Pelatih Enzo Maresca Resmi Tinggalkan Chelsea
03 January 2026 |
17:53 WIB
Chelsea mengumumkan perpisahan dengan pelatih kepala Enzo Maresca pada 1 Januari 2026 dengan mengakhiri masa kepelatihannya yang baru berjalan 18 bulan. Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil buruk di Liga Inggris dan ketegangan hubungan dengan manajemen klub.
Seperti dilansir dari Al Jazeera, Maresca yang bergabung dengan Chelsea pada 2024 setelah membawa Leicester City promosi ke Liga Inggris, berhasil membawa tim lolos ke Liga Champions dengan finis keempat, memenangkan trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub di musim pertamanya.
Namun, performa di bulan Desember merosot tajam yang membuat Chelsea hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di liga.
Baca juga: TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 untuk Pelaku UMKM
Meski demikian, permasalahan utama bukan sekadar hasil di lapangan saja. Maresca sempat menyuarakan frustrasinya soal kurangnya dukungan dari klub, bahkan menyebut periode setelah kemenangan 2-0 atas Everton sebagai "48 jam terburuk" selama memimpin Chelsea. Pernyataan ini keluar tanpa klarifikasi lebih lanjut, membuat situasi semakin tidak kondusif.
Dalam pernyataan resminya, Chelsea menyebutkan bahwa keputusan ini diambil demi memberikan peluang terbaik bagi tim untuk kembali ke jalur yang benar. Saat ini, Chelsea berada di posisi kelima dengan jarak 15 poin dari pemuncak Arsenal.
Chelsea menutup laga terakhirnya bersama Maresca dengan hasil imbang 2-2 kontra Bournemouth pada 31 Desember 2025, sebuah pertandingan yang kembali menyoroti persoalan konsistensi permainan The Blues. Menjelang duel berat melawan Manchester City pada Senin (5/1), klub masih belum memberikan kepastian terkait sosok yang akan bertindak sebagai pelatih di sisi lapangan.
Enzo Vincenzo Maresca adalah seorang pelatih sepak bola profesional asal Italia dan mantan pemain gelandang yang lahir pada 10 Februari 1980 di Pontecagnano Faiano, Italia. Sebelum beralih ke kepelatihan, ia menikmati karier sebagai pemain bersama berbagai klub di Italia, Spanyol, Inggris, dan Yunani, termasuk Juventus, Sevilla, dan West Bromwich Albion, serta pernah mewakili tim nasional Italia di level pemuda.
Setelah pensiun dari sepak bola profesional, Maresca memulai karier kepelatihannya sebagai asisten pelatih di berbagai klub Eropa dan kemudian menjadi pelatih kepala. Ia pernah melatih Manchester City U-23, membawa tim meraih gelar Premier League 2, dan berhasil mengantar Leicester City kembali ke Premier League sebagai juara Championship.
Maresca ditunjuk sebagai pelatih kepala Chelsea pada 1 Juli 2024 dengan kontrak panjang hingga 2029. Di bawah arahannya, Chelsea meraih trofi UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup, prestasi penting dalam sejarah klub.
Secara taktik, Maresca dikenal mengutamakan permainan menyerang berbasis penguasaan bola, serta pendekatan detail dalam persiapan laga, sebuah gaya yang dipengaruhi oleh pengalaman luasnya sebagai asisten pelatih top Eropa.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Seperti dilansir dari Al Jazeera, Maresca yang bergabung dengan Chelsea pada 2024 setelah membawa Leicester City promosi ke Liga Inggris, berhasil membawa tim lolos ke Liga Champions dengan finis keempat, memenangkan trofi Conference League dan Piala Dunia Antarklub di musim pertamanya.
Namun, performa di bulan Desember merosot tajam yang membuat Chelsea hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di liga.
Baca juga: TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 untuk Pelaku UMKM
Meski demikian, permasalahan utama bukan sekadar hasil di lapangan saja. Maresca sempat menyuarakan frustrasinya soal kurangnya dukungan dari klub, bahkan menyebut periode setelah kemenangan 2-0 atas Everton sebagai "48 jam terburuk" selama memimpin Chelsea. Pernyataan ini keluar tanpa klarifikasi lebih lanjut, membuat situasi semakin tidak kondusif.
Dalam pernyataan resminya, Chelsea menyebutkan bahwa keputusan ini diambil demi memberikan peluang terbaik bagi tim untuk kembali ke jalur yang benar. Saat ini, Chelsea berada di posisi kelima dengan jarak 15 poin dari pemuncak Arsenal.
Chelsea menutup laga terakhirnya bersama Maresca dengan hasil imbang 2-2 kontra Bournemouth pada 31 Desember 2025, sebuah pertandingan yang kembali menyoroti persoalan konsistensi permainan The Blues. Menjelang duel berat melawan Manchester City pada Senin (5/1), klub masih belum memberikan kepastian terkait sosok yang akan bertindak sebagai pelatih di sisi lapangan.
Profil Enzo Maresca
Enzo Vincenzo Maresca adalah seorang pelatih sepak bola profesional asal Italia dan mantan pemain gelandang yang lahir pada 10 Februari 1980 di Pontecagnano Faiano, Italia. Sebelum beralih ke kepelatihan, ia menikmati karier sebagai pemain bersama berbagai klub di Italia, Spanyol, Inggris, dan Yunani, termasuk Juventus, Sevilla, dan West Bromwich Albion, serta pernah mewakili tim nasional Italia di level pemuda.Setelah pensiun dari sepak bola profesional, Maresca memulai karier kepelatihannya sebagai asisten pelatih di berbagai klub Eropa dan kemudian menjadi pelatih kepala. Ia pernah melatih Manchester City U-23, membawa tim meraih gelar Premier League 2, dan berhasil mengantar Leicester City kembali ke Premier League sebagai juara Championship.
Maresca ditunjuk sebagai pelatih kepala Chelsea pada 1 Juli 2024 dengan kontrak panjang hingga 2029. Di bawah arahannya, Chelsea meraih trofi UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup, prestasi penting dalam sejarah klub.
Secara taktik, Maresca dikenal mengutamakan permainan menyerang berbasis penguasaan bola, serta pendekatan detail dalam persiapan laga, sebuah gaya yang dipengaruhi oleh pengalaman luasnya sebagai asisten pelatih top Eropa.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.