gerakan lembut dan mengalir pada aktivitas tertentu dapat membantu menenangkan pikiran.
Bercerita kepada orang yang dipercaya, baik secara langsung, melalui telepon, maupun secara daring, juga dapat membantu mengurangi beban stres. Selain itu, menjaga kesehatan tubuh, mengenali pemicu stres dan kecemasan, membatasi konsumsi kafein dan alkohol, menjaga pola makan seimbang, tidur yang cukup, serta rutin berolahraga menjadi bagian dari upaya pengelolaan yang penting.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Stres dan anxiety sering kali sulit dibedakan karena memiliki gejala yang hampir sama. Namun ternyata kedua kondisi ini memiliki perbedaan. Melansir Medical News Today, kedua kondisi ini berkaitan dengan respon alami tubuh terhadap ancaman. Namun, perbedaannya terletak pada durasi dan pemicunya.
Baca juga: Kenali Anxiety Disorder: Gejala, Penyebab, sampai Faktor Risikonya
Pada umumnya, stres bersifat sementara dan muncul sebagai reaksi terhadap ancaman yang jelas. Sedangkan anxiety dapat bertahan lebih lama dan tidak selalu memiliki penyebab yang jelas atau mudah dikenali. Keduanya merupakan mekanisme alami tubuh yang dikenal sebagai respon fight or flight.
Respon ini berfungsi untuk menjaga seseorang tetap waspada, fokus, dan siap menghadapi bahaya. Ketika seseorang merasa terancam, tubuh akan melepaskan hormon stres yang menyebabkan detak jantung meningkat sehingga lebih banyak darah dipompa ke organ dan anggota tubuh.
Di waktu yang sama, indra seseorang menjadi lebih tajam dan tubuhnya melepaskan nutrisi ke dalam darah untuk memastikan semua bagian memiliki energi yang dibutuhkan. Proses ini terjadi dengan cepat, para ahli menyebutnya stres.
Sementara anxiety sendiri merupakan respon tubuh terhadap stres tersebut. Orang akan mengenali anxiety sebagai perasaan tertekan, gelisah, atau ketakutan seseorang sebelum suatu peristiwa penting. Hal ini membuat mereka tetap waspasa dan sadar.
Saat mengalami stres, seseorang dapat merasakan detak jantung dan pernapasan yang lebih cepat, pikiran yang dipenuhi kecemasan, perubahan suasana hati seperti mudah marah atau tersinggung, perasaan tidak bahagia, kewalahan, kesepian, mual, pusing, serta gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit.
Sementara itu, anxiety juga dapat menimbulkan gejala berupa jantung berdebar, napas cepat, rasa tidak tenang atau takut, keringat berlebih, gangguan pencernaan, rasa gugup, ketegangan, dan kegelisahan. Karena berasal dari reaksi tubuh yang sama, stres dan kecemasan sering kali sulit dibedakan.
Stres dan kecemasan dapat dikelola dengan berbagai cara. Strategi relaksasi, seperti latihan pernapasan, memusatkan perhatian pada kata yang menenangkan, membayangkan suasana yang damai, berlatih yoga atau tai chi, serta menghitung secara perlahan, dapat membantu meredakan ketegangan.
Aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berlari, juga dapat membantu menghadapi situasi yang menimbulkan stres. Gerakan lembut dan mengalir pada aktivitas tertentu dapat membantu menenangkan pikiran.
Bercerita kepada orang yang dipercaya, baik secara langsung, melalui telepon, maupun secara daring, juga dapat membantu mengurangi beban stres. Selain itu, menjaga kesehatan tubuh, mengenali pemicu stres dan kecemasan, membatasi konsumsi kafein dan alkohol, menjaga pola makan seimbang, tidur yang cukup, serta rutin berolahraga menjadi bagian dari upaya pengelolaan yang penting.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.