Agak Laen: Menyala Pantiku! (Sumber foto: Imajinari)

Agak Laen: Menyala Pantiku Jadi Film Indonesia Ketiga yang Tembus 10 Juta Penonton

03 January 2026   |   19:00 WIB
Image
Muhammad Shohibul Izar Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Film komedi horor Agak Laen: Menyala Pantiku! resmi masuk deretan film Indonesia yang menembus angka 10 juta penonton di bioskop. Pencapaian ini menempatkan film garapan Muhadkly Acho tersebut sebagai film ketiga yang berhasil meraih milestone bergengsi ini.

Kesuksesan film tersebut sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Film pertamanya yang tayang pada awal 2024 sudah lebih dulu meledak dengan perolehan 9,2 juta penonton. Sekuel ini bahkan berhasil melampaui capaian film perdananya, membuktikan bahwa chemistry empat komedian utama seperti Bene Dion, Oki Rengga, Indra Jegel, dan Boris Bokir yang benar-benar disukai penonton.

Baca juga: 6 Film yang Bakal Rilis Bersamaan pada Momen Lebaran 2026

Fenomena "Agak Laen" ini menunjukkan bahwa penonton Indonesia sangat lapar akan konten komedi yang dikemas dengan cerita segar. Perpaduan antara humor khas stand-up comedy dan elemen horor yang tidak terlalu menyeramkan ternyata jadi formula jitu untuk menarik berbagai kalangan, mulai dari anak muda sampai keluarga.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Imajinari (@imajinari.id)

 
Dikutip dari berbagai sumber, sebelum Agak Laen: Menyala Pantiku meraih 10 juta penonton, hanya dua film yang pernah mencapai angka 10 juta penonton, yakni Pengabdi Setan 2: Communion (2022) dan KKN di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni (2022). 

Pencapaian ini juga jadi angin segar buat industri film tanah air. Setelah sempat lesu akibat pandemi, kini bioskop kembali ramai dan penonton semakin selektif memilih film berkualitas. Agak Laen: Menyala Pantiku! membuktikan bahwa film lokal bisa bersaing dan bahkan mengalahkan film-film Hollywood yang tayang bersamaan.
 
Agak Laen: Menyala Pantiku! bercerita tentang empat sahabat, yakni Bene, Boris, Jegel, dan Oki yang menjadi detektif dengan gaya nyentrik namun kerap gagal menjalankan misi. Nasib mereka diujung tanduk ketika mendapatkan misi terakhir untuk membongkar kasus kriminal besar. 

Kuartet itu diminta untuk melacak buronan pembunuhan anak walikota yang diduga bersembunyi di sebuah panti jompo. Upaya penyamaran pun dilakukan para detektif amatir ini agar bisa menyusup ke panti tersebut dan menjalankan misinya. 

Bene, Boris, Jegel, dan Oki menyamar sebagai caregiver di panti jompo yang sudah 15 tahun berdiri itu. Penyamaran mereka berubah menjadi serangkaian peristiwa yang penuh dengan humor dan intrik. Di panti jompo itu pula, keempatnya menemukan kehangatan dan dinamika hubungan dengan orang-orang terkasih. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Pelatih Enzo Maresca Resmi Tinggalkan Chelsea

BERIKUTNYA

Setelah 14 Tahun, Film 5 cm Kembali dengan Sekuel 5 cm: Revolusi Hati

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga